Feses Bayi ASI Normal, Begini Ciri-Cirinya


Ditinjau oleh
dr. Gracia Fensynthia, Medical Editor Alodokter
Diterbitkan 19 Mar 2025
948
Feses bayi ASI normal perlu Bunda ketahui ciri-cirinya nih. Soalnya, ciri-ciri ini bisa menunjukkan bahwa bayi dalam keadaan sehat dan mendapatkan ASI yang cukup.
Perubahan pada feses bayi, mulai dari warna hingga frekuensi keluarnya, umumnya menggambarkan bagaimana kondisi kesehatan bayi. Perubahan pada feses juga bisa menandakan apakah bayi mendapatkan ASI yang cukup atau tidak.
Untuk mengetahui bahwa Si Kecil dalam keadaan sehat dan asupan ASI-nya tercukupi, Bunda perlu mengetahui berbagai ciri-ciri feses bayi ASI normal di bawah ini:
Selama beberapa hari pertama sejak dilahirkan, bayi yang disusui dengan ASI akan mengeluarkan mekonium , Bun. Nah, pada bayi baru lahir, feses atau mekonium yang keluar ini biasanya berwarna hijau kehitaman.
Setelah 2–4 hari, warna feses bayi akan berubah menjadi lebih terang, yaitu kuning atau kuning kehijauan, Bun. Ini karena saluran cerna bayi sudah mulai berfungsi, tetapi hanya mencerna ASI.
Setelah bayi dibolehkan untuk mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI), warna feses bayi ASI normal pun akan berubah lagi, Bun, menjadi lebih kecokelatan. Ini karena saluran cerna bayi sudah mulai mencerna makanan padat.
Ciri-ciri feses bayi ASI normal juga bisa terlihat dari teksturnya, Bun. Umumnya, feses bayi ASI normal memiliki tekstur yang cair dan cukup lembut. Ini karena kandungan dalam ASI memang mudah untuk dicerna oleh usus.
Apabila tekstur feses bayi terlihat keras dan kering, terlebih jika bayi jarang BAB dan terlihat susah untuk mengeluarkannya, bisa jadi bayi mengalami sembelit. Meski jarang terjadi, sembelit pada bayi ini bisa membuat ia merasa tidak nyaman sehingga lebih rewel dari biasanya.
Umumnya, feses bayi ASI normal tidak mengeluarkan bau yang terlalu kuat seperti orang dewasa, Bun, apalagi kalau belum mulai mengonsumsi MPASI . Feses bayi ASI normal biasanya mengeluarkan bau yang ringan, bahkan ada juga yang mengeluarkan bau sedikit manis.
Apabila bayi sudah mulai MPASI, feses bayi ASI normal bisa saja mengeluarkan bau tidak sedap yang cukup kuat seperti BAB orang dewasa.
Selama 6 minggu pertama setelah lahir, bayi yang minum ASI biasanya akan BAB setiap 3 kali sehari. Bahkan, ada juga yang BAB setiap kali selesai menyusu. Namun, pada minggu-minggu ke depannya, bayi akan lebih jarang BAB, Bun. Ada yang menjadi sehari sekali, ada juga yang 2–3 hari sekali.
Untuk banyaknya feses bayi ASI normal yang keluar, biasanya tidak terlalu banyak kok. Namun, hal ini juga tergantung pada frekuensi bayi BAB. Apabila lebih sering, feses bayi akan keluar hanya sedikit. Sementara itu, apabila jarang, feses bayi bisa keluar lebih banyak dengan ukuran yang lebih besar.
Seperti yang telah disebutkan, perubahan warna, tekstur, dan bau feses bayi adalah hal yang normal, Bun, apalagi jika bayi baru lahir . Namun, Bunda tetap perlu waspada terhadap warna feses bayi yang bisa menandakan terjadinya gangguan kesehatan tertentu, seperti perdarahan pada saluran cerna. Adapun warna fesesnya adalah merah, pucat atau putih, dan hitam.
Jadi, bila Bunda melihat adanya perubahan warna feses Si Kecil menjadi merah, pucat atau putih, dan hitam dan disertai gejala lain, seperti demam, muntah-muntah, serta kolik, segera bawa ia ke dokter ya. Dengan begitu, penyebabnya bisa diketahui lebih awal dan penanganannya bisa segera dilakukan.
Sumber
Hoecker, J. Mayo Clinic (2024). Infant and Toddler Health. I'm Breastfeeding My Newborn and My Baby's Stool is Yellow and Mushy. Is This What I Should Expect?
Australian Breastfeeding Association (2022). Baby Poo – What's Normal?
Watson, S. Babycenter (2022). Baby Poop Pictures: Which Colors and Textures are Normal?
Harris, N. Parents (2023). What Does Breastfed Baby Poop Look Like?
Artikel Unggulan

Panduan agar Tetap Sehat Saat Hamil Muda
Saat Bunda positif hamil, apalagi bila ini adalah kehamilan yang pertama, akan banyak sekali hal yang Bunda perhatikan agar bisa menjalani kehamilan ini dengan ...

Ini Mengapa Bunda Perlu Konsumsi Suplemen Prenatal
Tumbuh kembang janin sangat ditentukan oleh asupan ibu selama mengandung. Oleh karena itu penting bagi ibu untuk memenuhi semua asupan nutrisi penting selama ha...

Ini Penyebab Libido Turun saat Hamil
Masalah yang satu ini kadang cukup membuat Bunda merasa gelisah saat dalam masa kehamilan: libido turun saat hamil. Padahal di berbagai tayangan, film, atau art...
Artikel Terkait

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id
Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010