main-logo
header-image-11406
author-avatar-11406

Ditinjau oleh

dr. Linda Lestari, Sp.OG, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Diterbitkan 4 Mei 2023

share-icon

709


Di awal trimester kehamilan, ibu hamil akan sering mengalami pusing. Walau bukan penyakit berat, pusing akan mengganggu aktivitas sehari-hari bila tidak diatasi.





Penyebab Pusing saat Hamil





pusing saat hamil




Pusing pada masa kehamilan disebabkan tekanan darah menurun. Turunnya tekanan darah ini disebabkan oleh hormon progesteron yang merelaksasi dan melebarkan pembuluh darah.





Selain terjadi pada trimester pertama, pusing juga terjadi pada trimester kedua dan ketiga.





Pada trimester kedua, pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim membuat tubuh memiliki darah dan cairan yang banyak. Hal ini meningkatkan tekanan darah yang dapat menyebabkan pusing.









Di trimester ketiga beda lagi. Pusing pada ibu hamil justru disebabkan karena tekanan darah menurun.





Pusing diakibatkan oleh aliran darah berkurang akibat penekanan pembuluh darah oleh berat badan janin. Berat badan bayi akan menekan pada pembuluh darah di kaki, panggul, dan tubuh bagian bawah.





Pusing saat hamil juga disebabkan karena suhu tubuh yang sedikit meningkat. Pertumbuhan janin dikatakan menjadi penyebab meningkatnya suhu tubuh.





Faktor lain penyebab pusing pada saat hamil  adalah:





Melakukan perubahan posisi terlalu cepat





Perubahan posisi dari duduk ke berdiri dapat menyebabkan hipotensi postural yaitu tidak cukupnya waktu bagi darah untuk mencapai otak. 





Anemia





ibu hamil kerap mengalami anemia karena kurangnya asupan zat besi, sehingga sel darah merah yang membawa oksigen menuju otak dan organ lain menjadi lebih sedikit. 





Dehidrasi





Saat hamil, hormon kehamilan di dalam tubuh akan membuat lebih banyak cairan yang dialirkan ke janin guna menunjang kehidupan dan pembentukan organ. 





Ibu hamil juga lebih mudah berkeringat sehingga membutuhkan lebih banyak cairan agar tidak pusing.





Kecemasan





Ketika cemas, ibu akan mengalami hiperventilasi (napas berlebih). Hal ini menyebabkan ibu lebih banyak menghirup karbondioksida daripada oksigen yang menyebabkan pusing.









Mengatasi Pusing saat Hamil









Pusing saat hamil mungkin sesuatu yang sulit dihindari secara total. Namun untuk mengurangi frekuensinya, Bunda dapat melakukan beberapa hal ini:





Lakukan aktivitas secara perlahan





Agar tidak sering mengalami pusing, ibu harus memulai kegiatan secara perlahan. Termasuk saat hendak berdiri dari posisi berbaring atau duduk. 





Lakukan dengan pelan, sehingga tidak menyebabkan pusing. Hindari berdiri terlalu lama, atau bila memang harus berdiri, lakukan sambil bergerak untuk menjaga aliran darah tetap lancar.





Berbaring dan angkat kaki





Pada saat mengalami pusing, ibu disarankan untuk berbaring sampai kepala terasa ringan, kemudian angkat kaki untuk meningkatkan aliran darah ke otak.





Ibu juga dapat melakukannya dengan duduk. Bungkukkan badan, posisikan kepala di antara kaki, kemudian bernapas pelan dan mendalam. 





Penuhi kebutuhan protein dan karbohidrat





Makan teratur dengan nutrisi yang baik dan memenuhi kebutuhan protein dan karbohidrat sehingga kadar gula menjadi seimbang juga bisa mengurangi frekuensi pusing saat hamil





Sediakan camilan sehat





Selain itu, selalu sediakan camilan sehat yang dapat dibawa kemanapun untuk menjaga bila kadar gula tubuh tiba-tiba menurun.





Namun, jangan makan camilan manis yang dapat meningkatkan kadar gula secara tiba-tiba namun turun juga dengan cepat. 









Cukupi kebutuhan zat besi





Mencukupi zat besi juga akan membuat ibu terhindar dari anemia dan pusing saat hamil. Konsumsi makanan kaya akan zat besi seperti daging merah, unggas, kacang-kacangan. 





Minum air yang cukup dan pakai baju nyaman





Pastikan ibu minum air cukup, terutama bila cuaca sedang panas. Hindari minuman berkafein dan berkarbonasi yang dapat menyebabkan ibu sering buang air kecil.





Ibu juga dapat memilih baju yang nyaman dan tidak terlalu ketat sehingga peredaran darah tetap lancar.





Hindari berada dalam posisi telentang terlalu lama





Hindari posisi tidur telentang pada trimester kedua dan ketiga.  Telentang dalam waktu yang lama akan menyebabkan tertekannya pembuluh darah utama yang membawa darah kembali ke jantung, sehingga menghambat sistem sirkulasi. 





Selain itu, berbaring telentang juga bisa menyebabkan berkurangnya suplai oksigen bagi janin. Berbaring ke sebelah kiri lebih aman dilakukan.





Selain itu, pastikan duduk perlahan-lahan dahulu saat hendak bangun, jangan langsung berdiri.





Hamil memang akan membuat Bunda merasakan berbagai perubahan dan gejala yang mungkin membuat tidak nyaman. Oleh karenanya, lakukan aktivitas dengan pelan dan beristirahatlah sesering mungkin agar Bunda tetap bisa menikmati masa kehamilan ini. 









Sumber:





What to Expect. 2020. Dizziness During Pregnancy.





Alodokter. 2018. Mengatasi Rasa Pusing saat Hamil.





Medical News Today. 2020. What Is The Link Between Dizziness and Pregnancy?










Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010