main-logo

Apakah Hamil Kebo Pertanda Buruk bagi Janin?

header-image-17947
author-avatar-17947

Ditinjau oleh

dr. Andri Welly, Sp. OG, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Diterbitkan 4 Mei 2023

share-icon

344


Menjalani kehamilan memang bukanlah suatu hal yang mudah apalagi di trimester pertama. Biasanya di trimester ini Bunda mulai mengalami mual dan muntah atau yang biasa disebut morning sickness. Tapi ternyata tak semua Bunda mengalami morning sickness , lho. Kondisi ini biasanya disebut dengan hamil kebo.





Apa itu Hamil Kebo?









Hamil kebo adalah sebutan bagi kehamilan yang tidak disertai gejala kehamilan seperti mual, muntah, dan gejala lain yang biasanya dialami oleh ibu hamil. Pada trimester pertama kehamilan, Bunda sering mengalami gejala morning sickness seperti mual atau muntah. Tapi pada hamil kebo, gejala ini tak muncul sama sekali.





Gejala morning sickness yang biasanya dirasakan Bunda di trimester pertama kehamilan disebabkan karena adanya perubahan hormon yang terjadi di awal kehamilan. Namun, respon tubuh terhadap perubahan hormon ini dapat berbeda-beda pada setiap ibu hamil. Jika Bunda tak mengalami morning sickness , mungkin tubuh Bunda dapat menangani perubahan hormon ini dengan baik.









Selain tidak mengalami morning sickness , beberapa gejala lain yang menandakan bahwa Bunda sedang mengalami hamil kebo antara lain:





  • Tidak sakit kepala.
  • Tidak mengidam makanan tertentu.
  • Tidak sakit punggung.
  • Tidak mudah lelah.
  • Tidak mengalami mood swings (perubahan suasana hati).
  • Tidak memiliki gangguan tidur.




Mungkin hamil kebo atau hamil tanpa keluhan terdengar menyenangkan. Namun, tak jarang kondisi ini justru membuat sebagian Bunda merasa khawatir akan kehamilannya karena merasa hal ini tidak wajar. Apabila Bunda mengalami hamil kebo, tenang saja, Bun. Hamil kebo bukan merupakan tanda-tanda gangguan pada kehamilan karena kondisi ini dapat terjadi pada 20-30% wanita hamil.





Risiko Hamil Kebo









Bagi Bunda yang mengalami hamil kebo, mungkin Bunda termasuk orang yang beruntung karena dapat menjalani masa-masa kehamilan dengan lebih mudah. Salah satu dampak positif dari hamil kebo membuat Bunda tidak cepat merasa lelah seperti kebanyakan ibu hamil lainnya sehingga Bunda dapat menjalani aktivitas seperti biasa.





Namun, dapat menjalani aktivitas tanpa mudah merasa lelah saat hamil kebo bukan berarti Bunda tak perlu beristirahat. Kehamilan yang terasa lebih mudah dijalani saat hamil kebo, kadang membuat ibu hamil melakukan terlalu banyak aktivitas sehingga hal ini dapat membahayakan janin.





Di awal kehamilan, sebaiknya kurangi bekerja melebihi waktu normal atau mengangkat beban yang terlalu berat. Aktivitas yang terlalu berat dapat meningkatkan risiko pendarahan atau yang lebih parahnya, keguguran.





Walaupun tubuh Bunda tak mudah merasa lelah saat hamil kebo, istirahatlah yang cukup agar janin dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Kathy Lee, profesor di Universitas of California San Francisco menyebutkan bahwa ibu hamil yang kurang tidur di malam hari 4,5 kali lebih berisiko melalui proses persalinan yang panjang dibandingkan dengan ibu yang cukup beristirahat.





Istirahat yang cukup saat hamil akan membuat janin lebih sehat. Bahkan jika memungkinkan, biasakan tidur siang karena pasalnya, ibu hamil memerlukan waktu istirahat yang lebih untuk menjaga kesehatan kehamilannya. Namun, bukan berarti hal ini membuat Bunda menjadi malas bergerak, ya.





Risiko lainnya dari hamil kebo adalah Bunda menjadi rentan mengalami obesitas. Ibu hamil yang tidak mengalami morning sickness pada hamil kebo juga berarti memiliki kesempatan untuk mencukupi asupan nutrisi dengan lebih baik. Namun, hati-hati, Bun. Saat hamil kebo, nafsu makan justru menjadi sering tak terkontrol. Jika Bunda tak menjaga pola makan dengan baik, hal ini pun dapat menyebabkan obesitas.









Obesitas saat hamil dapat membahayakan Bunda dan janin. Selain dapat menghambat aktivitas, obesitas dapat meningkatkan berbagai macam risiko gangguan kehamilan seperti diabetes gestasional, tekanan darah tinggi (pre-eklampsia), penggumpalan darah, persalinan yang sulit karena janin terlalu besar, serta keguguran atau proses persalinan menjadi macet. Janin yang lahir dari ibu hamil yang mengalami obesitas juga memiliki kemungkinan cacat lahir dan berat badan berlebih.





Maka dari itu, jika Bunda mengalami hamil kebo, penting bagi Bunda untuk tetap menjaga pola makan yang seimbang. Tidak memiliki gangguan makan saat hamil bukan berarti Bunda dapat makan secara berlebihan. Konsumsi makanan yang bernutrisi dan perhatikan jumlah kalori yang dikonsumsi agar Bunda terhindar dari risiko obesitas.





Sumber:





Healthline. 2020. No morning Sickness? You Don’t Need to Worry





Babycenter. 2021. Pregnant with No Pregnancy Symptoms





Very well Family. 2020. Is Absence of Morning Sickness a Sign of Miscarriage?





Pediatric Research. 2011. Obesity in Pregnancy: Implications for the Mother and Lifelong Health of the Child. A Consensus Statement.





The Bump. 2018. Naps During Pregnancy Might Have an Amazing Benefit for Baby


Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010