main-logo

Tips Mengatasi Puting Lecet saat Menyusui

header-image-11344
author-avatar-11344

Ditinjau oleh

dr. Mutia Winanda, M.Gizi, Sp. GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Konselor Laktasi

Diterbitkan 10 Jun 2021

share-icon

261


Salah satu masalah yang banyak dihadapi oleh ibu menyusui adalah puting lecet saat menyusui. 





Penyebab utama dari kondisi ini adalah pelekatan menyusui yang kurang tepat. Sehingga bayi akhirnya malah hanya mengisap puting payudara Bunda atau bahkan menggigitinya karena frustrasi ASI tidak keluar sebanyak yang ia inginkan.





Hal tersebut dapat membuat puting lecet dan luka, serta payudara terasa nyeri. 





Penyebab Payudara Nyeri dan Puting Lecet saat Menyusui





puting lecet saat menyusui




Dibutuhkan waktu agar Bunda dapat berlatih menyusui bayi dengan cara yang tepat dan benar, termasuk posisi dan pelekatan menyusui yang tepat. 





Karena itu, tak heran jika ibu yang baru menyusui sering kali mendapatkan masalah puting lecet saat menyusui diakibatkan posisi menyusui yang kurang nyaman sehingga bayi tak dapat melekat ke payudara dengan tepat untuk menyusu. 





Selain karena pelekatan menyusui yang kurang tepat, payudara yang nyeri saat menyusui juga bisa terjadi akibat adanya masalah medis, seperti mastitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri di jaringan payudara dan tersumbatnya saluran ASI. 





Infeksi jamur di puting payudara juga dapat membuat payudara terasa nyeri dan membuat puting gatal sehingga lecet. 





Adanya kelainan anatomi pada bayi dan Bunda seperti tongue-tied pada bayi dan puting yang rata atau masuk ke dalam pada payudara ibu juga dapat menjadi masalah yang menyebabkan payudara nyeri dan puting lecet. Begitu juga dengan cara memerah ASI yang kurang tepat menggunakan breast pump





Untuk mengatasi masalah-masalah ini, Bunda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi untuk mendapatkan solusi yang sesuai.  





Pertolongan Pertama Mengatasi Puting Lecet saat Menyusui





puting lecet saat menyusui




Jika puting sudah lebih dahulu lecet, maka Bunda dapat melakukan cara-cara ini untuk membantu meredakan rasa nyeri dan mempercepat penyembuhan luka:





  • Sebelum dan sesudah menyusui, keluarkan sedikit ASI lalu oleskan di puting dan areola. ASI mengandung antiseptik alami sehingga dapat membantu penyembuhan luka di puting payudara. Tunggu sampai mengering baru kenakan bra.
  • Bunda dapat membuat puting payudara sedikit mati rasa dengan mengompresnya menggunakan es batu yang dibungkus kain sebelum mulai menyusui.
  • Sebaliknya, saat sudah selesai menyusui, Bunda dapat mengompres payudara dengan waslap yang telah dibasahi dengan air hangat. Walau tak memiliki efek pengobatan, namun cara ini dapat meredakan rasa nyeri di puting yang lecet.  
  • Hindari membersihkan puting yang luka menggunakan sabun. Cukup menggunakan air hangat dan bila perlu, menggunakan cairan larutan garam atau cairan infus. Pastikan Bunda membilas puting terlebih dahulu sebelum menyusui.
  • Mengoleskan salep yang mengandung lanolin atau petroleum jelly dipercaya dapat membantu mempercepat proses penyembuhan puting yang lecet.




Tips Mencegah Puting Lecet saat Menyusui









Mencegah tentu lebih baik dari mengobati. Karena itu, jika puting Bunda belum lecet atau lecet tapi dalam proses penyembuhan, maka Bunda dapat melakukan cara-cara ini untuk mencegah puting lecet saat menyusui:





Mengubah posisi menyusui





Untuk mendapatkan posisi menyusui yang nyaman, perlu dilakukan percobaan berbagai macam posisi untuk mencari posisi menyusui yang nyaman untuk Bunda dan Si Buah Hati.





Karena itu, coba lakukan beberapa posisi menyusui dan rasakan yang mana yang paling membuat bayi nyaman dan terasa tepat. Bunda juga bisa membiarkan bayi yang menemukan posisi menyusui yang nyaman baginya.





Pastikan pelekatan mulut bayi ke payudara sudah baik





Hal ini ditandai dengan mulut bayi yang terbuka lebar, dagu menempel di payudara, bibir terlipat keluar, sebagian besar areola masuk ke dalam mulut bayi.





Pijat payudara





Pijat-pijat payudara dengan lembut lalu keluarkan sedikit ASI untuk mempersingkat waktu antara bayi melekat ke puting dan saat ASI mulai keluar. 





Susui saat bayi ingin menyusu





Susui bayi saat ia mulai menunjukkan tanda awal ingin menyusu. Pada saat ini bayi masih dapat menyusu dengan tenang dibandingkan ketika bayi sudah terlanjur menangis keras karena haus.





Dengan begini, ia akan lebih santai saat menyusu serta tidak terburu-buru. 





Susui dengan payudara yang tidak lecet





Gunakan payudara yang kondisinya putingnya lebih baik terlebih dahulu dibanding yang putingnya sedang lecet.





Bunda dapat bergabung dengan komunitas ibu menyusui dan meminta konselor laktasi di komunitas tersebut untuk melihat dan menilai bagaimana cara Bunda menyusui. 





Kadang orang lain dapat melihat kesalahan yang Bunda lakukan sehingga dapat segera diperbaiki. Jika sudah menemukan posisi dan cara pelekatan yang tepat, maka menyusui akan menjadi proses yang mudah dan tak lagi menyakitkan.









Sumber:





The Breastfeeding Network. 2019. Cracked Nipples and Moist Wound Healing.





Healthline. 2016. 5 Natural Remedies for Cracked Nipples.





Australian Breastfeeding Association. 2020. Sore/Cracked Nipples.





La Leche League International. 2021. Breastfeeding with Sore Nipples.










Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010