main-logo

Kram Perut Saat Hamil, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

header-image-20551
author-avatar-20551

Ditinjau oleh

dr. Marianti, Head of Medical Content Alodokter

Diterbitkan 28 Agt 2023

share-icon

1234


Kram perut saat hamil sering membuat para ibu cemas, karena khawatir ada masalah pada janin atau kandungannya. Walaupun memang saja menandakan gangguan, kram perut saat hamil umumnya normal kok, Bun. Penyebabnya bisa bermacam-macam dan tidak selalu harus ditangani dengan obat.





Kram perut saat hamil terasa seperti otot perut sedang ditarik atau menegang. Ini sebenarnya merupakan salah satu gejala yang wajar terjadi pada kehamilan, terutama di masa awal kehamilan , dan bisa hilang sendiri dalam beberapa menit.





Meski begitu, beberapa gangguan pada kehamilan juga bisa menimbulkan tanda awal berupa kram perut. Nah, kram perut yang seperti ini biasanya berlangsung lebih lama, tambah lama akan bertambah nyeri, dan disertai gejala lain, misalnya perdarahan dari vagina.





Penyebab Kram Perut Saat Hamil





Kram perut saat hamil yang normal biasanya terjadi karena otot-otot dan jaringan ikat di area perut mengalami peregangan mengikuti perkembangan ukuran rahim dan janin. Selain itu, kram perut juga bisa muncul ketika ibu hamil kelelahan atau melakukan aktivitas fisik yang berat, apalagi yang melibatkan gerakan otot perut.





Pengaruh hormon tertentu juga bisa membuat otot rahim menegang dan terasa seperti kram perut. Ini bisa terjadi saat berhubungan intim atau ketika ada rangsangan pada puting susu. Namun, Bunda tidak perlu khawatir, karena ini tidak membahayakan janin atau kandungan kok, selama kehamilan Bunda normal.





Beberapa gangguan juga bisa menjadi penyebab kram perut saat hamil, misalnya infeksi di saluran kemih, kehamilan di luar rahim, atau bahkan keguguran. Apabila ini penyebabnya, kram perut biasanya akan terasa lebih parah, berlangsung lebih lama, dan disertai gejala lain, misalnya demam atau perdarahan.





Nah, pada kehamilan yang sudah cukup bulan, kram perut saat hamil bisa saja menjadi tanda awal persalinan, atau bisa juga berupa kontraksi palsu (kontraksi Braxton Hicks) yang lamanya dan jaraknya tidak teratur seperti kontraksi persalinan. Jadi, kenali perbedaannya ya, Bunda.





Cara Meredakan Kram Perut Saat Hamil





Sama seperti nyeri saat menstruasi , kram perut saat hamil juga bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, nyeri, atau bahkan sampai membuat Bunda harus berhenti dulu beraktivitas.





Untuk meredakannya, ada beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan kok, Bun. Cara paling mudah adalah minum air putih dan duduk bersandar sejenak untuk beristirahat. Kalau sedang berada di rumah, Bunda bisa berbaring dulu sebentar sampai nyerinya hilang.





Bunda juga bisa meredakan kram perut saat hamil dengan berendam air hangat agar otot perut yang tegang bisa lebih santai. Cara lain yang juga bisa merelaksasi otot-otot perut dan tubuh, meredakan nyeri, bahkan menenangkan pikiran adalah melakukan meditasi, tetapi tentunya dalam posisi yang nyaman ya, Bunda.





Kalau kram perut saat hamil tidak juga reda atau bertambah parah meski Bunda sudah melakukan cara-cara tersebut, sebaiknya segera periksakan ke dokter agar penyebabnya bisa diketahui dan ditangani. Bunda juga perlu berkonsultasi dengan dokter bila kram perut saat hamil terjadi terus-menerus atau disertai keluhan lain ya.





Sumber:





American Pregnancy Association. Healthy Pregnancy. Pregnancy Cramps.





WebMD. (2023). Pregnancy. Understanding Pregnancy Discomforts – Treatment.





Danielsson, K. Verywell Family (2022). Complications & Concerns. When to Worry About Cramping During Pregnancy.





Lacey, J. Healthline (2018). Parenthood. When to Be Concerned by Pregnancy Cramps.


Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010