main-logo
header-image-11596
author-avatar-11596

Ditinjau oleh

dr. Mutia Winanda, M.Gizi, Sp. GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Konselor Laktasi

Diterbitkan 10 Jun 2021

share-icon

1014


Tak hanya ibu baru yang menghadapi masalah menyusui di bulan pertama kehadiran bayi, ibu yang sebelumnya sudah punya anak pun bisa mengalami hal yang sama saat menyusui bayi baru lahir. 





Masalah menyusui ini ada beragam, dari yang paling umum seperti payudara bengkak, pelekatan bayi yang kurang tepat, sampai infeksi berupa mastitis. 





Pelekatan Bayi yang Kurang Tepat saat Menyusui





masalah menyusui




Pelekatan bayi yang kurang tepat merupakan penyebab munculnya berbagai masalah menyusui yang sering terjadi di bulan pertama. 





Pelekatan adalah saat bayi memasukkan puting dan sebagian areola (area gelap di sekitar puting) ke dalam mulutnya, agar bayi dapat mengeluarkan ASI dari payudara ibu dengan cara seperti memerah payudara bukan hanya mengisap puting. 





Pelekatan yang tidak tepat membuat ASI tidak dapat keluar dengan lancar, sehingga bayi berusaha keras mengeluarkan ASI sampai akhirnya payudara Bunda terasa nyeri. 





Pelekatan yang tidak tepat juga menyebabkan puting tidak berada jauh di dalam mulut bayi dan akan terjepit diantara langit-langit mulut bagian depan yang keras dan lidah bayi. Hal ini akan menyebabkan puting sangat nyeri dan menjadi lecet.





Pelekatan yang tidak tepat juga berpotensi membuat payudara Bunda menjadi bengkak karena hanya sedikit ASI yang keluar, saluran ASI tersumbat, serta terjadinya mastitis akibat peradangan di payudara.





Jika pelekatan bayi kurang tepat dan memicu berbagai masalah menyusui di bulan pertama, maka sebaiknya Bunda segera berkonsultasi dengan dokter anak atau konsultan laktasi agar segera mendapatkan solusi. 





Mengatasi Masalah-Masalah Menyusui di Bulan Pertama









Menurut sebuah penelitian oleh UC Davis Medical Center di Amerika Serikat terhadap 418 ibu baru, 92 persen di antaranya mengalami masalah menyusui tiga hari setelah bayi lahir. 





Dua bulan setelah bayi lahir, 47 persen dari ibu yang mengalami masalah menyusui ini mengatakan mereka telah menggunakan susu formula, sedangkan 21 persennya mengatakan bahwa mereka telah berhenti menyusui sehingga bayi hanya diberikan susu formula. 





Ayo Bunda, jangan menyerah jika mengalami masalah menyusui di bulan pertama.





Pada masa-masa awal menyusui merupakan masa dimana Bunda dan bayi sedang sama-sama belajar dalam proses menyusui. Bunda bisa menerapkan cara-cara berikut untuk membantu mengatasi masalah menyusui yang Bunda alami.





Payudara bengkak





Biasanya kedua payudara terasa sakit sampai dapat menyebabkan demam. Kulit payudara terlihat mengilat dan kemerahan. Puting kencang dan sulit untuk mengeluarkan ASI.





Cara untuk mengatasi masalah menyusui di bulan pertama ini adalah ASI harus dikeluarkan secara rutin 2-3 jam sekali, baik dengan cara menyusui bayi atau memerah dengan menggunakan tangan dan pompa. 





Bunda dapat mengompres payudara dahulu dengan waslap hangat lalu pijat lembut payudara, baru kemudian keluarkan ASI. Setelah ASI berhasil dikeluarkan, kompres payudara dengan air dingin untuk membantu mengurangi bengkak dan nyeri.





Puting lecet





Biasanya disebabkan oleh pelekatan dan cara bayi mengisap puting payudara yang kurang tepat. Bisa juga diakibatkan oleh infeksi jamur di puting payudara serta penggunaan breast pump atau bra yang kurang tepat.





Jika lecetnya tidak terlalu sakit, maka Bunda dapat terus menyusui tapi usahakan agar bayi dapat melekat dengan tepat. Setiap sebelum dan selesai menyusui, Bunda dapat mengeluarkan sedikit ASI lalu oleskan di areola dan puting untuk membantu penyembuhan luka.





Hindari membersihkan payudara menggunakan sabun, cukup gunakan air hangat.





Saluran ASI tersumbat





Kadang ASI menggumpal, menyebabkan saluran ASI tersumbat. Sumbatan ini juga dapat terjadi karena gagalnya bayi menyusu. 





ASI yang terhambat keluar lalu membentuk benjolan lunak dan kemerahan. Jika dibiarkan, bisa memicu infeksi. 





Tetap usahakan agar bayi menyusu ya, Bun. Sebelum menyusui, kompres payudara dengan waslap hangat. Sementara saat menyusui, pijat benjolan perlahan agar ASI keluar. 





Jika masih tersisa sementara bayi sudah selesai menyusu, maka kuras habis ASI menggunakan pompa.





Mastitis





Merupakan infeksi yang terjadi di jaringan payudara yang membuat Bunda merasa nyeri, demam, dan payudara bengkak serta kemerahan. Berbeda dari payudara bengkak, mastitis terjadi di salah satu payudara saja. 





Payudara bengkak, saluran ASI tersumbat, dan pelekatan yang kurang tepat, jika tidak ditangani dengan segera dapat menjadi penyebab mastitis. 





Bunda tetap dianjurkan untuk menyusui agar ASI bisa mengalir. Sebelum menyusui, kompres terlebih dahulu payudara yang terkena mastitis dengan air hangat. Jika sampai demam, Bunda dapat minum obat pereda nyeri yaitu ibuprofen atau paracetamol.









Sumber:





World Health Organization. 2009. Infant and Young Child Feeding: Model Chapter for Textbooks for Medical Students and Allied Health Professionals.





What to Expect. 2020. Most Common Breastfeeding Problems and Solutions.





Verywell Family. 2020. The Signs of a Good Breastfeeding Latch.





NPR. 2013. To Succeed At Breast-Feeding, Most New Moms Could Use Help.










Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010