main-logo

Kenali Istilah Mom's Guilt: Rasa Bersalah Ibu

header-image-18416
author-avatar-18416

Ditinjau oleh

Mardiana Hayati Solehah, M. Psi, Psikolog, Psikolog Klinis

Diterbitkan 16 Mar 2022

share-icon

659


Menjadi orangtua itu tidak mudah, terutama menjadi ibu. Walaupun peran mengasuh anak adalah tugas kedua orangtua, namun ibu cenderung memiliki porsi tugas dan tanggung jawab yang lebih banyak dibanding ayah. Tak jarang berbagai tuntutan akan peran ibu membuat Bunda kerap merasa tidak kompeten.





Pernahkah Bunda menyalahkan diri sendiri ketika sudah menjadi orangtua? Ketika menghadapi kejadian seperti si Kecil jatuh dari tempat tidur atau tidak mau makan, mengapa Bunda seringkali menyalahkan diri sendiri saat hal ini terjadi?





Ternyata Bunda tidak sendirian, karena sesungguhnya hal ini sering dialami ibu ketika sudah menjadi orangtua. Ada istilah yang diberi nama mom’s guilt atau rasa bersalah seorang ibu.





Mom’s guilt adalah rasa bersalah yang kerap dialami oleh ibu karena menganggap dirinya tidak bisa memenuhi tuntutan-tuntutan akan peran sebagai orangtua. Rasa bersalah tersebut biasanya muncul akibat ekpektasi-ekpektasi yang tidak realistis dari diri sendiri, pasangan, maupun lingkungan sekitar. Setiap ibu memiliki sumber rasa bersalah yang bervariasi, namun terdapat beberapa sumber rasa bersalah ibu yang umum, antara lain:





Kembali bekerja





Kembali bekerja setelah cuti melahirkan kerap menimbulkan dilema. Beberapa ibu merasa bersalah bila harus meninggalkan anak yang masih bayi, ada rasa khawatir meninggalkan anak dengan pengasuh atau malah bingung mencari pengasuh maupun tempat penitipan anak, namun kebutuhan pun harus terpenuhi. Apalagi bila gaji suami tidak cukup untuk menyokong rumah tangga, sehingga Bunda pun harus turut mencari nafkah. 





Tidak bisa menyusui





Menyusui nampak mudah, namun sebenarnya menantang. Tidak semua ibu mampu menyusui dengan mudah atau bahkan ada yang tidak bisa menyusui sama sekali. Memang ASI adalah yang terbaik, namun ada berbagai masalah yang kerap menghambat pemberian ASI , seperti  perlekatan yang sulit, produksi susu yang tidak mencukupi, atau faktor medis lain yang membuat menyusui menjadi tidak mungkin. Rasa bersalah akibat tidak bisa menyusui langsung dan ditambah omongan-omongan sekitar yang kerap menjatuhkan ibu yang memberikan susu formula bisa makin menekan bagi ibu. 





Meninggalkan si Kecil dengan orang lain





Rasa bersalah ibu salah satunya harus karena si Kecil terpaksa Bunda titipkan ke saudara, pengasuh Bunda, atau ke tempat penitipan anak karena Bunda harus menjalankan pekerjaan. Bayi berkembang dengan cepat, dan banyak ibu yang khawatir kehilangan "pengalaman pertama si Kecil" termasuk senyum pertama, merangkak, dan langkah pertama. Selain itu, beberapa Bunda merasa bersalah atau khawatir jika ada orang lain yang mengawasi anak mereka, karena menganggap bahwa seorang ibu yang harusnya penuh menjaga anak, bukan orang lain. 





Kehilangan kesabaran





Bayi yang kolik, menangis, menyusu di tengah malam, dan berbagai hal lain yang membutuhkan perhatian khusus, dapat dengan mudah membuat seseorang merasa lelah. Wajar jika Bunda kadang kehilangan kesabaran dengan si Kecil, terutama ketika Bunda tidak terbiasa memiliki seseorang yang bergantung pada Bunda 24 jam. Ketika Bunda mulai merasa kewalahan, cobalah untuk mengingat untuk menarik nafas dalam-dalam beberapa kali untuk membantu Bunda menenangkan diri.





Membandingkan diri sendiri dengan ibu lain





Melihat ibu-ibu lain di media sosial pergi ke tempat wisata atau membuat masakan MPASI buatan sendiri yang tampak lezat dapat menjadi sumber rasa bersalah bagi banyak ibu, karena menganggap bunda sebagai ibu yang payah. Membandingkan diri Bunda dengan ibu-ibu lain adalah hal yang normal, tetapi berhati-hatilah agar tidak terlalu memaksakan diri ingin menjadi lebih baik dari mereka, karena semua ibu pasti punya momen kesulitannya masing-masing.





Meluangkan waktu untuk diri sendiri





Tak hanya Bunda, setiap orang membutuhkan waktu untuk diri mereka sendiri untuk bersantai sendiri atau me time . Banyak ibu baru merasa bersalah ketika mereka menikmati hobi favorit atau bahkan hanya tidur-tiduran sambil main handphone . Sepertinya saat sudah bersama anak, selalu ada sesuatu yang perlu dilakukan di rumah. Sebagian besar lingkungan pun menganggap bahwa perempuan yang meluangkan waktu untuk dirinya sendiri tanpa anak-anak adalah perempuan yang egois, sehingga makin menimbuljan rasa bersalah. 





Cara Mengatasi Rasa Bersalah Ibu









Rasa bersalah sudah sangat akrab dengan ibu. Walaupun begitu, sebagai perempuan, kita perlu belajar untuk melepaskan rasa bersalah tersebut, sehingga dapat menjalani hidup secara utuh dan lebih positif. Untuk mengasuh anak dengan baik, dibutuhkan ibu yang sehat fisik maupun mental loh! Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa serba salah, yaitu : 





  • Terima kesalahan




Tidak apa-apa untuk merasa bersalah! Hampir semua ibu di dunia ini merasa bersalah sepanjang waktu. Memiliki bayi dan membesarkan anak adalah tugas yang sulit, dan tidak masuk akal bagi kita untuk menangani semua tanggung jawab tersebut. Ingatlah, Bunda hanya manusia biasa. Jadilah manusia, jangan jadi sempurna. 





  • Apresiasi diri




Pastikan untuk meluangkan waktu untuk mengapresiasi diri sendiri. Mungkin Bunda menganggap bahwa apa yang sudah Bunda lakukan adalah hal yang remeh, namun hal-hal tersebut justru yang membuat rumah menjadi tempat yang nyaman dan anak-anak dapat tumbuh sehat. Oleh karena itu, biasakan untuk mengapresiasi diri akan berbagai hal yang sudah Bunda lakukan. Berikan pujian bagi diri sendiri. Boleh juga kok memberi hadiah kecil yang membuat Bunda merasa lebih senang! 





  • Hindari orang-orang julid




Apapun yang kita lakukan, pasti akan selalu ada orang yang berkomentar negatif. Kita tidak bisa menyenangkan semua orang dan kita tidak berkewajiban melakukannya. Cobalah untuk meminimalkan interaksi Anda dengan orang-orang yang kerap berkomentar negatif dan membuat Bunda merasa bersalah. Kurangi sosial media bila itu bisa menimbulkan dampak buruk, seperti merasa rendah diri. Daripada menghabiskan waktu dan tenaga untuk menyenangkan orang lain, lebih baik fokus pada orang-orang yang memang menyayangi dengan tulus dan selalu mendukung Bunda. 





  • Perhatikan rawat diri




Mengasuh anak adalah hal yang penting, tapi merawat diri merupakan prioritas utama. Oleh karena itu, perhatikan rawat diri Bunda ya. Makanlah dengan teratur, tidur cukup, dan menyempatkan diri untuk berolahraga ringan. Perhatikan juga penampilan, seperti mandi, merawat kulit, dan memakai pakaian yang membuat Bunda merasa lebih percaya diri. 





  • Cobalah untuk menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas dengan si kecil




Bagi ibu yang bekerja, mungkin sulit meluangkan banyak waktu untuk anak. Bila segi kuantitas kurang, tingkatkan kualitasnya. Buatlah momen bersama anak dengan benar-benar fokus pada kegiatan bersama. Matikan handphone, televisi, dan minimalisir gangguan ya, agar Bunda bisa memusatkan perhatian penuh pada anak. 





  • Libatkan pasangan




Orangtua terdiri atas ayah dan ibu, maka libatkanlah ayah. Buatlah pembagian tugas serta pengaturan waktu untuk me-time. Upayakan meluangkan waktu untuk bersama pasangan juga, ya! Bangunlah kembali keintiman antar pasangan dan kuatkan komunikasi untuk menjaga hubungan yang sehat.





BACA: 4 Tips agar Suami Lebih Terlibat dalam Pengasuhan Anak





  • Bagikan tanggung jawab 




Bunda tidak harus melakukan semua pekerjaan, kok! Cobalah untuk mengevaluasi kembali mana tugas-tugas yang memang harus dikerjakan dengan tugas-tugas yang dapat didelegasikan pada orang lain. Meminta bantuan bukanlah tanda tidak mampu kok. Meminta bantuan pun tidak membuat Bunda menjadi ibu yang buruk. 





  • Bicaralah dengan seorang profesional




Jika Bunda merasa kewalahan, tertekan, atau terus-menerus cemas, kemungkinan ada gangguan psikologis tertentu. Oleh karena itu, sebaiknya Bunda mencari bantuan profesional ya, seperti Psikolog. Dengan begitu, dapat diketahui apa penyebab keluhan yang Bunda alami serta cara menanganinya dengan tepat. 





Sumber:





Healthline. 2020. Why Mom (or Dad) Guilt Is a Thing — and What You Can Do to Stop Beating Yourself Up





Flo. 2020. Mom Guilt: 8 Actionable Tips to Get Over Feeling Like a Bad Mother


Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010