main-logo

Kapan Pertama Kali Ibu Akan Merasakan Tendangan Bayi?

header-image-3640
author-avatar-3640

Ditinjau oleh

dr. Linda Lestari, Sp.OG, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Diterbitkan 28 Mar 2024

share-icon

184


Ada 1001 (plus ribuan lagi) pertanyaan yang muncul ketika Bunda sedang hamil. Termasuk: kapan tendangan bayi bisa dirasakan untuk pertama kalinya. Setelah merasakan bayi bergerak, setelahnya adalah pertanyaan: apakah tendangan tersebut terlalu sedikit? Atau terlalu banyak?





Untuk mengurangi daftar pertanyaan dalam hidupmu, berikut penjelasan lengkap tentang tendangan pertama bayi.





Kapan Pertama Kali Bayi Menendang?





Meski setiap bayi berbeda, dan setiap ibu memiliki pengalaman yang berbeda, tapi ada pola umum yang biasa terjadi pada kehamilan. Bayi biasanya mulai menendang dan meliuk-liuk sekitar minggu ke-18 hingga ke-20 kehamilan.





Jika ini adalah kehamilan pertama, Bunda mungkin tidak menyadari bahwa denyutan-denyutan kecil di dalam perut adalah salah satu cara bayi mengucapkan “hello”. Namun hal ini tidak selalu terjadi kepada semua ibu.





Besar bayi dan posisinya di dalam rahim memiliki peranan penting kapan ibu akan merasakan gerakan-gerakan pertama bayi. Bunda akan lebih merasakan gerakannya ketika rahim setinggi pusar dan bayi berukuran cukup besar, sekitar 450 gram.





Dan pada ibu yang sudah pernah melahirkan, gerakan-gerakan ini lebih cepat dirasakan, yakni pada minggu ke-18.





Biasanya setelah minggu ke-24, gerakan bayi lebih bisa dirasakan. Dan pada minggu inilah, alias minggu ke-24 hingga ke-28, pasangan, saudara atau teman bisa ikut merasakan tendangan bayi. 





Seandainya Bunda bertanya-tanya mengapa bayi bergerak-gerak di dalam perut, sebuah penelitian baru dari Trinity College Dublin menunjukkan bahwa gerakan tersebut bukanlah sesuatu yang iseng. Ternyata, segala tendangan dan gerakan tersebut membantu menstimulasi interaksi molekular, yang pada akhirnya membuat sel-sel dan jaringan menjadi tulang dan persendian yang kuat.





Bagaimana jika Bunda tidak merasakan gerakan apa pun? Jika Bunda tidak merasakan bayi bergerak setelah mencapai minggu ke-22, beritahukan hal ini kepada dokter. Hal ini bisa disebabkan berbagai hal, misalnya ibu yang memiliki berat badan berlebih. Atau, meski jarang, ini juga bisa dikarenakan sesuatu yang lebih serius, seperti masalah genetik yang memperlambat pergerakan bayi.





Dokter akan mendengarkan detak jantung bayi dan mungkin melakukan pemeriksaan ultrasound , untuk memastikan segalanya aman. 





Seperti Apa Rasanya Tendangan Bayi?





Gerakan-gerakan awal sifatnya halus dan lembut. Bunda mungkin bisa merasakannya hanya ketika duduk atau berbaring diam. Yang pasti, berbagai ibu memiliki gambaran-gambaran tersendiri tentang tendangan-tendangan pertama ini. Ada yang bilang ada yang seperti balon-balon kecil yang meletus, atau seperti kedutan otot di perut bagian bawah. Sementara yang lain menggambarkannya seperti gelitikan kecil, atau tepukan lembut.





Apa pun bentuknya, gerakan-gerakan pertama bayi ini dijamin akan membuatmu tersenyum, apalagi saat tahu apa yang sedang terjadi. 





Tendangan bayi tidak menyakitkan, tapi biasanya ini menjadi salah satu cara mereka “berkomunikasi”. Misalnya, jika Bunda berbaring dalam posisi yang mereka anggap tidak nyaman, jangan terkejut jika Bunda mereka memberitahukannya lewat satu-dua tendangan. Ini artinya, Bunda sebaiknya berganti posisi yang lebih nyaman untuk mereka. 





Oh ya, wajib diingat: setiap bayi adalah unik, dan ritme dan pola aktivitas mereka berbeda-beda. Oleh karenanya, usahakan tidak membandingkan gerakan bayimu dengan bayi-bayi lain (bahkan bayi milik sobat baikmu), atau bahkan dengan bayimu sebelumnya. Dan tidak perlu khawatir juga jika bayimu super duper aktif. Ini bukan berarti dia akan menjadi anak yang tidak bisa diam saat lahir dan sudah besar. 





Perlukah Menghitung Tendangan Bayi?





Sangat disarankan untuk mulai menghitung tendangan bayi pada minggu ke-28 hingga ke-32. Terkadang lebih cepat jika kehamilanmu termasuk dalam kategori risiko tinggi. 





Menghitung tendangan bayi adalah satu cara untuk mengetahui pola gerakan bayi dan memperhatikan perubahan yang bisa menjadi indikasi masalah pada kehamilan. Ini yang perlu Bunda lakukan:





  • Setiap hari, di waktu yang sama (biasanya ketika bayi sedang sangat aktif), duduklah dengan nyaman dengan posisi kaki diangkat, di ruangan sunyi dan gelap. 
  • Lalu letakkan tanganmu di atas perut untuk memberikan stimulus ekstra kepada si bayi. 
  • Kemudian hitung setiap gerakan apapun sampai hitungan mencapai 10 tendangan, putaran, atau denyutan. Ini bisa berlangsung hingga 30 menit atau sampai 2 jam. Catat pola ini dan lakukan tiap hari. 




Jika Bunda belum bisa merasakan 10 gerakan dalam kurun satu jam, istirahat sebentar, makan camilan, lalu lanjutkan menghitung. Jika membutuhkan lebih dari dua jam untuk mencapai hitungan 10, hubungi doktermu.





Meski berkurangnya aktivitas gerakan bayi sering kali bukanlah indikasi sesuatu yang berbahaya, tapi ada baiknya untuk mengevaluasinya lebih dini. Dan perlu diingat bahwa semakin dekat HPL, semakin penting mengecek gerakan bayi secara teratur. Menuju bulan ke-9, Bunda disarankan untuk menghitung beberapa kali dalam sehari. Jika terdapat penurunan jumlah pergerakan, segera hubungi dokter. 





Apakah Bayi Selalu Aktif Bergerak?





Di siang hari, gerakan tubuh ibu bisa membuat bayi mengantuk, jadi membuat gerakannya berkurang. Namun, kemungkinan besar gerakannya akan lebih aktif ketika: 





  • Bunda akan tidur di malam hari . Ketika bersantai, Bunda akan lebih sadar dengan aktivitas bayi.
  • Setelah makan atau ngemil . Peningkatan gula darah memberikan bayi lebih banyak suntikan energi. 
  • Bunda cemas . Adrenalin bisa memberikan energi ekstra untuk si bayi. 




Akan ada masanya di mana ada perubahan pergerakan bayi, dan ini adalah sesuatu yang normal. Bunda akan merasakan aktivitas janin berkurang saat: 





  • Setelah berhubungan seks . Kontraksi yang terjadi saat ayah dan ibunya berhubungan intim terkadang membuat bayi mengantuk. Namun di sisi lain, juga bisa membuat bayi menjadi lebih aktif—dua perubahan ini adalah sesuatu yang normal. Pada dasarnya, seks selama hamil tidak akan membahayakan bayi, terkecuali dokter mengatakan sebaliknya. 
  • Trimester kedua . Pada fase ini dengan ukuran bayi yang masih kecil, wajar jika gerakannya tidak teratur. Ini bisa karena posisi janin (menghadap ke dalam, bukannya keluar), atau karena Bunda tidur saat bayi sedang aktif-aktifnya. 
  • Trimester ketiga . Pada fase ini, bayi biasanya sudah memiliki siklus tidur yang teratur. Terkadang penurunan gerakan terjadi karena dia sedang tidur nyenyak.




Pastinya, merasakan gerakan dan tendangan bayi adalah salah satu momen yang paling membahagiakan bagi orang tua. Jadi, sangat wajar jika Bunda khawatir jika merasa gerakannya tidak sering atau tidak terasa. 





Namun seperti yang disebutkan di atas, setiap bayi dan kehamilan berbeda. Jadi, cobalah untuk tidak khawatir. Akan tetapi jika Bunda masih saja cemas, jangan ragu menghubungi dokter. Mereka dengan senang hati akan mendengarkan dan menjawab 1001 pertanyaanmu.













Sumber: 





  • Healthline, 2019. When Can You Feel Your Baby Move?
  • Lamaze, 2018. When Will You Feel Baby Kick and What Does it Feel Like?
  • The Bump, 2020. When Will I Feel Baby Kick?
  • What to Expect, 2019. Fetal Movement During Pregnancy.
  • Today's Parent, 2019. When do you feel baby move? All about those first little kicks.









Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010