BAB Normal Bayi Usia 0–1 Bulan, Begini Warna, Tekstur, dan Frekuensinya
Ditinjau oleh
dr. Kevin Adrian Djantin, Project and Collaboration Medical Editor Alodokter
Diterbitkan 16 Feb 2025
149
BAB normal bayi usia 0–1 bulan perlu diketahui agar Bunda bisa mengenali apakah sistem pencernaan Si Kecil normal atau tidak. Untuk mengetahui seperti apa BAB normal bayi, Bunda perlu mengamati warna, tekstur, dan frekuensi BAB Si Kecil.
Pada dasarnya, setiap bayi memiliki pola BAB tertentu, Bun. Pola ini bisa dipengaruhi oleh apa yang dikonsumsi oleh bayi. Nah, karena bayi usia 0–1 bulan belum bisa mengonsumsi makanan padat, pola BAB-nya pun hanya tergantung pada ASI atau susu formula yang dikonsumsinya.
Ketika baru lahir hingga usia 1 bulan, ciri-ciri kotoran bayi yang normal akan berubah-ubah, Bun. Berikut ini adalah warna BAB normal bayi yang perlu Bunda ketahui:
Beberapa hari setelah dilahirkan, bayi akan mengeluarkan feses atau kotoran pertamanya yang disebut mekonium, Bun. Mekonium ini terbentuk ketika bayi masih berada di dalam rahim. Feses pertama ini umumnya berwarna hijau gelap atau cokelat gelap dengan tekstur yang lengket.
Nah, sekitar 2–4 hari setelah dilahirkan, mekonium akan tergantikan dengan BAB normal bayi usia 0–1 bulan yang sebenarnya, Bun. BAB bayi yang tadinya terlihat gelap akan berubah menjadi lebih terang, yaitu berwarna kuning kehijauan. Perubahan warna BAB ini normal terjadi karena bayi sudah diberikan ASI atau susu formula, Bun.
Apabila diberikan ASI eksklusif, kotoran bayi nantinya akan berubah menjadi makin terang, Bun, yaitu berwarna kuning mustard. Sementara itu, apabila bayi diberikan susu formula, BAB normal bayi usia 0–1 bulan menjadi kuning kecokelatan dengan sedikit warna hijau.
Pada beberapa kasus, feses bayi 0–1 bulan juga bisa menjadi warna hijau. Biasanya, ini terjadi karena ibu menyusui mengonsumsi makanan yang sebelumnya jarang atau tidak pernah dikonsumsi. Selagi tidak ada keluhan pada bayi selain warna fesesnya yang berubah atau jika berat badannya masih normal, berarti tidak ada yang perlu dikhawatirkan ya, Bun.
Seperti yang telah disebutkan, mekonium memiliki tekstur yang lengket, Bun. Namun, setelah mekonium berubah menjadi feses yang normal, BAB normal bayi usia 0–1 bulan akan memiliki tekstur yang lebih encer.
Tekstur BAB yang encer ini umumnya normal pada bayi yang mengonsumsi ASI kok, Bun. Malah, encernya tekstur bayi baru lahir menjadi tanda bahwa saluran cerna bayi sudah mulai menyerap nutrisi dalam ASI dengan baik.
Namun, pada bayi yang mengonsumsi susu formula , tekstur fesesnya biasanya lebih kental seperti selai kacang. Ini karena saluran cerna bayi belum cukup kuat menyerap nutrisi yang terkandung dalam susu formula.
Sama seperti tekstur dan warnanya, frekuensi keluarnya kotoran bayi juga bisa berbeda-beda, tergantung pada jenis susu yang dikonsumsinya.
Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif biasanya akan BAB sebanyak sekitar 3 kali sehari, tetapi ada juga yang bisa BAB hingga 4–12 kali sehari. Sementara itu, pada bayi yang diberikan susu formula, ia biasanya akan BAB sebanyak 1–4 kali sehari, Bun. Setelah 1 bulan, frekuensi BAB normal bayi usia 0–1 bulan hanya 2 hari sekali.
Selain warna, tekstur, dan frekuensi, BAB normal bayi usia 0–1 juga bisa dikenali melalui baunya. Bayi yang menyusu dengan ASI eksklusif biasanya tidak terlalu bau menyengat. Sementara itu, bayi yang menyusu dengan susu formula, biasanya memiliki feses yang cukup bau dan menyengat.
Nah, itulah penjelasan soal warna, tekstur, dan frekuensi BAB normal bayi usia 0–1 bulan, Bun. Bisa disimpulkan bahwa BAB normal bayi usia 0–1 bulan biasanya berwarna kuning kehijauan ya, Bun. Teksturnya bisa encer, tetapi bisa juga kental seperti selai kacang. Selain itu, frekuensi keluarnya BAB, bisa mencapai 1–4 kali sehari.
Karena sudah tahu bagaimana BAB normal bayi usia 0–1 bulan, Bunda perlu waspada apabila warna , tekstur, dan frekuensi BAB Si Kecil tiba-tiba berubah, ya. Bunda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter melalui chat online agar perubahan BAB Si Kecil bisa dipastikan.
Sumber
Pregnancy Birth & Baby Australia (2023). Poos and Wees.
Mayo Clinic (2024). Infant and Toddler Health. I'm Breastfeeding My Newborn and My Baby's Stool is Yellow and Mushy. Is This What I Should Expect?
Nationwide Children’s Hospital (2021). Family Resources & Education. Newborn Poop: Meconium and Beyond.
Watson, S. Baby Center (2022). Baby Poop Pictures: Which Colors and Textures are Normal?
Chertof, J. Healthline (2018). How Often Do Breastfed and Formula-Fed Newborn Babies Poop?
Artikel Unggulan
Panduan agar Tetap Sehat Saat Hamil Muda
Saat Bunda positif hamil, apalagi bila ini adalah kehamilan yang pertama, akan banyak sekali hal yang Bunda perhatikan agar bisa menjalani kehamilan ini dengan ...
Ini Mengapa Bunda Perlu Konsumsi Suplemen Prenatal
Tumbuh kembang janin sangat ditentukan oleh asupan ibu selama mengandung. Oleh karena itu penting bagi ibu untuk memenuhi semua asupan nutrisi penting selama ha...
Ini Penyebab Libido Turun saat Hamil
Masalah yang satu ini kadang cukup membuat Bunda merasa gelisah saat dalam masa kehamilan: libido turun saat hamil. Padahal di berbagai tayangan, film, atau art...
Artikel Terkait
Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id
Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010