main-logo
header-image-13971
author-avatar-13971

Ditinjau oleh

dr. Mutia Winanda, M.Gizi, Sp. GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Konselor Laktasi

Diterbitkan 13 Agt 2021

share-icon

225


Kalsium sangat diperlukan untuk perkembangan janin. Saking pentingnya, tubuh akan menyerap kalsium dari tubuh Bunda untuk diberikan kepada janin, bila asupan kalsium Bunda kurang. Wah, ternyata penting sekali ya kebutuhan kalsium untuk ibu hamil!





Kalsium bagi Tubuh





kalsium untuk ibu hamil




Kalsium adalah salah satu mineral yang penting bagi makhluk hidup, termasuk manusia. Pada ibu hamil, kalsium dibutuhkan untuk kebutuhan tubuh Bunda sendiri. 





Karena, saat Bunda tidak memiliki konsumsi yang cukup bagi Bunda dan janin, tubuh akan mengambil kandungan kalsium dari tubuh Bunda, misalnya dari gigi dan tulang. Pada akhirnya, gigi Bunda akan kekurangan kalsium yang dibutuhkan, sehingga menyebabkan gigi dan tulang Bunda keropos. 





Kalsium tidak hanya penting untuk kesehatan gigi dan tulang, namun juga pembentukan otot, saraf, dan jantung. Kalsium juga memiliki peran penting pada kemampuan saraf dalam penyampaian pesan dari otak ke seluruh tubuh.





Sayangnya, kalsium tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Oleh karena itu, adalah tugas Bunda untuk memastikan asupan kalsium dalam tubuh. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2013, kebutuhan ibu hamil berbeda-beda tergantung dari usia ibu hamil, yaitu:





  • Ibu hamil yang berusia 18 tahun ke bawah membutuhkan kalsium sebanyak 1400 mg per hari
  • Ibu hamil yang berusia 19-29 tahun membutuhkan kalsium sebanyak 1300 mg per hari
  • Ibu hamil yang berusia 30-49 tahun membutuhkan kalsium sebanyak 1200 mg per hari




Pastikan Bunda mengonsumsi kalsium dan juga vitamin D, karena kalsium hanya dapat diproses bila ada kandungan vitamin D. Bunda bisa mendapatkan vitamin D dengan cara berjemur di bawah matahari.





Gejala dan Risiko Kekurangan Kalsium





kalsium untuk ibu hamil




Sebelum terjadi hal yang lebih buruk, Bunda perlu tahu gejala apa yang biasanya timbul saat seseorang kekurangan kalsium. Berikut gejala yang umum terjadi: 





  • Mudah kesemutan
  • Kram dan nyeri otot
  • Sering kejang
  • Mengalami gangguan psikologis, seperti depresi, mudah lupa, dan sering kebingungan
  • Kuku dan rambut rapuh
  • Mudah lelah
  • Tulang rapuh dan mudah patah
  • Kehilangan nafsu makan




Kekurangan kalsium tidak hanya berakibat buruk untuk Bunda, namun juga Si Kecil. Jangan sampai risiko kekurangan kalsium di bawah ini terjadi ya, Bun. 





  • Tekanan darah tinggi
  • Bayi lahir prematur
  • Berat lahir rendah
  • Pertumbuhan bayi lambat
  • Gangguan jantung
  • Kram kaki & otot
  • Tidak nafsu makan 
  • Berisiko lebih besar mengalami patah tulang di kemudian hari




Sumber-Sumber Kalsium









Produk susu adalah sumber kalsium terbaik. Sayuran berwarna hijau gelap juga mengandung kalsium, namun tidak sebanyak produk susu. Berikut adalah daftar sumber kalsium untuk Bunda konsumsi:





  • yoghurt: 415 gram
  • Jus jeruk: 315 mg
  • sardin: 325 mg
  • keju cheddar: 307 mg
  • susu: 299 mg
  • salmon: 181 mg
  • sereal: 100 - 1.000 mg
  • kale: 94 mg
  • kacang kedelai: 80-500 mg
  • almond: 370 mg




Dengan kadar kalsium ini, biasanya Bunda disarankan untuk minum minimal 3 gelas susu setiap harinya untuk mencapai kebutuhan 1.000 mg per hari.





Perlukah Suplemen Kalsium?









Kebutuhannya esensial untuk perkembangan janin, bahan makanan sumber yang sangat mudah untuk memenuhi kebuutuhan kalsium adalah susu. Permasalahannya, bagaimana bila Bunda alergi produk susu atau bila Bunda vegetarian?





Bunda dapat mendapatkan sumber kalsium dengan mengonsumsi suplemen kalsium yang banyak dijual di pasaran. Bunda hanya perlu mengonsumsi suplemen kalsium 500 mg sekali minum untuk memastikan suplemen bekerja dengan baik. Minum suplemen setelah habis sarapan dan makan malam.





Suplemen kalsium terdiri dari dua jenis, yaitu:





  • kalsium karbonat: lebih murah dan harus diminum setelah makan
  • kalsium sitrat: dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Dokter biasanya merekomendasikan kalsium ini bila Bunda memiliki tekanan darah tinggi.




Mengonsumsi kalsium boleh saja, namun Bunda tetap harus mengantisipasi efek samping dari penggunaan suplemen. Karena bagaimanapun juga, suplemen kalsium dapat membuat perut penuh gas dan juga mengakibatkan sembelit.





Penggunaan suplemen kalsium yang berlebihan juga berisiko merusak ginjal dan mengganggu penyerapan zinc dan zat besi.  





Bila Bunda tidak alergi produk susu dan bukan vegetarian, Bunda bisa mendapatkan kalsium dari sumber-sumber alami. Namun, bila Bunda tidak dapat mengonsumsinya, baca anjuran pada label suplemen dan konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan suplemen kalsium untuk ibu hamil.









Sumber:





Web MD. 2021. Get the Calcium You Need During Pregnancy.





Hello Sehat. 2021. Kenapa Kalsium Sangat Penting untuk Ibu Hamil dan Janin?





Sehatq. 2019. Mengenal Pentingnya Kalsium untuk Ibu Hamil.










Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010