main-logo
header-image-16702
author-avatar-16702

Ditinjau oleh

dr. Fella Halimah Pratami, Sp.OG, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Diterbitkan 11 Agt 2022

share-icon

4922


Mengawasi adanya gerakan janin pada proses kehamilan wajib dilakukan. Bila kehamilan menunjukkan gerakan janin yang normal, artinya janin di dalam kandungan berkembang dengan baik. Namun, bagaimana bila gerakan janin kurang? Apakah pergerakan yang lambat selalu berarti buruk?





Gerakan Janin Tiap Trimester





gerakan janin kurang




Bunda dapat mulai merasakan gerakan janin pada trimester kedua kehamilan, atau pada usia kehamilan ke-16 sampai ke-22 minggu.





Bunda yang sudah mengandung sebelumnya, biasanya mulai dapat merasakan gerakan Si Kecil lebih cepat dari Bunda yang belum pernah hamil.





Gerakan pertama janin berupa gerakan-gerakan halus, seperti belaian atau kedutan ringan. Pada tahapan ini, gerakan janin mungkin masih agak jarang dirasakan dan dapat datang secara tiba-tiba.





Seiring perkembangan janin, Bunda akan semakin sering merasakan gerakannya yang juga bertambah keras. Gerakan janin dapat berupa tendangan, tonjokan, dan sikutan.





Pada trimester ketiga, gerakan janin akan lebih muncul pada waktu-waktu tertentu yang lebih pasti. Pada level ini, orang lain juga sudah dapat melihat cetakan tendangan atau pukulan janin di bawah kulit Bunda.





Pentingnya Menghitung Tendangan Janin





fetal doppler adalah




Pada kehamilan trimester ketiga, ukuran janin sudah cukup besar, dan membuatnya mulai kurang leluasa bergerak dalam kandungan.





Hal ini berakibat pada kurangnya gerakan pada janin. Pada tahapan inilah, tepatnya mulai kehamilan minggu ke-28, Bunda harus mulai rajin menghitung tendangan bayi.





Dengan rajin memantau tendangan janin, Bunda akan yakin akan keadaan Si Kecil yang baik-baik saja dalam kandungan.





Bunda disarankan untuk menghitung tendangan bayi setiap harinya pada waktu yang sama. Pada waktu tersebut, Bunda perlu menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan janin untuk melakukan 10 kali tendangan.





Bila Bunda tidak merasakan adanya 10 gerakan dalam 1 jam, Bunda dapat memicu gerakan bayi dengan mengganti posisi atau makan camilan. Kemudian hitung kembali. 





Apabila terdapat 10 gerakan janin sebelum mencapai durasi waktu dua jam dari awal Bunda menghitung, maka janin dalam keadaan sehat.





Buat tabel yang menunjukkan penghitungan gerakan bayi dari hari ke hari, sehingga Bunda dapat mengawasi bila gerakan janin menurun dari hari-hari sebelumnya.





Penyebab Gerakan Janin Kurang





penyebab gerakan janin kurang




Selain ukuran janin yang semakin membesar dan membatasi gerakan, ada beragam sebab mengapa Bunda merasa gerakan janin kurang.





Faktor-faktor yang menyebabkan gerakan bayi kurang termasuk:





Bunda aktif berkegiatan





Kesenangan bayi diayun ternyata berkaitan dengan kebiasaan bayi selama masih dalam kandungan. Dengan pergerakan yang Bunda lakukan, janin malah dapat cepat terlelap tidur. 





Tidak heran, bila Bunda sedang aktif sepanjang hari, Bunda tidak dapat merasakan gerakan janin, karena kemungkinan janin sedang terlelap.





Aktivitas Bunda yang padat juga dapat menyebabkan gerakan janin minim karena Bunda tidak terlalu merasakannya. 





Baru saja melakukan hubungan seks





Beberapa janin bisa saja malah aktif bergerak saat Bunda sedang melakukan hubungan seks. Namun janin lain justru malah terlelap karena ayunan dari ritme dan kontraksi orgasme.





Ukuran janin terlalu kecil





Pada trimester kedua kehamilan, karena ukuran janin masih kecil, jadi tidak heran bila Bunda baru merasakan gerakan janin  kembali dalam beberapa hari setelah gerakan terakhir. 





Janin tidur





Di dalam kandungan, janin juga memerlukan waktu tidur yang cukup lama, yaitu selama 17 jam sehari, masing-masing selama 40-50 menit. Jadi bila Bunda tidak merakan gerakan janin kemungkinan janin  sedang tertidur.





Apalagi janin biasanya tidur justru saat Bunda melakukan aktivitas, dan bangun pada saat Bunda sedang mengantuk dan tidur.





Kepala janin masuk panggul





Janin yang sudah mendekati waktu kelahiran berada pada posisi kepala di bawah atau masuk panggul. Pada posisi ini, janin telah sedikit melakukan gerakan dan menjadi pertanda sudah mendekati waktu persalinan.





Selain faktor-faktor tanpa risiko di atas, gerakan janin kurang atau tidak terasa sama sekali dapat juga menjadi pertanda buruk. Gerakan janin kurang bisa berarti bahaya seperti leher bayi terlilit tali pusar, air ketuban sedikit, atau kondisi plasenta terlepas.





Oleh karena itu, memerhatikan dan memiliki kebiasaan menghitung gerakan janin sangat penting sebagai tindakan preventif terjadinya bahaya pada kandungan.





Memancing Gerakan Janin





Di dalam rahim, ternyata janin dapat mendengar dan merespons apa yang terjadi di luar kandungan. Oleh karena itu, melakukan beberapa hal berikut, bisa menjadi cara memancing gerakan janin sebelum Bunda memutuskan adanya pertanda bahaya pada kehamilan:





Makan camilan





Janin akan memberikan respons terhadap naiknya kadar gula darah dalam tubuh. Hal ini biasanya terlihat setelah Bunda mengonsumsi camilan atau makanan ringan.





Mengarahkan sinar ke perut





Di usianya yang ke-22 minggu, janin sudah dapat merespons cahaya. Ia akan menghindar bila cahaya yang menerpa perut Bunda terlalu terang. Jadi, ketika Bunda menyinari perut dengan senter, bisa jadi janin akan mengubah posisinya untuk menghindari arah datangnya cahaya.





Mengajak bicara Si Kecil





Selain merespons cahaya, di minggu ke-22 janin juga sudah bisa mendengar suara termasuk aliran darah, suara Bunda, dan suara-suara di lingkungan sekitar. Kadang kala janin memberikan respons dengan menggerakkan kepala atau bahkan melompat.





Menyentuh perut





Hal paling mudah untuk memancing gerakan janin adalah dengan menyapanya melalui sentuhan. Jika ingin merasakan gerakannya, coba sentuh atau goyangkan perut Bunda. Bila beruntung, janin akan membalas sapaan Bunda dengan gerakan.





Jika cara merangsang pergerakan janin dalam kandungan seperti di atas tidak berhasil, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Guna mengetahui kondisi-kondisi seperti detak jantung dan gerakan janin, dokter biasanya akan melakukan tes profil biofisik yang terdiri dari Non-Stress Test (NST) dan pemeriksaan USG.





Dari situlah, dokter kemudian mengetahui apakah janin tumbuh dan berkembang dengan baik atau tidak.









Sumber:





What to Expect. 2021. Changes in Fetal Movement.





Healthline. 2020. Have Your Baby’s Movements Changed? Here’s When to Worry.





Klikdokter. 2020. Waspada, Ini Penyebab Gerakan Janin Berkurang pada Ibu Hamil.










Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010