main-logo
header-image-10086
author-avatar-10086

Ditinjau oleh

dr. Linda Lestari, Sp.OG, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Diterbitkan 21 Okt 2022

share-icon

1866


Saat sebagian ibu hamil mengeluh menderita sembelit, ibu hamil lainnya mengeluh menderita diare. Kedua masalah ini memang umum diderita oleh ibu hamil; sekitar sepertiga ibu hamil menderita diare dan sembelit selama kehamilan. Namun ada mitos bahwa diare saat hamil dapat memicu keguguran. Benarkah?





Daripada percaya mitos yang belum pasti kebenarannya, lebih baik Bunda simak informasi berikut tentang diare yang terjadi saat hamil.





Penyebab Diare saat Hamil





diare sebabkan keguguran




Diare terjadi saat Bunda buang air besar dengan kondisi feses yang cair dengan frekuensi lebih dari tiga kali dalam sehari. Penyebab diare saat hamil bisa karena kondisi yang disebabkan oleh kehamilan, tapi ada juga yang tidak. 





Beberapa penyebab diare yang berhubungan dengan kehamilan misalnya:





  • Perubahan pola makan. Mengubah pola makan saat hamil menjadi lebih sehat dan bernutrisi penting untuk membantu tumbuh kembang janin. Namun kadang perubahan pola makan mendadak bisa membuat saluran pencernaan tak bisa menyesuaikan sehingga terjadi diare.
  • Perubahan hormon. Terjadinya perubahan hormon pada ibu hamil dapat mempercepat kerja sistem pencernaan, yang dapat memicu terjadinya diare.
  • Lebih sensitif terhadap makanan. Baik makanan yang baru pertama kali Bunda konsumsi dan yang sudah pernah dikonsumsi sebelumnya dapat menyebabkan hal ini. 
  • Konsumsi vitamin kehamilan. Pada sebagian ibu hamil, konsumsi vitamin saat kehamilan dapat menyebabkan diare, begitu pula saat berganti merek produk vitamin. 




Sedangkan penyebab diare saat hamil yang tidak berhubungan dengan kehamilan di antaranya adalah keracunan makanan, infeksi virus atau bakteri, dan flu perut.





Beberapa kondisi kesehatan juga membuat diare terjadi lebih sering, misalnya sindrom iritasi usus, penyakit celiac, dan penyakit Crohn.  





Penanganan Diare saat Hamil yang Disarankan









Komplikasi dari terjadinya diare adalah dehidrasi yang dapat berdampak serius bagi ibu hamil.





Selain mencukupi kebutuhan air putih sebanyak 2,5 liter per hari untuk ibu hamil, Bunda juga dapat minum jus buah murni, air kaldu, atau oralit untuk mengganti elektrolit yang hilang. Hindari kopi, teh, susu, minuman bersoda, atau minuman bergula tinggi.





Untuk sementara, jauhi dulu makanan yang pedas dan berbumbu kuat, makanan berlemak, dan gorengan. Bunda bisa mengadaptasi metode diet BRAT yang umum dilakukan saat diare, yaitu banana , rice , applesauce , dan toast .





Tambahkan makanan bernutrisi lainnya yang mudah dicerna seperti kentang, sayuran masak, telur rebus, dan daging sapi tanpa lemak. 





Diare saat hamil biasanya akan berhenti dengan sendirinya setelah beberapa hari. Namun Bunda perlu waspada jika diare sudah berlangsung lebih dari dua hari dan frekuensi buang air besar tidak berkurang. 





Tanda-tanda lain yang perlu diwaspadai adalah adanya darah di feses, demam, dan rasa sakit di perut bagian bawah. Segera hubungi dokter kandungan untuk penanganan yang tepat.





Benarkah Dapat Memicu Keguguran?









Walau belum terbukti kebenarannya, namun mitos bahwa diare saat hamil dapat memicu keguguran dapat dimengerti. Rasa kram di perut yang biasa muncul saat diare terasa serupa dengan kram perut saat terjadinya keguguran. 





Selain itu, ada kekhawatiran bahwa gerakan usus yang lebih intens ketika buang air besar saat diare dapat mendorong bayi keluar sebelum waktunya. Apalagi rasanya sama seperti saat melahirkan saat Bunda harus mengejan untuk mendorong bayi keluar.





Namun Bunda tak perlu khawatir karena hal ini hanya mitos. Organ-organ reproduksi memiliki fungsi yang berbeda dengan organ-organ pencernaan, sehingga masalah di saluran pencernaan tidak akan mempengaruhi organ-organ reproduksi.





Hal ini berbeda dengan kondisi pada trimester terakhir kehamilan saat ibu hamil memang lebih sering mengalami diare, terutama beberapa minggu menjelang HPL. Kondisi ini disebabkan tubuh mulai menyesuaikan untuk proses melahirkan dengan mengendurkan otot-otot. 





Pada trimester ini, diare kadang disertai dengan adanya kontraksi rahim. Walau banyak yang mengalaminya, tapi tak semua ibu hamil mengalami diare saat mendekati HPL. Jadi Bunda tak perlu khawatir kalau termasuk ibu hamil yang tidak mengalaminya.









Sumber:





What to Expect. 2020. Diarrhea during Pregnancy.





Healthline. 2018. Remedies for Diarrhea during Pregnancy.





American Pregnancy Association. 2013. Diarrhea in Pregnancy.





Alodokter. 2019. Diare pada Ibu Hamil.





Verywell Family. 2020. Tummy Trouble During Pregnancy.










Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010