Melahirkan di Air? Aman atau Malah Bahaya Ya, Bun?
Ditinjau oleh
dr. Kevin Adrian Djantin, Project and Collaboration Medical Editor Alodokter
Diterbitkan 16 Feb 2025
203
Melahirkan di air atau water birth merupakan salah satu teknik persalinan normal yang bisa membantu mengurangi rasa sakit saat melahirkan. Selain itu, metode ini katanya juga bisa mempercepat proses melahirkan lho, Bun. Namun, cara ini sebenarnya aman nggak sih? Yuk, simak infonya!
Cemas dan bingung memilih metode persalinan memang wajar kok, Bun. Namun, agar lebih aman, Bunda tetap perlu berkonsultasi ke dokter terlebih dulu untuk menentukan pilihan terbaik yang aman untuk kondisi Bunda dan Si Kecil.
Nah, jika dokter menyatakan bahwa Bunda boleh melahirkan normal, ada metode unik yang bisa Bunda pertimbangkan, yakni melahirkan di air. Metode persalinan normal ini disebut bisa mengurangi rasa sakit, membuat ibu hamil lebih relaks, hingga mampu mengurangi risiko terjadinya robekan perineum yang parah.
Metode persalinan di air juga bisa mengurangi risiko dibutuhkannya tindakan episiotomi . Menarik ya, Bun?
Berbeda dengan persalinan biasa yang menggunakan tempat tidur untuk mendukung proses kelahiran bayi, melahirkan di air ( water birth ) akan dilakukan di kolam atau bak yang berisi air hangat dengan suhu sekitar 36°C.
Water birth biasanya dilakukan di rumah sakit atau klinik bersalin agar dokter atau bidan bisa mengawasi dan membantu Bunda. Jadi, metode melahirkan di air tidak dianjurkan untuk dilakukan sendiri di rumah ya, apalagi tanpa pengawasan bidan atau dokter.
Selama proses persalinan, Bunda dan Si Kecil akan dipantau kondisinya oleh dokter dan bidan. Mereka juga akan memastikan agar Bunda merasa nyaman.
Nah, selama prosesnya, Bunda akan duduk berendam di kolam saat kontraksi dimulai hingga melahirkan. Suhu air kolam yang hangat akan membuat otot-otot di tubuh Bunda menjadi lebih relaks sehingga bisa membuat jalan lahir lebih lebar dan memudahkan bayi untuk lahir. Akan tetapi, durasi persalinan pada setiap ibu hamil bisa berbeda-beda ya Bun.
Selama menjalani metode persalinan ini, Bunda juga bisa memilih untuk mengejan di dalam kolam atau di tempat tidur. Jika memilih untuk menikmati proses pembukaan di tempat tidur, Bunda hanya perlu berendam saat mencapai bukaan lengkap. Kapan waktu tepatnya untuk masuk ke kolam akan tergantung pada kondisi Bunda dan Si kecil.
Jika terjadi penyulit selama persalinan, misalnya persalinan macet atau terjadi gawat janin, dokter atau bidan mungkin akan mempersiapkan Bunda untuk menjalani metode persalinan caesar.
Asalkan usia kandungan Bunda sudah cukup bulan atau mencapai 37 minggu dan Bunda serta Si Kecil dalam kondisi yang sehat, melahirkan di air tergolong aman, kok.
Umumnya metode persalinan di air melibatkan bidan dan dokter yang sudah terlatih secara khusus sehingga mereka bisa memastikan persalinan Bunda berjalan aman dan lancar.
Dengan pemantauan dan prosedur yang tepat, risiko bayi untuk tenggelam selama dilahirkan di air juga lebih kecil sehingga Bunda tidak perlu khawatir, ya. Namun, meskipun tergolong aman, melahirkan di air juga bisa menimbulkan beberapa risiko, seperti:
Risiko ini akan lebih besar bila metode persalinan di air dilakukan tanpa pengawasan dan bantuan dokter atau bidan, begitu pula jika proses melahirkan di air dilakukan di fasilitas yang kurang memadai.
Nah, kalau Bunda ingin memilih metode persalinan normal, melahirkan di air bisa jadi salah satu pertimbangan, tentunya setelah kondisi Bunda dan janin dinyatakan aman untuk menjalani metode persalinan ini.
Di sisi lain, ada beberapa kondisi yang membuat metode melahirkan di air tidak bisa dilakukan, yaitu:
Metode melahirkan ini memang terdengar menarik ya, Bun. Namun, metode persalinan apa pun tetap harus mengutamakan keselamatan Bunda dan Si Kecil ya. Oleh karena itu, alangkah baiknya konsultasikan dulu kepada dokter untuk menentukan apakah kondisi Bunda dan Si Kecil siap untuk menjalani persalinan di air.
Selain itu, Bunda juga perlu menyiapkan anggaran serta pastikan rumah sakit atau tempat bersalin menawarkan layanan dan menyediakan fasilitas melahirkan di air yang memadai. Rumah sakit yang dipilih sudah dilengkapi dengan peralatan untuk menangani masalah apa pun yang mungkin timbul selama persalinan di dalam air.
Jadi, jika nantinya ada masalah di tengah proses melahirkan, dokter atau bidan dapat mengeluarkan Bunda dari kolam dengan aman dan cepat, lalu melakukan tindakan selanjutnya.
Selain itu, ini adalah beberapa hal lain yang harus Bunda perhatikan ketika ingin mempertimbangkan melahirkan di dalam air:
Nah, itulah informasi tentang melahirkan di air atau water birth . Jika Bunda mempertimbangkan untuk melakukan metode persalinan ini, langsung diskusikan dulu ya dengan bidan atau dokter supaya semua proses kelahiran Si Kecil nanti bisa berjalan lancar.
Sumber:
Kartikasari, M. & Aktovianta, L. (2021). Meta-Analysis: The Effect of Waterbirth Delivery Method on the Risk of Perineal Rupture. Journal of Epidemiology and Public Health, 06(04), pp. 505-520.
Pregnancy Birth & Baby Australia (2022). Water Birth.
American Pregnancy Association. Water Births.
Overfelt, M. The Bump (2021). What to Know When Considering a Water Birth.
Besich, B. Parents (2023). What You Need to Know About Water Births.
Wesner, W. Verywell Family (2023). What Is a Water Birth? Benefits, Risks, and How to Prep.
Abedin, S. WebMD (2022). The Basics of Water Birth.
Artikel Unggulan
Panduan agar Tetap Sehat Saat Hamil Muda
Saat Bunda positif hamil, apalagi bila ini adalah kehamilan yang pertama, akan banyak sekali hal yang Bunda perhatikan agar bisa menjalani kehamilan ini dengan ...
Ini Mengapa Bunda Perlu Konsumsi Suplemen Prenatal
Tumbuh kembang janin sangat ditentukan oleh asupan ibu selama mengandung. Oleh karena itu penting bagi ibu untuk memenuhi semua asupan nutrisi penting selama ha...
Ini Penyebab Libido Turun saat Hamil
Masalah yang satu ini kadang cukup membuat Bunda merasa gelisah saat dalam masa kehamilan: libido turun saat hamil. Padahal di berbagai tayangan, film, atau art...
Artikel Terkait
Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id
Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010