main-logo
header-image-10906
author-avatar-10906

Ditinjau oleh

dr. Linda Lestari, Sp.OG, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi

Diterbitkan 9 Mei 2023

share-icon

1225


Bila mendengar kata kolesterol, biasanya yang terbayang adalah sebuah kondisi yang kurang baik pada tubuh. Padahal dalam kehamilan, kolesterol sangat diperlukan dalam pembentukan hormon-hormon fungsional, seperti estrogen dan progesteron, yang penting untuk menjaga kondisi janin di dalam kandungan. 





Meski demikian, Bunda perlu mengetahui kondisi saat kolesterol naik saat hamil, yang bila luput dari pengawasan bisa mengakibatkan beberapa masalah.









Jenis-jenis Kolesterol





kolesterol tinggi saat hamil




Terdapat dua jenis kolesterol, yang pertama adalah kolesterol baik yang disebut HDL, dan kolesterol jahat yang disebut LDL.





Biasanya orang mengalami kolesterol tinggi karena gaya hidup yang kurang sehat dan dari makanan-makanan tinggi lemak, seperti mentega, daging berlemak, juga keju.





Namun pada sebagian orang, ada kemungkinan terjadi sebuah kelainan yang diturunkan secara genetik yang disebut Familial Hypercholesterolemia (FH), yang menyebabkan kadar LDL selalu tinggi. Dalam kondisi ini, diperlukan pengobatan tertentu agar kadar kolesterol tetap stabil. 





Saat Hamil Kolesterol Mudah Meningkat





kolesterol tinggi saat hamil




Pada dasarnya, kadar normal kolesterol di dalam darah ibu hamil adalah sekitar 120-190 mg/dL. Namun saat hamil, kadar kolesterol mudah mengalami peningkatan hingga lebih dari 200 mg/dL. 





Selama kehamilan, kadar kolesterol umumnya meningkat sekitar 20-50 persen, khususnya di trimester kedua dan ketiga. Karena pada masa ini janin sedang aktif membentuk anggota tubuh dan organ otaknya.





Jika kadar kolesterol Bunda sudah mencapai 240 mg/dL, maka Bunda perlu segera mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga medis karena sudah melewati ambang batas atau yang disebut dengan Hypercholesterolemia





Sayangnya, gejala yang nyata dari peningkatan kadar kolesterol di dalam darah tidak mudah terlihat, karena Bunda secara umum akan merasa “baik-baik saja”. 





Bila Bunda sebelum hamil sudah memiliki kecenderungan memiliki kadar kolesterol tinggi, Bunda perlu menyampaikannya kepada dokter. Sehingga dalam pemeriksaan rutin Bunda akan diperiksa khusus untuk mengetahui kadar kolesterol di dalam darah. 









Bila dibiarkan, kondisi kolesterol tinggi ini dapat memicu kondisi yang disebut aterosklerosis atau penumpukan kolesterol dan lemak pada dinding pembuluh arteri. Kondisi ini bisa memicu timbulnya gangguan pada jantung dan risiko stroke. 





Perlukah Merasa Khawatir dengan Kolesterol Naik saat Hamil?





kolesterol tinggi saat hamil




Karena kondisi ini relatif normal pada kehamilan, Bunda tidak perlu merasa khawatir. Biasanya dalam kondisi normal, setelah melahirkan, kira-kira setelah 4-6 minggu, kadar kolesterol Bunda akan kembali ke angka normal. 





Namun bukan berarti Bunda tidak memerhatikan level kolesterol saat hamil.





Dalam salah satu jurnal ilmiah, dikatakan bahwa saat ini tingginya kolesterol pada ibu hamil dihubungkan dengan meningkatnya risiko kelahiran prematur, diabetes gestasional, juga preeklampsia. 





Karena itu, penting bagi Bunda untuk selalu mengecek kadar kolesterol selama hamil untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. 





Bagaimana Mengatasi Kolesterol Naik Saat Hamil?









Karena kondisi Bunda yang sedang hamil, dokter mungkin tidak akan memberikan obat-obatan penurun kolesterol karena kurang aman untuk ibu hamil. 





Namun demikian, dokter akan memberikan rekomendasi untuk Bunda melakukan pembenahan pola makan sehari-hari:





Konsumsi serat





Untuk mengendalikan kolesterol di dalam darah, Bunda perlu makan lebih banyak serat, yang terdapat secara alami di buah-buahan segar, biji-bijian seperti havermut, juga sayuran segar. 









Batasi lemak





Sebaiknya Bunda menghindari jenis makanan yang mengandung lemak tinggi, dan menggantinya dengan makanan yang mengandung lemak baik seperti kacang-kacangan, minyak zaitun, ikan yang kaya omega 3, flaxseed oil , dan sebagainya. 





Olahraga rutin





Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa wanita hamil yang aktif pada trimester pertama cenderung kadar kolesterolnya rendah daripada mereka yang kurang banyak bergerak. Lakukan olahraga low impact , misalnya berjalan pagi/sore hari, renang, atau yoga. 





Hindari risiko dehidrasi





Bunda perlu mencukupi kebutuhan cairan setiap hari, terutama bila Bunda aktif berolahraga. Pastikan Bunda selalu siap dengan air minum bebas gula dan kafein agar membantu menjaga kadar kolesterol tetap dalam batas aman.









Sumber:





NCBI. 2011. Cholesterol in Pregnancy: A Review of Knowns and Unknowns.





Healthline. 2015. How to Manage Your Cholesterol Levels During Pregnancy.





Parents. 2019. Is High Cholesterol During Pregnancy Normal?





The Bump. 2017. High Cholesterol During Pregnancy.





Parenting First Cry. 2018. Cholesterol Levels During Pregnancy – Normal, High and Low.





Mother to Baby (2020). High Cholesterol.










Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010