Anak Jatuh Kepala Belakang Terbentur Lantai? Lakukan Hal Ini!


Ditinjau oleh
dr. Kevin Adrian Djantin, Project and Collaboration Medical Editor Alodokter
Diterbitkan 14 Apr 2025
3214
Anak jatuh kepala belakang terbentur lantai tentu membuat orang tua panik. Wajar saja, karena kepala merupakan bagian tubuh yang sangat vital. Namun, tidak semua benturan kepala berujung serius kok, Bun. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Melihat buah hati tumbuh dan berkembang memang sangat menyenangkan. Kayaknya baru kemarin ya Si Kecil lahir ke dunia, eh sekarang ia sudah mulai berdiri dan melakukan langkah pertamanya, Bun.
Anak memang perlahan akan belajar berdiri dan berjalan sendiri saat usianya memasuki 9–12 bulan. Pada usia tersebut, Bunda perlu selalu memantau Si Kecil dan memberi perhatian lebih, ya.
Soalnya, bayi mudah kehilangan keseimbangan dan mungkin saja ia terjatuh dari tempat tidur atau memanjat barang yang tinggi. Hal yang dikhawatirkan adalah bila anak jatuh kepala belakang terbentur lantai.
Bun, jangan terlalu panik dulu ya bila Si Kecil terjatuh dan kepalanya terbentur ke lantai. Jatuh dapat menimbulkan efek kaget dan tentunya sakit, sehingga anak akan menangis kencang setelahnya. Namun, reaksi ini sangat normal. Jarang sekali bayi mengalami cedera serius akibat terjatuh dan terbentur.
Meski demikian, jatuh dengan kepala belakang terbentur bisa menyebabkan beberapa risiko, tergantung pada kencangnya benturan dan ketinggian tempat ia terjatuh.
Pada kondisi ringan, benturan yang terjadi hanya akan menimbulkan benjolan atau bengkak di kepala. Namun, pada kondisi yang cukup parah, anak jatuh kepala belakang terbentur lantai bisa saja menyebabkan cedera pada tulang tengkorak (fraktur), cedera otak ringan (gegar otak), dan cedera pada leher.
Bayi jatuh dengan kepala membentur lantai memang akan menimbulkan kekhawatiran dan kepanikan bagi orang tua. Namun, Bunda perlu memastikan terlebih dulu kondisi Si Kecil setelah ia terjatuh.
Nah, ada beberapa hal yang bisa Bunda lakukan sebagai pertolongan pertama, yaitu:
Saat menolong Si Kecil terjatuh, cobalah untuk sigap tapi tetap tenang ya, Bun. Tarik napas dalam-dalam sambil melihat kondisi ketinggian tempat bayi terjatuh. Risiko cedera mungkin bisa terjadi apabila anak jatuh dari tempat yang cukup tinggi. Jadi, Bunda harus hati-hati saat mengangkat atau menggendong Si Kecil .
Jatuh di permukaan yang keras biasanya lebih berisiko sehingga Bunda juga perlu memeriksa apakah ada luka, memar, atau benjolan lunak pada kepala Si Kecil. Segera hubungi dokter bila terjadi pendarahan atau Si Kecil terlihat kesulitan menggerakkan anggota tubuhnya.
Bila bayi tidak muntah dan tidak mengalami kondisi di atas, Bunda bisa menggendong dan menenangkan Si Kecil. Jika hanya terdapat benjolan kecil di atas permukaan kulit yang normal terjadi, Bunda bisa memberi kompres dingin untuk meredakan nyeri dan pembengkakan.
Apabila Si Kecil masih tetap menangis kencang selama 5–10 setelah Bunda menenangkan dan menghiburnya, Bunda bisa konsultasi dengan dokter untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan.
Bayi biasanya akan merasa lelah setelah menangis dan terjatuh. Cobalah untuk menenangkan Si Kecil agar ia bisa beristirahat. Jika ia tertidur, Bunda bisa mencoba membangunkannya dengan pelan sesekali untuk memastikan anak dapat dibangunkan.
Terkadang, bayi mungkin tampak baik-baik saja setelah terjatuh. Meski demikian, Bunda tetap perlu mengawasi kondisi Si Kecil selama 24 jam setelah ia terjatuh ya.
Waspada apabila anak mengalami beberapa gejala berikut ini setelah kepalanya terbentur, yaitu:
Apabila anak menunjukkan gejala-gejala di atas atau Bunda merasa sangat khawatir dengan kondisi setelah anak jatuh kepala belakang terbentur lantai, jangan tunda untuk memeriksakannya ke dokter ya. Jadi, dokter bisa segera memeriksa dan memberi penanganan yang tepat.
Sumber:
National Health Service UK. North Bristol. Head Injury Advice for Babies, Toddlers, and Children.
Cleveland Clinic (2023). Baby Fell Off the Bed and Hit Their Head? Here’s What To Look For.
Johns Hopkins Medicine. Head Injury in Children.
Thomas, C. Baby Centre (2024). Developmental Milestones: Standing.
Jablonski, N. Healthline (2023). Ouch — My Baby Hit Their Head! Should I Worry?
Whitten, C. WebMD (2024). What to Do When Your Baby Falls.
Artikel Unggulan

Panduan agar Tetap Sehat Saat Hamil Muda
Saat Bunda positif hamil, apalagi bila ini adalah kehamilan yang pertama, akan banyak sekali hal yang Bunda perhatikan agar bisa menjalani kehamilan ini dengan ...

Ini Mengapa Bunda Perlu Konsumsi Suplemen Prenatal
Tumbuh kembang janin sangat ditentukan oleh asupan ibu selama mengandung. Oleh karena itu penting bagi ibu untuk memenuhi semua asupan nutrisi penting selama ha...

Ini Penyebab Libido Turun saat Hamil
Masalah yang satu ini kadang cukup membuat Bunda merasa gelisah saat dalam masa kehamilan: libido turun saat hamil. Padahal di berbagai tayangan, film, atau art...
Artikel Terkait

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id
Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010