Kantung Janin Belum Terlihat, Normalkah?
Ditinjau oleh
dr. Linda Lestari, Sp.OG, Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Diterbitkan 12 Jul 2021
24787
Selama hamil ada banyak hal yang membuat Bunda deg-degan dan khawatir, salah satunya ketika pemeriksaan USG kantung janin belum terlihat. Apakah ini pertanda sesuatu yang negatif? Temukan jawabannya di bawah ini ya, Bunda.
Mengapa kantung janin begitu penting terlihat pada pemindaian USG? Kantung janin, yang terdapat di uterus memang menjadi penanda terjadinya kehamilan atau tidak. Kantung janin membungkus janin dan ketuban di dalam rahim. Pada pemindaian, kantung janin biasanya terlihat berwarna putih.
Kantung janin terbentuk sekitar 5-7 minggu setelah periode menstruasi terakhir dalam siklus alami. Biasanya kantung janin baru terlihat antara usia kehamilan 3-5 minggu, dan berkembang sebanyak 1,13 mm tiap harinya. Agar kantung janin terlihat saat pemeriksaan USG, kadar Human Chorionic Gonadotropin (HCG) Bunda harus berada pada angka 1.500 dan 2.000.
Setelah kantung janin terlihat sebesar 6-12 mm, tanda positif kehamilan berikutnya yang penting diketahui adalah keberadaan kantung kuning ( yolk sac ) yang berkembang di dalamnya. Kantung kuning memberi nutrisi pada embrio yang sedang berkembang sampai plasenta mengambil alih tugasnya.
Di usia kehamilan kurang dari 6 minggu, diharapkan sudah tampak fetal pole (bakal janin) di dalam yolk sac . Dalam beberapa kasus, kantung janin bisa saja terdeteksi saat USG, tetapi tidak dengan kantung kuning.
Kantung kuning biasanya terlihat pada USG transvaginal antara usia kehamilan 5,5 dan 6 minggu.
Peranan USG di trimester pertama tidak hanya berfungsi untuk melihat ada tidaknya kantung janin yang merupakan tanda kehamilan, namun juga banyak hal penting lainnya seperti:
USG juga menginformasikan apakah Bunda mengalami kehamilan tunggal atau kembar, atau lebih.
Usia kehamilan membantu memperkirakan taksiran persalinan Bunda dan memantau perkembangan janin.
Pada trimester pertama, perlu dilakukan pemantauan perkembangan kehamilan, seperti ada tidaknya denyut jantung pada janin, dan sebagainya.
Pada akhir trimester Pertama, Bunda perlu melakukan pengukuran Nuchal Transluscency (NT), yaitu pemeriksaan pada jaringan belakang leher janin yang sedang berkembang. Pelebaran ukuran di atas rata-rata dikaitkan dengan risiko terhadap kelainan kromosom seperti Down syndrome .
Kantung janin yang tidak terlihat pada saat pemeriksaan bisa terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya:
Saking senangnya mendapati tanda-tanda kehamilan seperti menstruasi yang terlambat, Bunda dengan sigap memeriksakan diri ke dokter.
Padahal, bisa jadi usia kehamilan Bunda masih terlalu dini untuk dapat dilihat pada pemeriksaan USG. Bila hal ini terjadi, ulang pemeriksaan setelah 2-4 minggu kemudian.
Meskipun tes kehamilan telah menunjukkan hasil positif, perdarahan mungkin saja terjadi sebelum memeriksakan diri ke dokter. Karena tes kehamilan masih akan menunjukkan hasil positif selama 3 minggu pasca keguguran.
Kondisi ini akan berlangsung terus hingga hormon-hormon di dalam tubuh ibu kembali stabil.
Kehamilan ektopik adalah salah satu komplikasi kehamilan yang terjadi ketika kehamilan berkembang di luar rahim. Hal inilah yang membuat janin tidak terlihat saat dilakukan pemindaian melalui USG.
Kehamilan ektopik menyebabkan janin tidak dapat berkembang karena ruang yang sempit dan tidak ada suplai darah yang memadai ke janin. Tidak seperti kehamilan normal pada rahim, kehamilan ektopik tidak mendukung perkembangan janin seutuhnya.
Blighted ovum merupakan kondisi saat sel telur yang berhasil dibuahi tidak berkembang sehingga tidak ada kehamilan yang terjadi.
Pada kondisi ini, meskipun tidak ada janin maupun kantung janin pada rahim, ibu tetap akan merasakan berbagai macam bentuk gejala kehamilan yang memang biasa dirasakan oleh wanita hamil.
Beberapa blighted ovum dapat menunjukan adanya kantong janin namun tidak ada janin dan beberapa lainnya sama sekali tidak menunjukan apapun di rahim.
Selama hamil banyak hal yang membuat Bunda khawatir, tapi salah satu cara untuk menjaga kandungan sehat adalah dengan menghindari stres.
Kantung janin belum terlihat sering kali terjadi karena salah perhitungan usia kehamilan. Jadi, Bunda tidak perlu khawatir hingga dokter mengonfirmasi bahwa ada isu terhadap kehamilan Bunda.
Sumber:
Verywell Family. 2021. Gestational Sac and Its Meaning in Pregnancy.
Parenting First Cry. 2018. Is It Normal Not to See a Yolk Sac in Early Pregnancy?
Healthline. 2020. What Can You Expect to See on a 5-Week Ultrasound?
Popmama. 2021. Mengenal Gestational Sac, Kantung Kehamilan Tempat Janin Berkembang.
Antam Medika. Mengapa USG di Trisemester Pertama Itu Penting?
Artikel Unggulan
Panduan agar Tetap Sehat Saat Hamil Muda
Saat Bunda positif hamil, apalagi bila ini adalah kehamilan yang pertama, akan banyak sekali hal yang Bunda perhatikan agar bisa menjalani kehamilan ini dengan ...
Ini Mengapa Bunda Perlu Konsumsi Suplemen Prenatal
Tumbuh kembang janin sangat ditentukan oleh asupan ibu selama mengandung. Oleh karena itu penting bagi ibu untuk memenuhi semua asupan nutrisi penting selama ha...
Ini Penyebab Libido Turun saat Hamil
Masalah yang satu ini kadang cukup membuat Bunda merasa gelisah saat dalam masa kehamilan: libido turun saat hamil. Padahal di berbagai tayangan, film, atau art...
Artikel Terkait
Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id
Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010