main-logo

Begini Cara Meraba Janin Sudah Masuk Panggul yang Benar

header-image-21034
author-avatar-21034

Ditinjau oleh

dr. Kevin Adrian Djantin, Project and Collaboration Medical Editor Alodokter

Diterbitkan 30 Okt 2023

share-icon

4611


Cara meraba janin sudah masuk panggul biasanya dilakukan saat kehamilan memasuki trimester ketiga. Cara ini tidak hanya untuk mendeteksi apakah janin sudah masuk panggul atau belum, tetapi juga bisa memperkirakan posisi janin di dalam rahim sebelum masuk panggul.





Cara meraba janin sudah masuk panggul dalam dunia medis disebut dengan pemeriksaan Leopold. Pemeriksaan ini merupakan cara sederhana yang menggunakan metode perabaan pada perut ibu hamil, untuk memantau posisi janin.





Sebenarnya, cara meraba janin sudah masuk panggul hanya bisa dilakukan oleh dokter atau bidan. Namun, ada beberapa bagian dari cara ini yang juga bisa Bunda lakukan secara mandiri, karena mudah untuk diterapkan.





Berbagai Cara Meraba Janin Sudah Masuk Panggul





Sebelum melakukan perabaan pada perut, Bunda perlu buang air kecil terlebih dahulu untuk mengosongkan kandung kemih. Hal ini dilakukan agar Bunda tetap merasa nyaman selama meraba perut.





Nah, inilah berbagai cara meraba janin sudah masuk panggul yang patut diketahui:





Cara pertama





Cara pertama ini bisa Bunda lakukan untuk mengetahui posisi janin dengan meraba bagian tertinggi rahim. Bunda bisa menempatkan kedua telapak tangan di bagian tersebut, lalu merabanya dengan lembut.





Dengan merabanya, Bunda bisa memperkirakan bagian tubuh janin yang berada di bagian tertinggi rahim. Apabila kepala janin yang berada di bagian tersebut, perut Bunda akan teraba lebih keras dan bulat. Sementara, apabila bokong janin yang berada di bagian tertinggi rahim, perut Bunda akan teraba lebih lembut dengan permukaan tidak rata.





Meski bisa kepala atau bokong, bagian tubuh janin yang paling sering berada di titik paling tinggi rahim adalah bokong.





Cara kedua





Berbeda dengan cara pertama, cara kedua ini bisa Bunda lakukan dengan meraba sisi kanan dan sisi kiri perut sekitar pusar secara perlahan. Dengan meraba area tersebut, Bunda bisa tahu janin sedang menghadap ke kanan atau ke kiri.





Untuk mengetahui ke arah mana janin menghadap, Bunda bisa membedakan letak punggung janin dengan anggota tubuh lain. Umumnya, punggung janin akan teraba lebih keras dan lebar. Sementara, anggota tubuh lain akan teraba lebih lembut dan bisa digerakkan.





Meski begitu, cara kedua ini hanya bisa dilakukan ketika janin berada dalam posisi memanjang, tidak melebar atau miring.





Cara ketiga





Pada cara ketiga, Bunda bisa meraba bagian bawah perut dengan menggunakan jempol dan jari-jari di satu tangan saja, entah itu tangan kiri atau kanan. Cara ini dilakukan untuk memastikan bagian tubuh janin yang berada di bagian bawah rahim.





Sama seperti di cara pertama, apabila teraba keras, berarti kepala janin berada di bagian rahim tersebut. Sementara, apabila Bunda merasa bagian tubuh janin bisa bergerak, berarti kaki janin yang berada di bagian bawah rahim.





Pada cara ini juga, bisa saja bagian bawah rahim Bunda teraba kosong. Ini bisa terjadi karena janin berada dalam posisi melebar atau melintang. Apabila cara ketiga dilakukan oleh dokter, berat serta volume air ketuban janin juga bisa diperkirakan.





Cara keempat





Nah, berbeda dari cara-cara sebelumnya, cara keempat ini hanya bisa dilakukan oleh dokter atau bidan ya, Bun. Soalnya, pada cara ini, dokter akan meraba bagian bawah perut Bunda untuk memastikan apakah kepala janin sudah masuk rongga tulang panggul (jalan lahir) atau masih di perut.





Perlu diingat ya, Bun, beberapa cara meraba janin sudah masuk panggul di atas merupakan cara sederhana untuk memperkirakan posisi janin di dalam rahim. Jadi, tingkat ketepatannya bisa bervariasi, dan bukan tidak mungkin bisa kurang tepat.





Oleh karena itu, pemeriksaan lain, seperti USG , tetap perlu dilakukan untuk mengetahui posisi janin dalam rahim dengan tepat.





Sumber:





Udompornthanakij, P., Kongsomboon, K., & Hanprasertpong, T. (2020). Accuracy and Factors Influencing Leopold's Manoeuvres in Determining Vertex Presentation During Late Third Trimester of Pregnancy. Journal of Obstetrics and Gynaecology: The Journal of the Institute of Obstetrics and Gynaecology , 40(5), pp. 639–643.





Wahyuningsih, H. & Tyastuti, S. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Praktikum Asuhan Kebidanan Kehamilan.





National Institutes of Health (2023). Statpearls. Leopold Maneuvers.





MSD Manual (2023). Leopold Maneuver.





Verywell Family (2022). What Are Leopold's Maneuvers?


Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010