main-logo
header-image-2718
author-avatar-2718

Ditinjau oleh

dr. Nadia Qoriah F., M.Sc, Sp.A, Dokter Spesialis Anak

Diterbitkan 27 Mar 2024

share-icon

3512


Kapan sih, anak boleh dikasih makan? Pertanyaan ini sering kali terdengar dari orang tua yang baru saja dikaruniai anak. Jawabannya adalah MPASI. Nah, penting sekali untuk orangtua mengerti apa dan bagaimana pemberian MPASI yang tepat. Berikut penjelasan lengkapnya.





Apa Itu MPASI?





MPASI merupakan singkatan dari makanan pendamping ASI. Mengapa diberi nama MPASI? Karena nutrisi utama tetap dari ASI, dan makanan yang diberikan merupakan tambahan nutrisi disamping dari pemberian ASI tersebut.





Sesuai rekomendasi WHO, ASI diberikan eksklusif sejak lahir hingga 6 bulan pertama kehidupan pada anak sehat. Selanjutnya, usia di atas 6 bulan, nutrisi yang dikandung ASI tidak lagi dapat mencukupi kebutuhan anak, sehingga pemberian tambahan makanan berupa MPASI sangatlah penting.





Kapan MPASI Diberikan?





Pemberian MPASI dapat diberikan sejak anak usia 6 bulan, tapi pada beberapa kasus pemberian MPASI dapat lebih awal, yaitu sejak 4 bulan. Hal ini dengan memperhatikan tanda-tanda kesiapan anak dalam proses makan dan indikasi medis yang tentunya harus dinilai oleh dokter spesialis anak. Jadi, jika tidak ada indikasi medis yang khusus, MPASI sebaiknya dimulai sejak anak usia 6 bulan, tidak kurang maupun lebih.





Bagaimana Cara Memberikan MPASI?





Penting sekali bagi orang tua untuk mengetahui cara pemberian MPASI yang benar. Yang perlu diingat adalah prinsip “4 tepat” MPASI, yaitu:





1. Tepat waktu





Yaitu pada usia 6 bulan dan anak telah mampu menerima MPASI, kecuali jika ada indikasi medis. Seorang anak dinilai siap dan mampu menerima MPASI, jika:





  • Anak dapat duduk dan menahan kepalanya sendiri dengan tegap
  • Menunjukkan ketertarikan terhadap makanan, dan mulai mencoba meraih makanan
  • Menunjukkan tanda-tanda lapar dan tidak tenang walaupun ibu telah memberikan ASI secara rutin




2. Tepat jumlah dan komposisi





Pada saat anak berusia 6 bulan, terdapat nutritional gap antara nutrisi yang diberikan ASI saja dan kebutuhan si anak. Senjang tersebut terutama berupa mikronutrien, yaitu besi dan seng. Dalam hal ini, senjang tersebut harus dipenuhi dari MPASI agar anak dapat tetap sehat dan tumbuh optimal.





Jumlah MPASI yang tepat disesuaikan dengan usia anak, untuk lengkapnya sebagai berikut:





Usia 6-8 bulan





  • Frekuensi: 2-3x makanan utama, 1-2x selingan
  • Porsi: 2-3 sdm s/d 125 ml (1/2 mangkok)
  • Tekstur: makanan disaring, lumat, tidak terlalu encer




Usia 9-10 bulan





  • Frekuensi: 3-4x makanan utama, 1-2x selingan
  • Porsi:125ml ++(1/2 -3/4 mangkok)
  • Tekstur: makanan ditumbuk, tekstur kasar




Usia 10-12 bulan





  • Frekuensi: 3-4x makanan utama, 1-2x sellingan
  • Porsi: 200 ml ++ (3/4 - 1 mangkok)
  • Tekstur: makanan dicincang kasar




Usia >12 bulan





  • Frekuensi: 3-4x makanan utama, 1-2x sellingan
  • Porsi: 250 ml ++ ( 1 mangkok penuh)
  • Tekstur: makanan keluarga








*Lanjutkan menyusui





Komposisi MPASI yang tepat adalah setiap makanan utama, harus mengandung 4 kuadran/ bintang, antara lain:





  • Karbohidrat: nasi, ubi, kentang, singkong
  • Protein hewani: telur, ayam, ikan, daging, hati
  • Protein nabati: kacang-kacangan
  • Buah dan sayur, dalam jumlah yang tidak banyak, karena hanya untuk pengenalan




Perlu diingat bahwa setiap makanan tersebut harus diberi tambahan lemak (30-45% dari total energi harian). Lemak yang diberikan dapat berupa minyak, santan ataupun margarin, ke dalam tiap porsi makanan.





3. Tepat cara pemberian





Prinsip cara pemberian makan adalah dengan prinsip responsive feeding , antara lain:





  • Ibu hendaknya sabar, dan selalu memberikan dorongan kepada anak agar mau makan
  • Jangan memaksa anak untuk makan
  • Perhatikan sinyal lapar dan kenyang anak
  • Bantu anak jika anak sudah mampu makan sendiri
  • Bila anak tidak mau makan dapat dicoba dengan jenis makanan, tekstur atau rasa yang lain
  • Jangan mengalihkan perhatian ( distraction ) dengan hal-hal yang menyebabkan anak tidak mau makan lagi
  • Makan adalah proses belajar, hendaknya selama prosesnya diikuti dengan kontak mata dan kasih sayang




4. Tepat persiapan, pemasakan dan penanganan





Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:





  • Pastikan kebersihan tangan dan peralatan makan yang digunakan
  • Cuci tangan ibu dan anak sebelum makan
  • Simpan makanan di tempat yang bersih dan aman
  • Pisahkan talenan yang digunakan untuk memotong bahan makanan mentah dan matang
  • Makanan disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu kurang dari 5 derajat Celcius
  • Simpan daging dan ikan dalam wadah plastik dan letakkan terpisah dengan makanan yang telah dimasak dan bahan-bahan siap makan
  • Makanan yang seharusnya disimpan di lemari pendingin tapi sudah berada di luar selama dua jam atau lebih, tidak boleh digunakan lagi.




Tahapan MPASI ini, termasuk ke dalam 1000 hari pertama kehidupan anak yang sangat memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang anak di kemudian hari. Dengan memperhatikan prinsip empat tepat MPASI tersebut, diharapkan anak dapat tumbuh dengan sehat dan dengan tumbuh kembang yang optimal.





Sumber:





  • WHO, 2002. Complementary Feeding. Report of the Global Consultation. Geneva, 10-13 December 2001. Summary of Guiding Principles
  • UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, 2019. Praktik pemberian MPASI: kesepakatan UKK NPM.
  • Pan American Health Organization, 2003. Guiding principles for complementary feeding of the breastfed child.

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010