main-logo
header-image-13663
author-avatar-13663

Ditinjau oleh

dr. Mutia Winanda, M.Gizi, Sp. GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Konselor Laktasi

Diterbitkan 4 Agt 2021

share-icon

286


Saat hamil biasanya Bunda sering merasa mual, tidak enak badan, bahkan hingga muntah. Jahe biasanya diberikan untuk mengatasi masalah ini. Apa sebenarnya kandungan di dalam jahe dan apakah jahe untuk ibu hamil aman? Temukan jawabannya di sini. 





Rimpang yang Populer di Dunia





jahe untuk ibu hamil




Jahe atau yang dalam bahasa Latinnya disebut Zingiber officinale merupakan rimpang atau umbi herbal yang sangat populer di Asia, termasuk di Indonesia. Jahe banyak digunakan dalam masakan sebagai penambah cita rasa, juga sebagai minuman rempah yang menyehatkan.





Jahe untuk Kehamilan









Untuk mengatasi rasa mual dan ingin muntah saat hamil, banyak orang mencoba untuk mengonsumsi jahe. Dengan diseduh dalam air panas sebagai minuman teh jahe, dicampurkan di dalam kuah sup, maupun dikonsumsi dalam bentuk manisan atau permen. 





Aroma dan cita rasa pedas yang dihasilkan oleh rimpang jahe dapat membantu mengurangi mual dan muntah, berkat kandungan senyawa gingerols dan shogaols di dalamnya.





Kedua senyawa ini dinilai dapat berfungsi sebagai reseptor di dalam sistem pencernaan dan mempercepat pengosongan lambung, sehingga akhirnya dapat membantu mengurangi rasa ingin muntah tersebut. 





Mengonsumsi jahe untuk ibu hamil terbilang cukup aman, selama dikonsumsi secara wajar. Konsumsi jahe yang berlebihan, menurut para pakar medis dapat memberi berbagai efek negatif, misalnya mulas, nyeri ulu hati, diare, bahkan iritasi mulut. 





Dalam kehamilan, jahe juga disebut-sebut dapat menjadi faktor penyebab berat badan lahir rendah pada bayi, kecacatan lahir, maupun keguguran. Meski demikian, bukti-bukti ilmiah yang menyertainya masih rendah atau belum dapat dinyatakan secara pasti. 





Manfaat Jahe untuk Kehamilan





jahe untuk ibu hamil




Berikut ini adalah beberapa manfaat dari jahe untuk ibu hamil, yaitu:





  • Membantu mempertahankan kadar kolesterol.
  • Memperlancar peredaran darah, sehingga aliran darah ke janin juga menjadi lebih baik.
  • Membantu mengatasi gejala batuk dan flu. Saat hamil, sistem imun tubuh cenderung menurun sehingga Bunda mudah terserang infeksi-infeksi ringan seperti batuk dan flu. Jahe dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga Bunda bisa pulih lebih cepat.
  • Membantu penyerapan nutrisi dalam tubuh. Karena jahe dapat menstimulasi lambung dan enzim pada organ pankreas, nutrisi akan dapat terserap lebih baik untuk Bunda maupun si Kecil.
  • Membantu mengatasi rasa kembung. Rasa hangat yang diberikan oleh jahe di dalam perut dapat mengurangi rasa kembung maupun timbunan gas di dalam perut. 
  • Dapat membantu mengurangi heartburn atau rasa panas seperti terbakar pada dada. 




Rekomendasi Takaran Jahe untuk Ibu Hamil









Teh jahe dianggap aman untuk ibu hamil, selama dikonsumsi dalam takaran yang wajar. 





Meski belum terdapat standarisasi dosis untuk konsumsi jahe untuk ibu hamil, beberapa penelitian ilmiah menyarankan dosis maksimalnya per hari adalah 1 gram. Ini kira-kira sama dengan 4 cangkir teh jahe siap minum, atau teh jahe yang dibuat sendiri di rumah dengan takaran jahe segar yang sudah diparut sebanyak 1 sendok teh. 





Cara Konsumsi Jahe untuk Ibu Hamil









Pada dasarnya jahe dapat dinikmati dalam berbagai cara, baik segar maupun yang sudah dikeringkan. Berikut ini adalah beberapa ide olahan jahe untuk ibu hamil:





1. Teh jahe lemon





Terutama saat merasa mual dan ingin muntah, Bunda dapat membuat resep teh lemon jahe ini yang cukup mudah untuk disiapkan.





Campur kira-kira 1 sendok teh jahe segar yang sudah dimemarkan (bila Bunda tidak suka pedas, kurangi takaran jahenya), tambah dengan perasan setengah buah lemon dan satu sendok teh madu, juga 2-3 lembar daun mint yang sudah dicincang bila suka.





Seduh dengan air panas, diamkan beberapa saat, lalu minum. 





2. Campuran di dalam kuah sup ayam





Dalam kuah kaldu sup ayam yang Bunda siapkan, masukkan sekitar 1 sendok teh irisan jahe segar sebagai penambah cita rasa, juga untuk meredakan rasa mual.





Bunda, ingatlah untuk selalu berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi ramuan herbal ataupun suplemen apapun yang mengandung jahe agar lebih aman. 









Sumber:





Healthline. 2020. Ginger Tea in Pregnancy: Benefits, Safety, and Directions.





Alodokter. 2020. Manfaat dan Risiko Jahe untuk Ibu Hamil.





Parenting First Cry. 2018. Consuming Ginger During Pregnancy.










Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010