7 Manfaat Daun Katuk untuk Semua Bunda
Ditinjau oleh
dr. Mutia Winanda, M.Gizi, Sp. GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Konselor Laktasi
Diterbitkan 16 Sep 2021
1465
Di Indonesia, daun katuk adalah makanan ibu menyusui yang populer. Bukan hanya mitos, manfaat daun katuk telah terbukti menghasilkan produksi ASI yang dibutuhkan SI Kecil.
Namun ternyata manfaat daun katuk tidak hanya untuk ibu yang sedang menyusui lho, Bunda. Daun ini memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk semua ibu.
Daun katuk, atau dalam bahasa latin disebut Sauropus androgynus , merupakan salah satu tanaman yang banyak ditemui di Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Daun katuk termasuk dalam suku phyllanthaceae atau subtibus fluegge inae , dan masih berkerabat dengan tanaman beri dan cermai.
Karena keberadaannya yang mudah tumbuh di mana saja, daun katuk sering dianggap sebagai rumput liar saja. Padahal dalam 100 gram daun katuk, terkandung sekitar 35 kalori dan beragam nutrisi, seperti:
Daun katuk juga banyak mengandung vitamin A, vitamin B kompleks, dan beragam antioksidan, seperti polifenol, flavonoid, lutein, dan zeaxanthin. Untuk sesuatu yang sering dianggap sebagai “rumput liar” kandungan nutrisinya sangat banyak ya, Bunda.
Bukan mitos melainkan fakta bahwa daun katuk sangat lekat kaitannya dengan ibu menyusui. Namun, selain untuk ibu menyusui, daun katuk juga bermanfaat untuk ibu secara umum. Ini beberapa manfaat daun katuk bagi para ibu:
Daun katuk dikenal dapat meningkatkan hormon yang memengaruhi produksi ASI, yakni hormon prolaktin dan oksitosin.
Kedua hormon ini merangsang alveoli payudara untuk menyerap lebih banyak protein, gula, dan lemak dalam darah, yang digunakan untuk memproduksi ASI.
Jaringan sel yang mengelilingi alveolus akan menekan kelenjar dan mendorong ASI ke saluran yang disebut duktus.
Bagi Bunda, daun katuk juga membantu dalam mempercepat penyusutan rahim dan perut agar kembali ke ukuran normal seperti sebelum hamil dan melahirkan.
Daun katuk juga mengandung vitamin C dan karotenoid yang bersifat antioksidan. Antioksidan pada daun katuk juga semakin lengkap dengan adanya senyawa flavonoid, seperti apigenin, quercetin, dan luteolin.
Nah, antioksidan diketahui dapat membantu melindungi sel-sel tubuh Bunda dari kerusakan dan peradangan yang disebabkan oleh radikal bebas yang bisa berasal dari radiasi, asap rokok, dan asap kendaraan.
Vitamin C pada daun katuk membantu pembentukan kolagen, yakni protein penting yang membentuk kulit. Oleh karena itu, daun katuk juga bermanfaat bagi Bunda yang menjalani persalinan cesar untuk percepatan kesembuhan luka pasca operasi.
Khasiat daun katuk lainnya adalah menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumonia dan Staphylococcus aureu s, yang bisa menyebabkan penyakit pneumonia dan bakteremia. Kedua bakteri ini sebenarnya hidup pada usus dan hidung.
Akan tetapi, jumlahnya tidak banyak sehingga tidak membahayakan tubuh. Namun, pada kondisi tertentu, pertumbuhan bakteri bisa tidak terkendali sehingga dapat menyebabkan infeksi.
Kegunaan daun katuk untuk sistem imun ini berkat adanya kandungan vitamin C. Vitamin C tidak diproduksi secara alami, sehingga Bunda perlu memenuhi asupannya lewat makanan dan minuman.
Bunda yang baru saja melalui proses persalinan dan merawat SI Kecil setelah lahir, tentu mengalami kelelahan yang luar biasa. Mengonsumsi daun katuk akan memenuhi asupan vitamin C agar lebih kuat melawan infeksi dari virus, bakteri, dan parasit yang mengganggu.
Tidak banyak yang mengetahui bahwa ibu menyusui rentan terhadap osteoporosis. Selama menyusui, Bunda disarankan untuk menjaga asupan kalsium.
Selain minum susu, Bunda juga dapat mengonsumsi daun katuk sebagai sumber kalsium. Kadar kalsium yang rendah dapat mengakibatkan kram otot pada punggung dan kaki, kejang otot, dan kesemutan pada tangan, kaki, yang banyak dialami Bunda saat mengandung.
Beberapa riset menunjukkan bahwa salah satu manfaat daun katuk adalah menurunkan kadar gula darah dan menjaganya tetap stabil. Dengan demikian, daun katuk baik dikonsumsi untuk melindungi tubuh dari risiko diabetes.
Walau memiliki banyak manfaat, Bunda tetap perlu menyeimbangkan asupan yang masuk ke dalam tubuh. Konsumsi daun katuk yang berlebihan dikatakan dapat menyebabkan risiko penyakit bronkitis.
Agar tidak menimbulkan akibat yang mengganggu kesehatan, daun katuk sebaiknya dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Dengan dimasak terlebih dahulu, kandungan anti-protozoa pada daun katuk hilang.
Bunda tidak disarankan mengonsumsi daun katuk seperti makan salad, atau dalam keadaan mentah.
Di sisi lain, memasak daun katuk terlalu lama juga tidak disarankan, karena akan menghilangkan semua manfaat yang terkandung di dalamnya.
Cara mengonsumsi daun katuk yang paling baik adalah merebus daun katuk, bukan dengan cara menggoreng atau menumisnya.
Sumber:
Mother and Beyond. 2021. Bukan hanya untuk ASI, Ini Manfaat Lain Katuk bagi Ibu Menyusui.
Alodokter. 2020. Kandungan dan Manfaat Daun Katuk bagi Kesehatan.
Hello Sehat. 2021. 7 Manfaat Daun Katuk untuk Kesehatan, Termasuk untuk Ibu Menyusui.
Dr Health Benefits. 20 Scientific Health Benefits of Katuk Plant (#Top for Pregnancy & Breastfeeding).
Artikel Unggulan
Panduan agar Tetap Sehat Saat Hamil Muda
Saat Bunda positif hamil, apalagi bila ini adalah kehamilan yang pertama, akan banyak sekali hal yang Bunda perhatikan agar bisa menjalani kehamilan ini dengan ...
Ini Mengapa Bunda Perlu Konsumsi Suplemen Prenatal
Tumbuh kembang janin sangat ditentukan oleh asupan ibu selama mengandung. Oleh karena itu penting bagi ibu untuk memenuhi semua asupan nutrisi penting selama ha...
Ini Penyebab Libido Turun saat Hamil
Masalah yang satu ini kadang cukup membuat Bunda merasa gelisah saat dalam masa kehamilan: libido turun saat hamil. Padahal di berbagai tayangan, film, atau art...
Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id
Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010