main-logo
header-image-14378
author-avatar-14378

Ditinjau oleh

dr. Linda Lestari, Sp.OG, Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Diterbitkan 21 Jul 2022

share-icon

1312


Perubahan hormon dan imun tubuh yang menurun saat hamil, memudahkan virus dan bakteri masuk ke tubuh Bunda dengan lebih mudah. Akibatnya, risiko Bunda mengalami infeksi kehamilan juga semakin tinggi. Sebelum terjadi, kenali berbagai infeksi kehamilan dan cara pencegahannya ya, Bun.





Jenis-jenis Infeksi Kehamilan 





infeksi saluran kemih




Perubahan fisik Bunda saat hamil sangat memengaruhi mudah atau tidaknya Bunda mengalami infeksi kehamilan. Walau Bunda memiliki kekebalan tubuh alami, saat hamil imun tubuh Bunda menjadi bekerja lebih keras karena harus melindungi Bunda dan Si Kecil. Tidak heran bila akhirnya, bakteri dan virus lebih mudah menyerang saat hamil.





Perubahan sistem tubuh saat hamil juga mempengaruhi ketahanan tubuh Bunda. Faktor hormon progesteron misalnya, membuat urine tertahan di kandung kemih menjadi lebih lama. Hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi kandung kemih pada Bunda.





Pada kehamilan, terjadinya infeksi dapat dikategorikan menjadi infeksi akibat kegiatan seksual dan infeksi akibat kegiatan non-seksual.





Infeksi kehamilan melalui kegiatan non-seksual meliputi:





1. Vaginosis bakterialis (VB)





Vaginosis bakterialis (VB) atau Bacterial vaginosis (BV) adalah infeksi bakteri yang menyerang vagina. Vaginosis bakterialis saat hamil terjadi dipengaruhi oleh gejolak hormon kehamilan.





Jika tidak diobati, Vaginosis bakterialis dapat menyebabkan bayi lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah.





2. Infeksi Streptococcus grup B (GBS)





Infeksi Streptococcus grup B adalah infeksi bakteri yang sering menyerang vagina wanita hamil atau anus. Streptococcus grup B sendiri sebenarnya merupakan jenis bakteri yang umum bermukim dalam tubuh.





Pada kasus serius, infeksi Streptococcus grup B pada kehamilan dapat menyebabkan keguguran, meningitis, sepsis, pneumonia, hingga bayi lahir mati. Namun hal ini sangat jarang terjadi.





3. Rubella





Rubella atau campak Jerman adalah penyakit yang sangat berbahaya bagi ibu dan janin. Rubella bisa menyebabkan berbagai masalah pada bayi, terutama katarak, cacat lahir kelainan jantung, gangguan pendengaran, dan perkembangan tertunda.





4. Listeriosis





Listeriosis merupakan salah satu jenis keracunan makanan yang sangat serius, terutama jika terjadi pada wanita hamil.





Infeksi ini sering terjadi pada ibu hamil yang mengonsumsi makanan setengah matang atau bahkan mentah, seperti telur, sushi, sashimi, steak, mayones, maupun susu yang tidak melalui proses pasteurisasi.





5. Toksoplasmosis





Toksoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Pada orang yang sehat dan tidak sedang hamil, infeksi parasit akibat memelihara kucing ini umumnya tidak membahayakan karena sistem kekebalan tubuh dapat mengendalikannya.





Namun, pada ibu hamil atau orang yang memiliki imunitas rendah hal ini bisa membahayakan. Toksoplasmosis dapat menyebabkan keguguran, kematian janin, dan cacat lahir yang serius.





Infeksi kehamilan melalui kegiatan seksual meliputi:





1. Herpes





Ada dua jenis virus yang dapat menyebabkan herpes, yaitu virus herpes simpleks (HSV) 1 yang menyebabkan luka di sekitar mulut, dan virus herpes simpleks (HSV) 2 yang menyebabkan luka di alat kelamin.





Kedua infeksi ini bisa membahayakan kehamilan dan janin, terutama jika terjadi di trimester satu dan dua yang bisa menyebabkan keguguran.





2. Hepatitis





Ada beberapa jenis virus hepatitis, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Jika tidak segera ditangani dengan baik, hepatitis bisa mengakibatkan kerusakan hati atau bahkan menyebabkan kematian. Janin yang terinfeksi hepatitis dapat mengalami  berat lahir rendah dan kelahiran prematur.





3. Klamidia





Klamidia adalah salah satu penyakit menular seksual yang ditularkan melalui hubungan seks tanpa menggunakan kondom. Infeksi ini dapat menyebabkan persalinan prematur dan peradangan mata (konjungtivitis) pada bayi baru lahir.





4. Gonore





Gonore atau disebut juga kencing nanah, dapat menyebabkan konjungtivitis pada bayi baru lahir dan kemungkinan kebutaan pada bayi.





5. Sifilis





Raja singa atau sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Sifilis dapat ditularkan dari ibu ke janin melalui plasenta, dan jika tertular risikonya bayi akan lahir prematur bahkan mengalami kecacatan. 





6. Human Immunodeficiency Virus (HIV)





HIV dapat ditularkan kepada janin pada sekitar 25 persen dari kehamilan jika tidak diobati. Para ahli merekomendasikan perempuan yang terinfeksi HIV agar menjalani terapi obat antiretroviral selama kehamilan.





7. Zika





Zika adalah infeksi yang dibawa oleh nyamuk. Infeksi Zika bersifat ringan, namun tetap dapat menyebabkan keguguran dan cacat lahir pada janin.





Agar Terhindar dari Infeksi Kehamilan





infeksi kehamilan




Infeksi kehamilan dapat dihindari dengan melakukan hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri. Selain itu, ada beberapa hal lain yang dapat Bunda lakukan untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi kehamilan, yakni: 





  • Mencuci tangan menggunakan sabun dan air. 
  • Makan makanan yang dagingnya dimasak sampai matang betul. 
  • Tidak mengonsumsi produk susu yang tidak dipasteurisasi.
  • Tidak berbagi peralatan makan, cangkir, dan makanan dengan orang yang sakit.
  • Disarankan tidak membersihkan kotoran kucing secara langsung.
  • Mendapatkan beberapa vaksin penting untuk hamil, seperti vaksin hepatitis, meningitis, dan tetanus.
  • Tidak berada pada lingkungan yang terjangkit virus atau bakteri tertentu.
  • Memastikan tidak adanya nyamuk di rumah dengan menyemprot dengan obat nyamuk.
  • Menghimbau suami untuk tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
  • Menggunakan alat kontrasepsi berupa kondom, dan tidak berganti-ganti pasangan.




Infeksi sering terjadi pada ibu hamil. Sebelum terjadi, yang Bunda dapat lakukan untuk menghindari infeksi kehamilan adalah terus melakukan tindakan pencegahan seperti yang telah disebutkan di atas. 





Bunda juga disarankan untuk terus menjaga asupan nutrisi agar tubuh Bunda dan janin tetap kuat. Bila Bunda terlanjur mengalami infeksi, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan dan terhindar dari risiko yang bisa membahayakan diri dan janin.









Sumber:





Mother and Baby. 2021. 5 Jenis Infeksi saat Hamil yang Mengancam Keselamatan Janin.





Orami. 2018. 2 Jenis Infeksi Kehamilan yang Bahayakan Janin dan Cara Mencegahnya.





Medical News Today. 2018. Common Infections during Pregnancy.





Healthline. 2016. Infections in Pregnancy.





Gwinnett Obgyn. The 4 Most Common Prenatal Infections.










Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010