main-logo
header-image-12087
author-avatar-12087

Ditinjau oleh

dr. Linda Lestari, Sp.OG, Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Diterbitkan 11 Jun 2021

share-icon

143


Bila merasa sesak napas saat hamil, Bunda tidak sendirian karena banyak perempuan yang mengalaminya. Ketahui penyebab dan cara mengatasinya, serta kapan Bunda perlu memeriksakan diri ke dokter.





Perubahan pada Tubuh





sesak napas




Saat hamil, bagian rahim atau uterus Bunda menjadi lebih besar, mengembang ke arah atas atau ke arah diafragma. Karena tekanan inilah, napas Bunda terkadang menjadi sesak. 





Napas pendek-pendek atau sesak yang Bunda rasakan ini juga dapat disebabkan oleh peningkatan kadar hormon progesteron di dalam tubuh. Situasi ini seharusnya dapat menghilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu, jadi Bunda tak perlu merasa khawatir. 





Sesak napas saat hamil ini bisa terjadi kembali, seiring dengan si Kecil yang semakin besar dan berat di dalam perut Bunda. Karena tubuh si Kecil membesar, organ-organ Bunda yang lain menjadi tertekan dan terdorong ke sisi tubuh, untuk mengakomodir tubuh si Kecil.





Bisa jadi, paru-paru ibu menjadi tidak punya ruang yang memadai untuk mengembang sebagaimana biasanya, juga area diafragma Bunda menjadi makin sempit.





Bunda tak perlu merasa khawatir kondisi ini akan menyebabkan kerusakan pada organ.





Karena secara alami, setelah si Kecil lahir, organ-organ tubuh Bunda akan menempati posisinya kembali dan berfungsi penuh sebagaimana sebelum masa kehamilan. 





Bagaimana Mengatasi Sesak Napas saat Hamil?





sesak napas




Pada dasarnya, tanpa ada kondisi medis yang lain, kondisi sesak napas saat hamil bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Meskipun Bunda merasa sesak, hormon progesteron yang kadarnya tinggi di dalam tubuh dapat membantu Bunda menyeimbangkan oksigen di dalam darah. 





Agar Bunda lebih bisa bernapas lega, lakukan ini:





  • Jangan kenakan pakaian yang terlalu ketat, pilih baju yang longgar sehingga Bunda dapat bernapas lebih leluasa.
  • Cobalah untuk berdiri tegak agar tidak membebani bagian diafragma.
  • Saat tidur, mungkin Bunda kurang nyaman untuk berbaring telentang. Cobalah untuk tidur menyamping ke sisi kiri, dengan dibantu beberapa buah bantal.
  • Cobalah untuk bergerak lebih lambat untuk menyeimbangkan tarikan napas Bunda. Bergerak cepat atau terburu-buru dapat menyebabkan jantung dan paru-paru bekerja lebih keras sehingga Bunda merasa lebih sesak napas dan lebih cepat lelah.
  • Pilih olahraga yang tidak membuat Bunda terengah-engah, misalnya yoga, berjalan, renang, dan sebagainya. 
  • Kendalikan berat badan Bunda, karena tubuh yang semakin berat akan memengaruhi tarikan napas Bunda juga. 




Biasanya saat beberapa minggu terakhir kehamilan, di saat si Kecil sudah turun dan memasuki jalan lahir, tekanan pada bagian diafragma akan berkurang. Hal ini dapat membuat Bunda bisa bernapas lebih lega.





Kapan Saatnya ke Dokter?









Sesak napas saat hamil terkadang juga disebabkan oleh kondisi anemia, yang terjadi karena adanya kekurangan sel-sel darah merah yang membawa oksigen di dalam tubuh. Bila ini terjadi, dokter perlu mengecek kadar zat besi di dalam darah Bunda. 





Bila sesak napas ini terjadi terus menerus, memberi rasa tidak nyaman secara berlebihan, atau sesak terjadi secara tiba-tiba dan diikuti dengan nyeri pada bagian dada dan denyut nadi yang semakin cepat, Bunda perlu segera memeriksakan diri ke dokter.





Meskipun jarang, saat hamil bisa terjadi masalah penggumpalan darah pada bagian paru-paru ( pulmonary embolism) atau pada bagian kaki. Bila ini terjadi, Bunda perlu mendapat tindakan medis segera. 





Sesak napas saat hamil juga dapat menjadi indikasi terjadinya radang paru-paru atau pneumonia. Pada kasus ini, biasanya sesak napas juga diikuti dengan demam, batuk, juga nyeri dada. Kasus ini dapat diakibatkan oleh serangan virus maupun bakteri. 





Bila Bunda memang merupakan pengidap asma, masalah sesak napas ini perlu untuk diperiksa lebih lanjut oleh dokter.





Meskipun obat-obatan untuk asma relatif aman untuk kehamilan, namun ada baiknya bila Bunda berdiskusi terlebih dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat apa pun. 









Sumber :


Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010