Cara Aman Menggendong Bayi di Berbagai Usia
Ditinjau oleh
dr. Anita Halim, Sp.A, Dokter Spesialis Anak
Diterbitkan 8 Jun 2021
1621
Menggendong bayi bisa jadi hal yang menakutkan, terutama bagi orang tua baru. Namun lama kelamaan menggendong bayi bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan, bagi orang tua, dan terutama untuk bayi.
Saat awal belajar menggendong bayi, ibu dapat latihan menggendongnya sambil duduk. Kemudian setelah mulai terbiasa, ibu dapat menggendongnya dalam berbagai posisi berbeda.
Saat mengangkat bayi dari tempatnya berbaring, bungkukkan badan ibu mendekati bayi. Angkat dan dekatkan bayi ke dada ibu, baru perlahan tegakkan punggung. Cara ini menjamin keamanan bayi dan juga dapat menjaga kesehatan sendi dan tulang belakang ibu. Setelah itu ibu dapat menyesuaikan gendongan sesuai usia dan kenyamanan.
Saat menggendong bayi baru lahir, ibu dan Ayah perlu ekstra hati-hati terutama dengan tempurung kepalanya yang masih lembut. Hal terpenting adalah menjaga agar kepala dan leher bayi selalu tersangga.
Tempatkan satu telapak tangan di bawah tengkuk bayi, dengan jari telunjuk ibu menyangga kepala bayi. Kemudian tempatkan satu tangan lain di bawah badan bayi, dengan telapak tangan menyangga bagian bokong bayi.
Setelah posisi tangan dirasa tepat menyangga seluruh badan bayi, perlahan angkat dan dekatkan bayi ke dada sambil ibu menegakkan punggung. Setelah ibu berdiri nyaman, perlahan tempatkan kepala bayi pada lekukan lengan ibu, dan badan bayi telentang dengan punggung dan kaki disangga lengan.
Posisi ini disebut cradle hold , merupakan posisi yang paling mudah dan nyaman untuk bayi hingga usia beberapa minggu. Dengan posisi menggendong ini, ibu dapat memandang dan berinteraksi dengan bayi. Satu lengan Bunda yang bebas dapat membantu menyangga tubuh bayi atau dapat melakukan hal yang lain.
Pada usia 1-2 bulan ke atas, bayi perlahan sudah dapat menegakkan kepalanya. Ibu dapat menggendongnya dengan selendang sambil memastikan kepala bayi ada pada bagian yang terlindungi, dan leher pada posisi lurus (tidak tertekuk atau mendongak), dan pastikan bayi tetap dapat bernapas dengan nyaman.
Di usia ini bayi umumnya sudah dapat menegakkan dan kuat menyangga kepalanya sehingga ibu dapat menggendongnya dalam posisi tegak/vertikal, dengan perut dan wajah menghadap dada dan perut ibu. Posisi ini disukai bayi karena mereka dapat mendengarkan detak jantung Bunda.
Selain itu ibu juga dapat menggendongnya dengan posisi menggendong di pundak ( shoulder hold ). Posisi ini disukai bayi yang lehernya mulai kuat dan kemampuan visualnya sudah berkembang karena membuatnya dapat melihat banyak hal baru dari atas pundak ibu.
Posisi ini dilakukan dengan menggendong bayi vertikal, dengan wajah/kepala bayi bersandar pada pundak ibu. Jangan lupa untuk tetap menyangga kepala dan leher bayi dengan satu tangan, dan tangan lain menyangga bokong.
Pada usia di atas 5 bulan, posisi menggendong di pundak ( shoulder hold ) masih menjadi pilihan. Bayi 5-6 bulan sudah dapat menyangga kepalanya sendiri dengan kuat sehingga ibu dapat menggendongnya dengan gendongan bayi menghadap ke depan atau ke arah ibu. Punggung bayi masih tetap harus disangga.
Sebagian besar bayi di usia ini sudah memiliki kontrol leher dan punggung yang baik. Mereka sudah dapat menahan tubuhnya dalam posisi duduk. Bayi dengan kemampuan ini sudah dapat digendong dalam posisi duduk diatas lengan ibu. Lengan ibu yang bebas tetap berjaga menyangga badan bayi, di punggung atau di bawah ketiak bayi.
Posisi menggendong di pundak, merupakan posisi yang paling sering digunakan untuk membantu bayi bersendawa ( burping ). Posisi lain yang sering dilakukan untuk membantu bayi kecil bersendawa adalah dengan membaringkan bayi pada posisi tengkurap di sepanjang lengan, dengan wajah/kepala berada di lekukan lengan ibu. Kaki bayi berada pada telapak tangan ibu. Kepala bayi berada pada posisi yang lebih tinggi dari perut dan kaki bayi.
Pastikan ibu dalam kondisi tenang saat menggendong bayi. Di samping itu beberapa hal di bawah ini bisa menjadi panduan:
Menggendong bayi merupakan salah satu cara ibu dan Ayah membangun ikatan ( bonding ) dengan bayi. Saat menggendong si kecil, ibu dan Ayah juga dapat berinteraksi dan lebih mengerti bahasa tubuh bayi. Yuk, jadikan momen menggendong bayi menjadi waktu yang menyenangkan untuk bayi dan ibu serta Ayah.
Sumber:
Artikel Unggulan
Panduan agar Tetap Sehat Saat Hamil Muda
Saat Bunda positif hamil, apalagi bila ini adalah kehamilan yang pertama, akan banyak sekali hal yang Bunda perhatikan agar bisa menjalani kehamilan ini dengan ...
Ini Mengapa Bunda Perlu Konsumsi Suplemen Prenatal
Tumbuh kembang janin sangat ditentukan oleh asupan ibu selama mengandung. Oleh karena itu penting bagi ibu untuk memenuhi semua asupan nutrisi penting selama ha...
Ini Penyebab Libido Turun saat Hamil
Masalah yang satu ini kadang cukup membuat Bunda merasa gelisah saat dalam masa kehamilan: libido turun saat hamil. Padahal di berbagai tayangan, film, atau art...
Artikel Terkait
Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id
Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010