main-logo
header-image-13902
author-avatar-13902

Ditinjau oleh

dr. Mutia Winanda, M.Gizi, Sp. GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Konselor Laktasi

Diterbitkan 8 Agt 2022

share-icon

1290


Bunda yang sedang bersiap melahirkan mungkin pernah membaca di forum-forum ibu dan anak tentang Inisiasi Menyusu Dini. Apa itu dan mengapa penting untuk dilakukan? Temukan jawabannya dalam penjelasan berikut ini.





Pengertian Inisiasi Menyusu Dini





inisiasi menyusu dini




Menurut Kementerian Kesehatan RI, IMD atau Inisiasi Menyusu Dini adalah proses mendekatkan bayi ke tubuh Bunda segera setelah ia dilahirkan. Proses ini membuat si Kecil secara insting dapat langsung menyusu kepada Bunda, setidaknya dalam 30 menit sampai dengan 1 jam pertama setelah lahir. 





Tujuan IMD adalah mendorong terjadinya kontak kulit dengan kulit antara Bunda dan si Kecil yang dapat membuat si Kecil merasa tenang. Selain itu IMD dapat membuat si Kecil menelan bakteri baik yang ada di kulit Bunda, yang akan membentuk koloni di kulit dan usus bayi, sehingga melindungi dirinya dari serangan bakteri jahat. 





Selain itu, Inisiasi Menyusui Dini juga bertujuan membentuk ikatan kasih sayang antara Bunda dan si Kecil, sekaligus juga membantu mengurangi perdarahan dan anemia pada Bunda. 





Mengapa Inisiasi Menyusu Dini Penting?









Lembaga dunia WHO maupun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah lama merekomendasikan kegiatan IMD untuk dilakukan pada semua bayi yang baru lahir. Sebab, ada berbagai manfaat yang bisa didapat dari IMD, bagi bayi maupun Bunda, di antaranya:





  • Membantu menyukseskan program ASI eksklusif 6 bulan.
  • Membantu menyegerakan si Kecil mendapatkan kolostrum atau ASI pertama yang kaya nutrisi dari Bunda.
  • Merangsang keluarnya hormon oksitosin yang dapat membantu kontraksi rahim sehingga perut segera mengecil.




Begitu pentingnya IMD maka seluruh bidan dan dokter diharuskan untuk melakukan hal ini, baik pada bayi-bayi yang lahir normal maupun yang melalui pembedahan Caesar. 





Bagaimana Cara Melakukan IMD?





inisiasi menyusu dini




Menurut data yang dipublikasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam melakukan Inisiasi Menyusu Dini, yaitu:





  • Proses IMD dilakukan segera setelah bayi lahir yang tidak memerlukan tindakan resusitasi bayi.
  • Apabila proses persalinan berlangsung normal, bayi langsung dibaringkan dengan posisi telungkup di atas perut ibu. Namun, apabila persalinan dilakukan dengan operasi Caesar, bayi dibaringkan di atas dada ibu.
  • Setelah itu tim medis akan membersihkan tubuh bayi, kecuali kedua tangannya. Sebab, tangan bayi mengandung bau cairan ketuban yang akan membantu bayi mencari puting ibunya.
  • Bayi diletakkan dengan arah kepala menghadap ke kepala ibu.
  • Setelah beberapa saat, bayi akan mulai bergerak mengikuti instingnya, mencari puting untuk minum ASI, dan bersama itu proses IMD akan dimulai. Pada sekitar 12-44 menit pertama, si Kecil akan mulai bergerak dengan menendang, menggerakkan kaki, bahu dan lengannya. Stimulasi ini akan membantu uterus untuk berkontraksi. Meskipun kemampuan melihatnya terbatas, bayi dapat melihat areola Bunda yang berwarna lebih gelap dan akan bergerak ke sana. Bayi mungkin akan membentur-benturkan kepalanya ke ke dada ibu. Hal ini normal adanya, karena bisa menjadi stimulasi yang menyerupai pijatan pada payudara Bunda.
  • Setelah itu, diharapkan si Kecil akan segera dapat mencapai puting dengan mengandalkan indra penciuman dan dipandu oleh bau pada kedua tangannya. Bayi akan mengangkat kepala, mulai mengulum puting, dan mulai menyusu. Hal tersebut dapat tercapai antara 27 - 71 menit.
  • Pada saat bayi siap untuk menyusu, menyusu pertama berlangsung sebentar, sekitar 15 menit. Dan setelah selesai, selama 2-2,5 jam berikutnya tidak ada keinginan bayi untuk menyusu. Selama menyusu bayi akan mengkoordinasi gerakan mengisap, menelan, dan bernapas.
  • Setelah usai IMD, diharapkan para tenaga medis dan kebidanan melakukan tindakan asuhan yang standar, seperti menimbang, pemeriksaan antropometri, penyuntikan vitamin K1, dan pengolesan salep pada mata bayi.
  • Tunda memandikan bayi paling kurang 6 jam setelah lahir atau pada hari berikutnya. 
  • Pastikan bayi tetap berada dalam jangkauan Bunda agar dapat disusui sesuai dengan keinginan bayi. 




Tips Sukses Melakukan Inisiasi Menyusu Dini









IMD adalah momen yang tidak bisa diulang, Bunda, karena itu, persiapkan segala sesuatunya agar IMD dapat berlangsung dengan lancar, di antaranya:





  • Bersepakatlah dengan dokter dan tenaga medis yang akan membantu Bunda untuk memastikan IMD dapat dilakukan. Hal ini disebabkan di beberapa klinik bersalin dan rumah sakit, IMD belum menjadi prosedur wajib.
  • Berikan waktu yang seluas-luasnya kepada si Kecil untuk menggerakkan tubuhnya sampai mencapai payudara Bunda.
  • Mintalah tenaga medis untuk mengeringkan tubuh si Kecil secukupnya saja agar tidak sampai menghilangkan lapisan verniks yang berfungsi sebagai penahan panas pada bayi. Itu sebabnya bayi yang baru lahir sebenarnya tidak membutuhkan baju. 
  • Bila ruang bersalin terasa dingin, Bunda dapat memasangkan topi pada kepala si Kecil atau meminta selimut untuk membungkus tubuh Bunda dan si Kecil.




Bagaimana Bila ASI Tidak Keluar pada Saat Dilakukan IMD?









Keluarnya ASI memang tidak selalu sama untuk semua Bunda. Bisa jadi, saat Bunda melakukan IMD, ASI tidak keluar meski sudah diusahakan selama 1 jam atau lebih. Hal ini cukup lumrah, Bunda, jadi tidak perlu panik atau sedih. 





Upayakan terus untuk mencoba memberikan ASI kepada si Kecil beberapa kali sehari, sampai ASI benar-benar keluar. Dalam hal ini, ASI biasanya akan keluar dua hingga tiga hari setelah melahirkan. 





Jika ASI masih belum keluar setelah dua-tiga hari, maka yang terjadi adalah ASI terlambat keluar atau yang disebut delayed onset of lactation. Dalam hal ini, ibu bisa meminta bantuan konsultan laktasi untuk memancing ASI keluar. 





Bunda, meski terlambat, bukan berarti Bunda tidak bisa memproduksi ASI sama sekali dan gagal menjadi ibu. Namun sering kali kondisi ini membuat Bunda stres, yang juga menjadi salah satu penyebab ASI tidak keluar. 





Oleh karenanya, Bunda tidak perlu sedih saat ASI belum keluar setelah melahirkan. Dengan tindakan dan bantuan yang tepat dari tenaga medis, Bunda akan bisa menyusui si Kecil secara eksklusif. 









Sumber:





Kementerian Kesehatan RI. 2014. Infodatin.





IDAI. 2013. Inisiasi Menyusu Dini.





Hello Sehat. 2020. Inisiasi Menyusui Dini (IMD), Prosedur Pemberian ASI Segera Sejak Bayi Lahir.





Sehat Q. 2019. Jangan Panik, Ini Penyebab ASI Tidak Keluar dan Cara Mengatasinya.





Kumparan. 2018. Begini Tata Cara IMD yang Tepat.










Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010