main-logo
header-image-3522
author-avatar-3522

Ditinjau oleh

dr. Linda Lestari, Sp.OG, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Diterbitkan 28 Mar 2024

share-icon

97


Tidak hanya perut yang membesar dan jari-jari kaki yang membengkak, perubahan fisiologi juga mungkin terjadi pada gigi saat hamil. Salah satunya, gusi berdarah. Jangan panik, karena kondisi ini merupakan hal normal. Baca penjelasan lengkap di bawah untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi gusi berdarah saat sedang hamil. 





Apa Penyebab Gusi Berdarah Saat Hamil? 





Hampir setengah dari perempuan yang sedang hamil mengalami nyeri dan gusi berdarah, yang dikenal sebagai gingivitis kehamilan. 





Selama hamil, gingivitis disebabkan oleh peningkatan konsentrasi hormon estrogen dan progesteron. Keadaan ini ditandai dengan papila interdental yang memerah, bengkak, mudah berdarah disertai rasa sakit yang menyebabkan gingiva menjadi sensitif khususnya terhadap toksin maupun iritan seperti plak dan kalkulus. Inilah yang mengakibatkan gingiva mengalami peradangan.





Gingivitis pada perempuan hamil biasanya terjadi pada trimester kedua dan mencapai puncak pada trimester ketiga. Mereka yang sebelum hamil sudah mengalami gingivitis, kemungkinan akan merasakan kondisi yang lebih buruk, terutama jika tidak ditangani. 





Sangat penting untuk segera mengunjungi dokter gigi saat mengalami gusi berdarah sehingga terhindar dari komplikasi lainnya, seperti penyakit periodontitis. Ini adalah sebuah infeksi yang terjadi pada gusi dan tulang di sekitarnya, yang bisa menyebabkan gigi copot dan tulang keropos.





Mengapa Penting Menjaga Kesehatan Gigi Selama Hamil? 





Sejumlah penelitian menunjukkan kaitan antara penyakit gusi dengan peningkatan hamil yang berisiko, seperti kelahiran prematur, berat badan bayi yang kurang atau preeklampsia. Namun, di sisi lain, ada juga penelitian yang memperlihatkan bahwa tidak ada hubungan antara penyakit gusi dengan komplikasi kehamilan yang serius. 





Meski begitu American Dental Assosiation dan American College of Nurse-Midwives mengatakan bahwa infeksi gigi atau gusi yang tidak ditangani bisa membahayakan ibu dan bayi. Dengan kata lain, oleh karena penting menjaga kesehatan gigi selama hamil, pastikan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi gusi berdarah.





Apakah Bunda khawatir bahwa proses pengobatan gingivitis akan membahayakan janin? Intervensi dan metode penanganan infeksi gigi dan anestesi lokal yang dilakukan pada seseorang yang sedang hamil, tidak memperlihatkan ada risiko akan membahayakan bayi.





Bagaimana Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi Selama Hamil? 





Pastinya, memiliki rutinitas yang menjaga kesehatan mulut. Ada beberapa hal yang bisa Bunda lakukan untuk memastikan higienitas mulut, di antaranya: 





  • Sikat gigi dengan benar dua kali sehari selama dua menit dengan pasta gigi mengandung fluoride . Tanyakan pada dokter tentang cara membersihkan gigi yang benar agar plak terlepas. 
  • Gunakan floss sekali sehari untuk membersihkan sisa makanan di antara gigi, yang bisa mencegah penumpukan plak. 
  • Bersihkan gigi dengan sikat berujung kecil dengan bulu-bulu lembut. 
  • Batasi konsumsi makanan dan minuman manis (seperti soda dan es teh manis.) Hanya konsumsi jenis makanan dan minuman ini pada saat jam makan. 
  • Jika lapar sebelum jam makan, nikmati camilan sehat seperti potongan sayuran, buah segar atau yoghurt tawar. Pilih buah, bukan jus, untuk memenuhi asupan buah harian. 
  • Hindari mouthwash yang mengandung alkohol. 
  • Berhenti merokok, karena bisa memperparah penyakit gusi. 
  • Kumur-kumur dengan air garam (satu sendok teh garam dicampur dengan satu gelas air hangat). Ini bisa membantu mengurangi inflamasi gusi. Kumur-kumur selama beberapa kali, lalu buang (jangan ditelan). 
  • Kunjungi dokter gigi sebelum hamil. 




Saran untuk ibu hamil yang mengalami mual dan muntah: 





  • Konsumsi makanan sehat sering tapi dalam porsi kecil
  • Bersihkan mulut dengan segelas air yang mengandung satu sendok teh baking soda setelah muntah untuk menetralkan asam perut. 
  • Tunda menyikat gigi selama satu jam untuk meminimalisir kehilangan jaringan keras dan mengatasi rasa sensitif. 
  • Sikat gigi dengan lembut menggunakan pasta gigi mengandung fluoride




Sama seperti gejala kehamilan lain, gusi berdarah juga dapat diatasi dan akan berakhir. Namun, segera hubungi dokter jika Bunda mengalami sakit gigi, gusi sakit dan terus menerus berdarah, terjadi bengkak di gusi, gigi goyang, dan mulut bau. Dan jangan lupa, saat berkonsultasi dengan dokter gigi, informasikan bahwa Bunda sedang hamil.





Sumber: 





  • Yoto, Hendro, et al., 2013. Gambaran Gingivitis pada Ibu Hamil di Puskesmas Tuminting Kecamatan Tuminting Kota Manado. Bagian Penyakit Mulut Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Sulawesi Utara. 
  • Soulissa, Abdul Gani, 2014. Hubungan kehamilan dan penyakit periodontal. Jurnal PDGI Vol. 63, No. 3, September-Desember 2014 | Hal. 71-77 
  • American College of Obstetricians and Gynecologists, 2013. Oral Health Care During Pregnancy and Through the Lifespan. 
  • NHS. 2019. Bleeding Gums. 
  • National Childbirth Trust, 2018. Five Tips for Looking After Your Teeth When You’re Pregnant. 
  • South Carolina Department of Health and Environmental Control. Oral Health Care for Pregnant Women (Updated 2017). 
  • Dasher, Eva. Baby Center. Bleeding gums during pregnancy.
  • Lewis, Rhona. Healthline, 2020. What to Know About Bleeding Gums During Pregnancy. Ovia Health. Bleeding gums when pregnant.

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010