main-logo

Kenapa Ya, Kulit Bisa Lebih Gelap Saat Hamil? Ini Sebabnya

header-image-17116
author-avatar-17116

Ditinjau oleh

dr. Fella Halimah Pratami, Sp.OG, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Diterbitkan 10 Agt 2022

share-icon

414


Banyak perubahan terjadi saat hamil. Selain perut membesar dan berat badan naik, juga kulit lebih gelap. Apakah normal? Yuk, temukan jawabannya di sini, Bun.





Pengaruh Kehamilan pada Kulit





Perubahan yang terjadi pada kulit dipicu oleh perubahan hormon selama kehamilan. Tubuh memproduksi lebih banyak melanin (pigmen alami tubuh) sehingga kulit lebih gelap. Kulit yang menggelap ini disebut juga mengalami hiperpigmentasi atau melasma. 





Melasma kerap muncul sebagai bercak pada beberapa bagian kulit. Namun ada juga bercak yang muncul merata membentuk topeng pada wajah. Oleh karena itu melasma juga disebut “topeng kehamilan” atau chloasma gravidarum .





Selain wajah, bagian tubuh yang sering tampak lebih gelap saat hamil di antaranya: 





  • Bagian puting dan areola payudara.
  • Ketiak.
  • Leher dan sekitar dada.
  • Kulit sekitar pusar dan garis tengah perut. 
  • Kulit punggung. 
  • Paha bagian dalam.
  • Area lipatan paha atau selangkangan.




Kondisi kulit lebih gelap ini juga bisa makin parah, Bun, terutama bila kulit terus menerus terpapar sinar matahari. Selain itu, melasma juga dipengaruhi oleh faktor genetik. 





Perubahan Lain pada Kulit Saat Hamil





Menurut British Medical Journal , ada beberapa perubahan lain pada kulit yang terjadi saat kehamilan, yaitu:





Peregangan kulit atau stretch marks





Karena berat badan naik dan perut membesar, kulit mengalami peregangan hebat. Akhirnya muncul garis-garis berwarna kemerahan atau putih yang disebut stretch marks . Kondisi ini biasanya makin jelas terlihat pada trimester ketiga. 





Gatal-gatal kulit (pruritus gravidarum)





Pada awal kehamilan dan trimester kedua, bisa terjadi gatal-gatal pada kulit. Selain itu juga muncul ruam pada beberapa bagian kulit. Hal ini juga disebabkan oleh hormon kehamilan. Kondisi ini tidak berbahaya, tetapi bisa menyebabkan Bunda merasa tidak nyaman. 





Kulit lebih berminyak





Tidak jarang, kulit ibu hamil menjadi lebih berminyak dan rentan muncul jerawat. Hal ini juga dipengaruhi oleh hormon kehamilan. 





Kulit kering





Masalah kulit kering juga dialami oleh sebagian Bunda saat hamil. Ini juga disebabkan perubahan hormon di mana kulit kehilangan elastisitas dan kelembapannya.  Akhirnya kulit mudah terkelupas, kusam, kasar, dan terasa lebih kering.





Psoriasis





Psoriasis merupakan gangguan kulit yang bisa terjadi saat hamil. Pada kulit terdapat bercak berwarna kemerahan dan beberapa bagiannya terkelupas.





Perubahan-perubahan pada kulit saat hamil pada dasarnya tidak berbahaya, Bun. Selama tidak terjadi luka dan infeksi, Bunda tak perlu khawatir. 





Seiring berjalannya waktu, seusai bersalin kulit akan perlahan kembali normal. Yang penting, Bunda perlu merawat kulit secara lebih teliti agar masalah kulit tidak bertambah parah. 





Tips Merawat Kulit Lebih Gelap Saat Hamil





Agar kenyamanan Bunda selama hamil tidak terganggu kulit lebih gelap, lakukan beberapa hal berikut:





  • Gunakan tabir surya setiap kali beraktivitas di luar ruangan. Ini penting untuk menjaga kulit dari sinar UV matahari. Pilih mineral-based atau physical sunscreen daripada chemical sunscreen , dengan SPF minimal 30.
  • Bersihkan wajah dan tubuh terutama setelah beraktivitas dan menjelang tidur. Gunakan produk yang mengandung bahan yang aman untuk ibu hamil.
  • Hindari menggaruk atau menggosok keras bagian kulit yang menggelap. Tindakan ini dapat memicu luka dan infeksi. Biarkan saja Bun, nanti setelah melahirkan, bercak ini akan mengelupas secara alami dan kulit kembali bersih. 
  • Jangan lakukan pemutihan kulit atau bleaching . Produk pemutih kulit mengandung bahan kimia yang bisa berdampak pada kondisi janin. 
  • Lindungi kulit dengan mengenakan pakaian lebih tertutup. 
  • Cukupi kebutuhan asam folat tubuh. Sebagian pakar medis meyakini bahwa kurangnya asam folat dapat memicu hiperpigmentasi. Karenanya, selalu minum suplemen asam folat yang diberikan dokter ya, Bun!
  • Bila perlu, gunakan makeup untuk menyamarkan bercak hitam pada wajah.  




Bila Bunda merasa kondisi kulit semakin mengganggu, hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan. 









Sumber:





Healthline. 2021. How Is Melasma Treated During Pregnancy?





What to Expect. 2020. Skin Darkening and Discoloration During Pregnancy.





Halo Doc. 2018. Kulit Lebih Gelap saat Hamil, Wajarkah?










Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010