main-logo

Efek Negatif Pelekatan Menyusui yang Kurang Tepat

header-image-11384
author-avatar-11384

Ditinjau oleh

dr. Mutia Winanda, M.Gizi, Sp. GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Konselor Laktasi

Diterbitkan 10 Jun 2021

share-icon

4908


Salah satu faktor yang menentukan kesuksesan menyusui adalah pelekatan menyusui atau latching . Pelekatan adalah saat bayi memasukkan puting dan sebagian besar areola (area gelap di sekitar puting) ke dalam mulutnya, lalu mengeluarkan ASI dari payudara ibu. 





Pelekatan yang tepat akan menghindari Bunda merasa kesakitan saat menyusui dan ASI dapat keluar dengan lancar. Posisi menyusui juga penting untuk diperhatikan. Jika kedua hal ini sudah tepat, maka Bunda akan terhindar dari masalah-masalah yang dihadapi saat menyusui. 





Tanda-Tanda Pelekatan Menyusui yang Kurang Tepat





pelekatan menyusui




Biasanya payudara dan puting Bunda terasa nyeri saat menyusui pada minggu-minggu pertama menyusui.





Namun jika rasa nyeri terus berlanjut ditambah dengan puting payudara menjadi lecet dan luka-luka, itu bisa berarti pelekatan menyusui yang kurang tepat.





Saat mulut bayi tidak melekat sempurna ke puting payudara Bunda, maka yang ia lakukan adalah hanya menghisap puting tanpa dapat memerah ASI keluar dari payudara. Bayi akan merasa karena frustrasi karena ASI tidak keluar sebanyak yang ia butuhkan. 





Begitu juga saat Bunda mendengar suara decak yang keras, kemungkinan besar bayi hanya mengisap puting. 





Jika kedua hal tersebut terjadi, maka Bunda bisa lepaskan mulut bayi dari payudara dan menghentikan proses menyusui. Lalu dicoba lagi beberapa saat kemudian dengan pelekatan yang tepat.





Tanda-tanda lain yang menandakan pelekatan menyusui kurang tepat di antaranya adalah:





  • Bayi berusaha menyedot ASI sampai kedua pipinya cekung ke dalam.
  • Bibirnya terlipat ke arah dalam mulut dan tidak ke arah luar (seperti bibir ikan).
  • Setelah proses menyusui, bayi malah rewel dan frustrasi, serta terlihat masih lapar.
  • Setelah beberapa saat, berat badan bayi tidak bertambah sesuai pertumbuhan pada usianya, bahkan kemudian berat badannya cenderung turun.  




Pelekatan yang kurang tepat lama kelamaan dapat membuat ibu merasa stres saat menyusui, produksi ASI menyusut, dan bayi pun malas menyusu. Karena itu harus segera diperbaiki dengan cara yang tepat.





Pelekatan Menyusui yang Tepat, Seperti Apa?













Untuk mendukung terjadinya pelekatan menyusui yang tepat, maka sebaiknya proses menyusui dilakukan di tempat yang sepi dan tenang, misalnya di kamar. 





Tingkatkan ikatan Bunda dengan bayi dengan menggendongnya skin-toskin , yaitu kulit bayi menyentuh kulit dada Bunda. Sangga bagian leher, bahu, dan pinggul bayi dengan tangan Bunda. 





Jika sudah nyaman, lakukan langkah-langkah berikut: 





  1. Dekatkan bayi ke payudara dengan posisi hidung sejajar puting. Hindari memaksa bayi untuk melekat ke puting.
  2. Biarkan kepala bayi sedikit mendongak agar bibir atasnya menyentuh puting. Ini akan membantu membuat mulutnya terbuka lebar.
  3. Saat mulut terbuka lebar, dagu bayi akan menyentuh bagian bawah payudara terlebih dahulu. Dengan kepala yang sedikit mendongak, lidah bayi akan meraih puting dan areola bagian bawah untuk masuk ke mulut. 
  4. Saat puting dan sebagian besar areola sudah masuk ke mulut bayi, maka bayi akan mulai menyusu. 




Pelekatan menyusui yang sudah tepat ditandai dengan:





  • Dagu bayi menempel ke payudara ibu bagian bawah dan hidungnya tidak tertutup payudara.
  • Areola yang berada di bawah puting akan masuk semua ke dalam mulut bayi, sementara areola bagian atas tersisa sedikit.
  • Bibir bayi terlipat keluar, terutama bibir bagian bawah.
  • Jika bibir bawahnya ditarik ke bawah, maka akan terlihat lidah. 
  • Pipi terlihat bulat dan penuh.
  • Rahang bayi terlihat bergerak-gerak sebagai tanda ia menelan, begitu juga dengan kedua telinganya terlihat bergoyang-goyang.  
  • Begitu bayi selesai menyusu, puting payudara tidak berubah bentuk atau rata.
  • Bayi terlihat puas dan kenyang begitu selesai menyusu, ditandai dengan ia terlihat rileks, mudah terlepas dari payudara, dan/atau tertidur.




Jika Bunda sudah berusaha menerapkan langkah-langkah pelekatan menyusui yang tepat tapi masih belum berhasil, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter anak dan konsultan laktasi agar masalah dapat segera diatasi. 









Sumber:





IDAI. 2013. Posisi dan Perlekatan Menyusui dan Menyusu yang Benar.





American Pregnancy Association. 2012. Breastfeeding Latch.





What to Expect. 2020. How to Get a Proper Breastfeeding Latch.





Verywell Family. 2020. The Signs of a Good Breastfeeding Latch.










Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010