main-logo

Bolehkah Ibu Hamil Melakukan Perjalanan Jauh Naik Motor, Mobil, Kapal Laut atau Pesawat?

header-image-18566
author-avatar-18566

Ditinjau oleh

dr. Andri Welly, Sp. OG, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Diterbitkan 1 Sep 2023

share-icon

36705


Menjelang hari raya Idul Fitri, tradisi orang Indonesia adalah melakukan mudik pulang kampung ke daerah asal masing-masing. Mudik yang dilakukan umumnya dari Jakarta ke kota-kota besar seperti Jogjakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, atau mungkin Kalimantan. 





Perjalanan yang ditempuh ke kota-kota tersebut bukanlah perjalanan pendek. Masyarakat yang melakukan mudik harus menempuh jalan jauh melalui mobil, motor, kapal laut, atau pesawat. Bagaimana jika Bunda sedang hamil dan harus melakukan mudik? 





Kehamilan memang sering menjadi kendala seseorang bepergian. Namun, di sisi lain, keinginan untuk mudik atau berlibur juga besar. Jadi, amankah ibu hamil melakukan perjalanan jauh? 





Hal yang Wajib Diperhatikan Ibu Hamil Jika Melakukan Perjalanan Jauh









Sebenarnya ibu hamil tidak disarankan melakukan perjalanan jauh, baik dengan mobil, kapal, pesawat, apalagi motor. Perjalanan jauh tak hanya membuat tubuh menjadi lelah, tetapi janin juga bisa merasa stres. Bunda juga tidak dapat membaringkan badan dan mungkin harus duduk berjam-jam. 





Namun, jika memang ada keperluan mendesak, melakukan perjalanan jauh boleh dilakukan, asal Bunda memerhatikan hal-hal berikut ini:





  1. Tidak dalam umur kehamilan trimester pertama




Pada trimester pertama, umumnya ibu hamil akan mengalami sejumlah kondisi seperti mual, pusing, muntah serta lemas. Kondisi seperti ini tentu sangat tidak nyaman terutama bepergian jauh terutama jika menaiki kendaraan bermotor. Maka dari itu, hindari bepergian jauh di trimester pertama. Hal lain yang mungkin menjadi perhatian Bunda apabila bunda mengalami flek/ perdarahan pada kehamilan awal. Flek/ perdarahan merupakan tanda awal kondisi kehamilan sedang tidak baik-baik saja. 





  1. Tidak dalam umur kehamilan minggu 34 ke atas




Risiko persalinan juga besar terjadi jika bepergian di umur kehamilan minggu 34 ke atas. Maka dari itu, hindari juga bepergian jauh di umur kehamilan ini. Selain itu, perut yang besar juga akan terasa nyeri jika mengalami guncangan berat. Hal ini tak hanya menimbulkan risiko persalinan prematur, tetapi juga akan dapat memberikan dampak pada janin yang akan dilahirkan. Perjalanan udara membatasi tidak boleh dilakukan jika usia kehamilan sudah di atas 32-34 minggu.





  1. Dalam kondisi yang fit dan sehat




Lalu, Bunda juga perlu memastikan pada dokter apakah kehamilan Bunda aman untuk melakukan perjalanan jauh, khususnya bagi yang menaiki sepeda motor. Bila Bunda pernah mengalami keguguran, flek darah, atau kram perut, dokter mungkin tidak menyarankan Bunda untuk bepergian jauh. 





Tips Melakukan Perjalanan Jauh dengan Pesawat Terbang









Sebelum memutuskan untuk bepergian jauh dengan pesawat , ada beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan:





  • Diskusikan setiap potensi risiko khusus untuk kehamilan Bunda dengan dokter. Misalnya, seorang wanita dengan diabetes gestasional atau kehamilan ganda umumnya disarankan untuk tidak terbang pada usia kehamilan lanjut.
  • Sebagian besar maskapai umumnya meminta catatan dokter akan izin terbang saat hamil.
  • Minta maskapai penerbangan untuk mengizinkan Bunda duduk di kursi paling depan dekat pintu keluar untuk ruang kaki ekstra. Selain itu, kursi terdepan juga memudahkan Bunda untuk pergi ke toilet atau meminta pertolongan pramugari.
  • Jika tidak memungkinkan untuk duduk di kursi terdepan, pastikan kursi Bunda berada di lorong. Hal ini untuk memudahkan Bunda lalu lalang ke toilet atau sekadar meluruskan kaki.  
  • Kenakan sabuk pengaman di bawah perut dan di pangkuan Anda.
  • Regangkan dan gerakkan kaki secara teratur sambil duduk. Tekanan kabin yang lebih rendah di dalam pesawat secara teoritis dapat meningkatkan risiko pembekuan darah.
  • Minum banyak air untuk mengurangi risiko dehidrasi. Jika penerbangan lancar, berjalanlah naik turun gang setiap setengah jam.
  • Jika Bunda merasa sesak napas atau pusing, mintalah salah satu pramugari untuk memberi Anda oksigen pernapasan.




Tips Melakukan Perjalanan Jauh dengan Mobil saat Hamil









Perjalanan jauh dengan mobil juga tak kalah melelahkan. Apalagi jika Bunda harus menghadapi kemacetan di jalan. Namun, apakah ibu hamil boleh bepergian jauh dengan mobil? Jawabannya, boleh, asal Bunda mencatat beberapa hal ini sebelum bepergian jauh dengan mobil.





  • Sering-seringlah berhenti untuk beristirahat serta meregangkan kaki dan ke toilet.
  • Selalu pakai sabuk pengaman. Pakai sabuk di antara payudara dan perut atas, serta di bagian bawah perut untuk menahan guncangan. 
  • Hindari memakai seat belt langsung di atas perut. Sentakan tiba-tiba dapat menyebabkan tekanan pada perut.
  • Jika Bunda duduk di kursi penumpang depan, mundurkan kursi ke arah paling jauh dari dasbor untuk mengurangi dampak airbag jika terjadi tabrakan.
  • Siapkan bantal untuk menopang pinggang agar tidak terlalu pegal selama perjalanan. Lalu, siapkan juga obat-obatan, selimut atau jaket, dan perlengkapan lain yang sekiranya dibutuhkan.




BACA: Saat Hamil, Bolehkah Menyetir?





Tips Melakukan Perjalanan Jauh dengan Kapal Laut saat Hamil









Perjalanan menggunakan kapal laut juga sering dijadikan pilihan bagi ibu hamil yang melakukan mudik. Kapal laut termasuk moda transportasi yang terbilang cukup aman. Namun, Bunda juga perlu memerhatikan beberapa hal sebelum melakukan perjalanan dengan kapal laut:





  1. Pastikan perlindungan serta pelayanan medis yang tersedia di kapal laut
  2. Siapkan obat anti mual-muntah, obat anti mabuk perjalanan darat (anti motion sickness), minyak kayu putih, essential oil , dan semacamnya untuk berjaga-jaga jika Bunda mengalami mual.




Bolehkah Ibu Hamil Bepergian Jauh dengan Motor?





naik motor saat hamil




Sebaiknya, ibu hamil tidak melakukan perjalanan jauh menggunakan motor. Selain itu, pengaman yang ada pada motor hanyalah helm. Jadi, kemungkinan mengalami luka parah saat kecelakaan, lebih besar jika dibandingkan dengan menaiki moda transportasi lainnya. 





Kemudian, kebanyakan ibu hamil juga mudah merasa pusing dan mengantuk. Hal ini sangat berbahaya untuk ibu hamil yang ingin melakukan perjalanan jauh dengan motor. Selain itu, motor juga tidak memiliki sandaran sehingga Bunda harus duduk tegak selama perjalanan. Hal ini tak hanya membuat pegal, tetapi juga gangguan tulang belakang di kemudian hari. 





Jadi, bila harus melakukan perjalanan jauh, lebih baik Bunda memilih moda transportasi tercepat dan ternyaman.





BACA: Panduan Aman Naik Motor Saat Hamil





Sumber:





NHS UK. 2021. Travelling in Pregnancy





Better Health Channel. Pregnancy and Travel






Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010