Ingin Lakukan Persalinan Cepat? Kenali Risiko dan Prosesnya


Ditinjau oleh
dr. Linda Lestari, Sp.OG, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Diterbitkan 9 Agt 2022
459
Persalinan adalah sebuah proses bertahap yang tak jarang membutuhkan waktu yang panjang. Namun ada juga kasus-kasus di mana proses melahirkan normal berlangsung sangat cepat dan tidak disangka, atau persalinan cepat ( precipitous labor atau rapid labor ). Kok bisa?
Sesuai dengan namanya, persalinan seperti ini didefinisikan sebagai proses kelahiran dengan kontraksi normal yang berlangsung singkat, bahkan kurang dari 3 jam atau 5 jam, dari yang biasanya berlangsung antara 6-18 jam atau lebih.
Proses persalinan cepat terjadi secara alami, tanpa menggunakan induksi maupun obat-obatan lainnya. Meskipun hal ini sebenarnya terasa sebagai sesuatu yang bagus, ternyata ada beberapa risiko dan kekurangan.
Gejala atau tanda-tanda terjadinya persalinan cepat cukup bervariasi, namun biasanya yang ditunjukkan adalah hal-hal berikut:
Para dokter bersepakat bahwa kemungkinan ada beberapa hal yang mungkin menjadi faktor potensial dari terjadinya persalinan cepat ini, di antaranya:
Bagaimana dengan risikonya? Menurut David F. Colombo, MD, direktur medis kebidanan di Spectrum Health Medical Group di Michigan, Amerika Serikat, yang dikutip oleh laman parents.com , sebenarnya tidak ada risiko konkret pada Bunda yang mengalami persalinan cepat.
Namun ada juga yang bilang bahwa ada risiko yang mungkin timbul dari persalinan cepat ini di antaranya adalah risiko robekan pada vagina dan/atau serviks dan terjadinya perdarahan yang lebih hebat.
Secara emosi, Bunda yang menjalani persalinan cepat mungkin akan merasa stres berat atau trauma, karena proses persalinan yang begitu cepat tidak memberi banyak waktu kepada Bunda untuk mengatur strategi atau beristirahat sejenak.
Akibatnya, secara psikologis Bunda mungkin akan merasa takut dan bingung.
Selain itu, karena proses melahirkan bisa terjadi tanpa persiapan, persalinan bisa terjadi di tempat-tempat yang kurang/tidak steril, seperti di dalam mobil, di lobi apartemen, di jalan, dan sebagainya.
Perangkat pembantu persalinan pun bisa dipastikan tidak tersedia, padahal dalam proses melahirkan diperlukan beberapa perangkat, seperti alas untuk berbaring, selimut untuk membungkus tubuh ibu dan bayi, alat pemotong tali pusar, dan sebagainya.
Lokasi-lokasi yang kurang steril tersebut bisa mempertinggi risiko kontaminasi bakteri pada si Kecil yang baru lahir. Dokter Colombo juga menyatakan bahwa ada kemungkinan bahwa Bunda yang sebelumnya pernah mengalami persalinan cepat akan bisa mengalaminya lagi pada persalinan berikutnya.
Situasi persalinan cepat memang agak sulit untuk dikendalikan, karena terjadi sangat cepat dan tidak dapat ditunda. Bila Bunda mengalami hal ini, cobalah untuk melakukan hal-hal berikut:
Sumber:
Very Well Family. 2020. Signs, Symptoms, and Risks of Precipitous Labor.
Healthline. 2020. Precipitous Labor: When Labor Is Fast and Furious.
Parents. 2019. Precipitous Labor: Everything You Need to Know.
Artikel Unggulan

Panduan agar Tetap Sehat Saat Hamil Muda
Saat Bunda positif hamil, apalagi bila ini adalah kehamilan yang pertama, akan banyak sekali hal yang Bunda perhatikan agar bisa menjalani kehamilan ini dengan ...

Ini Mengapa Bunda Perlu Konsumsi Suplemen Prenatal
Tumbuh kembang janin sangat ditentukan oleh asupan ibu selama mengandung. Oleh karena itu penting bagi ibu untuk memenuhi semua asupan nutrisi penting selama ha...

Ini Penyebab Libido Turun saat Hamil
Masalah yang satu ini kadang cukup membuat Bunda merasa gelisah saat dalam masa kehamilan: libido turun saat hamil. Padahal di berbagai tayangan, film, atau art...
Artikel Terkait

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id
Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010