main-logo
header-image-15155
author-avatar-15155

Ditinjau oleh

dr. Linda Lestari, Sp.OG, Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Diterbitkan 10 Agt 2022

share-icon

2792


Keputusan besar yang harus diambil oleh Bunda saat menghadapi persalinan adalah harus menjalani lahiran secara Caesar. Apa penyebab lahiran Caesar dan apa saja yang perlu disiapkan? Cari tahu di sini ya, Bun.





Apa Itu Lahiran Caesar?





penyebab caesar




Tindakan Caesar atau yang juga diistilahkan dengan istilah C-section adalah tindakan operasi yang dilakukan untuk melahirkan bayi melalui pembedahan pada bagian abdomen dan rahim.





Tindakan ini cukup lazim dilakukan dalam proses bersalin, bahkan mencapai 1 dari 3 persalinan di dunia. Biasanya persalinan Caesar dilakukan setelah janin berusia 39 minggu ke atas, kecuali pada kondisi-kondisi darurat.





Penyebab Lahiran Caesar





posisi bayi sungsang




Tindakan Caesar biasanya dilakukan apabila terjadi komplikasi atau kesulitan pada Bunda untuk melahirkan normal, atau saat si Kecil dalam kondisi gawat. 





Meski demikian, tindakan Caesar juga banyak yang dilakukan secara terencana sejak awal kehamilan, saat dokter melihat adanya kondisi tertentu pada Bunda. 





Penyebab lahiran Caesar di antaranya:





  • Adanya masalah perkembangan pada bayi.
  • Ukuran kepala bayi terlalu besar sehingga sulit untuk dilahirkan secara normal.
  • Bayi dalam posisi sungsang.
  • Adanya komplikasi pada kehamilan.
  • Bunda mengalami kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk bersalin normal, misalnya tekanan darah tinggi atau penyakit jantung.
  • Bunda sudah pernah melahirkan secara Caesar pada kehamilan sebelumnya.
  • Adanya penyakit herpes kelamin yang dapat menular kepada bayi bila dilahirkan secara normal melalui vagina.
  • Adanya masalah pada plasenta, misalnya solusio plasenta atau plasenta previa.
  • Adanya hambatan pada aliran oksigen kepada bayi
  • Masalah dengan tali pusar.
  • Proses persalinan yang terlalu lama atau proses pembukaan yang tiba-tiba terhenti sehingga membahayakan Bunda dan bayinya.
  • Terjadi kondisi transverse labor atau bayi keluar dari jalan lahir dengan bagian bahu terlebih dahulu.
  • Kelahiran kembar.




Risiko Lahiran Caesar









Dengan perkembangan teknologi dan ilmu kedokteran modern saat ini, proses lahiran Caesar sudah bukan lagi tindakan yang menakutkan. Bunda tidak perlu merasa sedih atau panik bila dokter merekomendasikan lahiran Caesar kepada Bunda. 





Meski demikian, tindakan operasi apa pun selalu memiliki risiko. Adapun risiko pada lahiran Caesar di antaranya:





  • Perdarahan
  • Masalah penggumpalan darah
  • Masalah pernapasan pada si Kecil, terutama bila persalinan dilakukan sebelum usia 39 minggu
  • Meningkatnya risiko pada kehamilan berikutnya
  • Munculnya infeksi
  • Cedera pada si Kecil saat persalinan
  • Waktu pemulihan yang lebih lama dibandingkan dengan persalinan normal




Persiapan Lahiran Caesar









Bila Bunda dan dokter sudah bersepakat untuk menjalani tindakan Caesar, biasanya dokter akan memberikan beberapa instruksi. Khususnya apa saja yang perlu Bunda lakukan untuk menurunkan risiko komplikasi setelah bersalin. 





Sebagai persiapan, biasanya Bunda akan diminta untuk menjalani beberapa pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan tekanan darah dan pengambilan darah untuk memastikan kondisi Bunda fit untuk menjalani pembedahan. 





Pemeriksaan darah biasanya diperlukan untuk memastikan golongan darah untuk pemesanan darah untuk keperluan transfusi saat tindakan nanti. 





Selain itu, pemeriksaan darah juga dilakukan untuk melihat lamanya pembekuan darah Bunda. Ini penting untuk memastikan tidak ada kondisi darurat saat proses operasi nanti. 





Agar Bunda dapat menghadapi persalinan Caesar dengan tenang, siapkan ini:





Jaga kondisi





Jaga kondisi tubuh dengan makan makanan bernutrisi dan berpuasa selama 8 jam sebelum waktu tindakan.





Cukup istirahat





Pikiran yang tenang dan sikap positif penting untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tindakan operasi besar yang akan Bunda jalani. 





Perhatikan kebersihan tubuh





Menjelang operasi, gunakan sabun yang mengandung antiseptik saat mandi untuk memastikan kulit lebih bersih dan terlindungi dari bakteri. 





Pilih dokter yang paling pas di hati Bunda





Pastikan bahwa dokter yang menangani Bunda memberikan layanan yang paling nyaman untuk Bunda, karena akan ada banyak pertanyaan dan keluhan yang pasti muncul dari diri Bunda.





Sama seperti memilih anggota tim, Bunda perlu memastikan seluruh personil yang akan membantu Bunda kompak dan nyaman diajak bekerja sama. 





Bentuk support system





Setelah bersalin, Bunda akan perlu mendapat banyak bantuan. Libatkan keluarga, pasangan, sahabat, dan pihak terdekat lainnya untuk siap membantu setelah Bunda menjalani persalinan nanti.





Dengan persiapan fisik dan mental yang mencukupi, diharapkan proses persalinan Caesar yang akan Bunda jalani akan berlangsung lancar. Selamat menyambut kelahiran si Kecil, Bun. 









Sumber:





Healthline. 2018. C-Section (Cesarean Section).





Healthline. 2016. Reasons for a C-Section: Medical, Personal, or Other.





Parents. 2016. How to Have an Awesome Cesarean Birth.










Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010