main-logo
header-image-20747
author-avatar-20747

Ditinjau oleh

dr. Airindya Bella, Medical Editor Alodokter

Diterbitkan 2 Okt 2023

share-icon

460


Penyebab janin tidak berkembang umumnya adalah kelainan kromosom saat pembuahan sel telur dan sperma. Kelainan ini tidak hanya berasal dari sel telur ibu hamil, tetapi juga bisa dari sperma atau proses pembentukan janin itu sendiri.





Janin tidak berkembang atau disebut juga kehamilan kosong merupakan alasan utama keguguran dini. Kondisi ini terjadi saat sel telur yang telah dibuahi sperma tidak berkembang sama sekali atau berhenti berkembang setelah berubah menjadi embrio (bakal janin).





Terhentinya perkembangan janin juga dapat terjadi meski embrio sudah menempel di dinding rahim dan dibungkus oleh kantung kehamilan. Kondisi ini sering kali tidak disadari sampai ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan dengan USG.





Lantas, apa penyebab janin tidak berkembang? Mari ketahui jawabannya dalam pembahasan berikut.  





Apa Penyebab Janin Tidak Berkembang?





Proses pembuahan terjadi ketika sel telur dibuahi oleh sperma. Baik sel telur maupun sperma memiliki materi genetiknya masing-masing. Gen adalah warisan biologis yang nantinya membentuk calon bayi.





Sel hasil pembuahan mewarisi gen dari sel telur maupun sperma. Nah, penyebab janin tidak berkembang umumnya adalah kelainan kromosom atau genetik pada sel hasil pembuahan tersebut. Kelainan ini membuat bakal janin tidak berkembang secara alami.





Kelainan kromosom tidak selalu disebabkan oleh kualitas sel telur atau sperma yang buruk. Bisa jadi kelainan ini terjadi karena adanya masalah dalam proses pembentukan embrio dari sel hasil pembuahan keduanya. Jadi, penyebab janin tidak berkembang tidak selalu berasal dari ibu hamil atau pasangan, ya.





Ibu hamil yang janinnya tidak berkembang mungkin masih bisa merasakan gejala kehamilan dan test pack menunjukkan hasil positif. Hal ini karena hormon hCG ( human chorionic gonadotropin ) alias hormon kehamilan masih ada di dalam tubuh meski tidak ada embrio di rahim.





Namun, gejala kehamilan akan berkurang karena jumlah hormon tersebut perlahan menurun seiring terhentinya perkembangan janin.





Ada tiga pilihan untuk menangani kondisi janin tidak berkembang. Selain ibu hamil menunggu keguguran secara alami, dokter juga bisa memberikan resep obat khusus untuk memicu keluarnya jaringan janin.





Pilihan lainnya adalah menjalani prosedur kuretase untuk membersihkan kantung kehamilan yang kosong dari dalam rahim.





Bila mengalami janin tidak berkembang, Bunda mungkin perlu waktu untuk menerima kondisi tersebut. Ini karena penyebab janin tidak berlembang tidak dapat dicegah. Namun, Bunda masih bisa kok hamil lagi dengan sehat meski pernah mengandung janin yang tidak berkembang. Jadi, jangan patah semangat ya, Bun.





Sumber:





American Pregnancy Association. Healthy Pregnancy. Blighted Ovum.





National Institute of Health (2019). National Center of Biotechnology Information. How are Genes Passed On?





Cleveland Clinic. (2021). Ovum.





Mayo Clinic. (2021). Blighted Ovum: What Causes It?





Miles, K. Baby Center (2021). Blighted Ovum.





Miller, K. The Bump (2021). Blighted Ovum: What Does It Mean to Have an Anembryonic Pregnancy?





Yuko, E. Verywell Health (2021). What Is Blighted Ovum?





Stuart, A. WebMD (2023). Blighted Ovum.


Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi

Punya pertanyaan lain?

Tanyakan kepada dokter di aplikasi! Gratis!

Unduh aplikasi
footer-main-logo
appstore-logogoogleplay-logo
appstore-logogoogleplay-logo

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010