Begini Cara Membuat MPASI 6 Bulan yang Benar untuk Si Kecil


Ditinjau oleh
dr. Kevin Adrian Djantin, Project and Collaboration Medical Editor Alodokter
Diterbitkan 22 Jul 2025
162
Cara membuat MPASI 6 bulan perlu diketahui, Bun, agar Si Kecil bisa belajar makan dengan aman dan nyaman. Soalnya, pada usia 6 bulan, Si Kecil memang dianjurkan mengonsumsi MPASI untuk mendapatkan tambahan nutrisi selain dari ASI. Jadi, yuk simak artikel ini untuk mengetahui caranya, Bunda!
Memasuki usia 6 bulan, kebutuhan zat besi, protein, dan nutrisi lain pada bayi sudah tidak bisa dipenuhi hanya dari ASI, Bun. Oleh karena itu, pemberian MPASI perlu dilakukan secara bertahap tanpa memaksa si Kecil.
Nah, untuk memberikan MPASI , Bunda perlu memperhatikan kebersihan, tekstur, dan kandungan gizi, agar aman dikonsumsi oleh Si Kecil. Selain itu, Bunda juga harus menyesuaikan porsi MPASI dengan kemampuan makan Si Kecil ya.
Setiap langkah pembuatan MPASI 6 bulan akan berpengaruh pada kualitasnya, Bun. Oleh karena itu, Bunda harus memastikan cara membuat MPASI 6 bulan sudah benar, sehingga Si Kecil bisa mendapatkan MPASI yang berkualitas. Begini caranya:
Tahap awal membuat MPASI 6 bulan adalah mempersiapkan bahan makanan yang segar dan berkualitas. Bunda bisa memilih sumber karbohidrat, seperti nasi, kentang, atau ubi, protein hewani , seperti daging ayam, ikan tanpa duri, atau telur matang, serta sayuran dan buah-buahan.
Sebelum diolah, pastikan semua bahan dicuci bersih dengan air mengalir ya, Bun. Hindari penggunaan bahan yang sudah layu atau busuk. Untuk protein hewani, pastikan nantinya dimasak benar-benar matang, sehingga Si Kecil bisa terhindar dari berbagai infeksi.
Setelah bahan-bahan telah siap, Bunda bisa memasaknya dengan berbagai cara, seperti merebus, mengukus, atau memanggang tanpa menggunakan minyak. Hindari menambahkan gula, garam, madu, atau penyedap rasa pada MPASI bayi usia 6 bulan. Setelah matang, pisahkan porsi untuk si Kecil sebelum menambah bumbu untuk makanan keluarga.
Karena Si Kecil belum mampu mengunyah dengan baik, serta saluran cernanya belum bisa mengolah makanan yang terlalu padat, Bunda perlu menghaluskan MPASI sebelum diberikan kepada Si Kecil ya.
Makanan yang sudah matang perlu dihaluskan hingga teksturnya lembut seperti bubur saring atau puree . Bunda bisa menggunakan blender, saringan, atau sendok. Apabila teksturnya terlalu kental, campurkan MPASI dengan sedikit air matang atau ASI, sampai konsistensinya sesuai dengan kemampuan menelan bayi.
Apabila MPASI 6 bulan telah dihaluskan, sebaiknya Bunda langsung berikan kepada si Kecil agar nutrisinya tetap terjaga dan tidak terkontaminasi kuman dari luar ya. Namun, apabila ingin disimpan, gunakan wadah bersih bertutup rapat dan simpan di dalam kulkas. MPASI yang telah disimpan sebaiknya dikonsumsi lagi sebelum 24 jam dan hanya boleh dipanaskan satu kali sebelum diberikan lagi.
Selain cara membuat MPASI 6 bulan di atas, Bunda juga perlu memantau apakah Si Kecil memiliki alergi terhadap suatu bahan makanan. Oleh karena itu, Bunda perlu memperkenalkan satu jenis bahan makanan baru setiap 3 hari. Misalnya, mulai dengan bubur beras, lalu wortel, atau ayam secara terpisah.
Dengan melakukan cara tersebut, Bunda bisa mengenali lebih mudah bila Si Kecil mengalami reaksi alergi, seperti ruam, muntah, atau diare. Jika tidak ada reaksi apa pun, Bunda bisa mulai memberikan kombinasi bahan makanan secara bertahap.
Agar proses pemberian MPASI berjalan aman dan nyaman bagi si Kecil, berikut beberapa tips yang sebaiknya Anda lakukan:
Cara membuat MPASI 6 bulan memang perlu melewati berbagai langkah, Bun. Namun, ingatlah, hal ini dilakukan agar Si Kecil bisa makan dengan aman dan nyaman. Apabila Si Kecil menolak makanan baru, coba lagi di kesempatan berikutnya dengan variasi tekstur atau bahan lain ya, Bun.
Selain itu, apabila Bunda mengalami kesulitan dalam memberikan MPASI kepada Si Kecil atau mengenali tanda-tanda alergi, seperti ruam kulit, bengkak, muntah, atau diare setelah memberikan satu jenis MPASI kepada Si Kecil, segera konsultasikan dengan dokter ya. Bunda bisa berkonsultasi melalui chat online bersama dokter atau buat janji langsung.
Sumber
World Health Organization (2023). WHO Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months of Age.
Centers for Disease Control and Prevention (2025). Infant and Toddler Nutrition. When, What, and How to Introduce Solid Foods.
National Health Services U.K. (2022). Baby. Foods to Avoid Giving Babies and Young Children.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2024). Ayo Sehat. Ingin Si Kecil Tumbuh Optimal? Resep MPASI Lengkap Jawabannya.
Mayo Clinic (2024). Infant and Toddler Health. Solid Foods: How to Get Your Baby Started.
Artikel Unggulan

Panduan agar Tetap Sehat Saat Hamil Muda
Saat Bunda positif hamil, apalagi bila ini adalah kehamilan yang pertama, akan banyak sekali hal yang Bunda perhatikan agar bisa menjalani kehamilan ini dengan ...

Ini Mengapa Bunda Perlu Konsumsi Suplemen Prenatal
Tumbuh kembang janin sangat ditentukan oleh asupan ibu selama mengandung. Oleh karena itu penting bagi ibu untuk memenuhi semua asupan nutrisi penting selama ha...

Ini Penyebab Libido Turun saat Hamil
Masalah yang satu ini kadang cukup membuat Bunda merasa gelisah saat dalam masa kehamilan: libido turun saat hamil. Padahal di berbagai tayangan, film, atau art...
Artikel Terkait

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id
Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010