main-logo
header-image-11604
author-avatar-11604

Ditinjau oleh

dr. Linda Lestari, Sp.OG, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Diterbitkan 10 Jun 2021

share-icon

2177


Bagi sebagian Bunda, menikmati panasnya uap dan keringat yang bercucuran di dalam ruang sauna adalah cara nyaman untuk meredakan rasa pegal di tubuh dan membuat badan lebih segar. Namun apakah sauna saat hamil diperbolehkan?





Mengapa Wanita Hamil Tidak Boleh Sauna?





sauna saat hamil




Sauna atau mandi uap yang dilakukan di dalam ruang khusus yang dilapisi kayu dan dipasangi alat khusus yang menghasilkan uap kering dengan kelembapan yang sangat rendah—sekitar 15%. 





Biasanya suhu di dalam sauna berkisar antara 82 sampai 90̊C. Orang sering kali menikmati sauna setelah berolahraga atau melakukan perawatan spa di salon/pusat kebugaran. 





Yang menjadi pertimbangan utama jika Bunda melakukan sauna saat hamil adalah paparan uap panas yang ekstrem di dalam ruang sauna tersebut. 





Uap panas ini memang terasa menyegarkan dan memberi efek relaksasi pada tubuh (saat tidak sedang dalam kondisi hamil), namun saat hamil, uap panas ini bisa memengaruhi janin di dalam kandungan, terutama di awal-awal kehamilan. 





Perlu Bunda sadari bahwa selama berada di dalam kandungan, si Kecil tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan suhu tubuhnya, tidak dapat berkeringat, maupun mendinginkan tubuh. 





Ini artinya saat berada di ruang sauna, si Kecil tidak akan dapat menolerir panas yang diterimanya, sehingga dapat menimbulkan berbagai gangguan tumbuh kembang.





Dalam sebuah penelitian ilmiah, diketahui bahwa janin yang terpapar panas tinggi (bisa dari sauna maupun bak mandi air panas/jacuzzi), pada trimester pertama bisa mengalami gangguan serius hingga komplikasi pada bagian otak dan sumsum tulang belakangnya. 





Bagi Bunda sendiri, panas tinggi yang Bunda rasakan dapat memicu risiko seperti pingsan, dehidrasi, hingga risiko fatal seperti keguguran, bahkan kecacatan pada janin. 





Masih dalam Perdebatan









Meski demikian, ternyata beberapa penelitian terbaru malah menunjukkan bahwa suhu tinggi tidak menimbulkan bahaya untuk janin. Hal ini dilaporkan dalam hasil penelitian dari Dokter Ollie Jay dari University of Sydney yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine





Menurut Dokter Jay, ibu hamil tidak masalah untuk berendam di dalam bak air panas maupun bersauna karena tidak terbukti terjadi risiko hipertermia (peningkatan suhu tubuh) yang memengaruhi perkembangan janin. Hal ini tentu membuat Bunda bingung, ya?





Ada baiknya Bunda berdiskusi lebih dulu dengan dokter dan bidan bila Bunda memang menginginkan relaksasi dengan sauna saat hamil. 





Saat berkunjung ke tempat sauna, Bunda pun bisa berkonsultasi dengan pihak pemilik sauna untuk mengetahui suhu dan kelembapan yang ada di dalam ruangan sauna tersebut. 





Atau, Bunda membatasi diri saat berada di dalam ruang sauna, misalnya hanya 10-15 menit saja, lalu segera banyak minum air untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang selama sauna. 





Lakukan Relaksasi yang Lebih Aman









Bila tujuan Bunda adalah relaksasi, Bunda bisa melakukan kegiatan relaksasi lain yang lebih aman daripada sauna saat hamil, di antaranya:





Olahraga low impact





Lakukan olahraga yang bisa membuat peredarah darah lebih lancar dan aman karena low impact , misalnya renang atau yoga. Lakukan gerakan yoga ringan atau didampingi oleh pelatih untuk memastikan Bunda tetap aman.





Hidroterapi





Dengan berendam di dalam kolam yang berisi air hangat (bukan panas), Bunda juga bisa mendapatkan efek relaksasi yang lebih aman. 





Pijat prenatal





Pastikan bahwa tempat pijat dan terapis Bunda mengerti betul tentang pijat untuk ibu hamil, karena tidak semua teknik pijat bisa diaplikasikan saat hamil. Agar lebih aman, jangan lakukan pijat pada trimester awal kehamilan Bunda. 





Meditasi





Banyak Bunda yang mendapat manfaat relaksasi dari kegiatan meditasi, yaitu memfokuskan pikiran dan berkonsentrasi. Meditasi juga disebut-sebut dapat membantu meredakan stres dan membantu menurunkan tekanan darah.





Lakukan bersama terapis berpengalaman sehingga Bunda dapat diarahkan untuk mendapat manfaat terbaik. 









Sumber :





Healthline. 2016. Sauna and Pregnancy: Safety and Risks.





NHS. 2019. Is It Safe to Use a Sauna or Jacuzzi If I'm Pregnant?





Kompas. 2018. Jangan Takut, Mandi Air Hangat dan Sauna Tak Berisiko untuk Ibu Hamil.





Hello Sehat. 2017. Sauna Saat Hamil, Aman Atau Tidak?










Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010