6 Tanda Bahaya Kehamilan yang Perlu Diwaspadai


Ditinjau oleh
dr. Kevin Adrian Djantin, Project and Collaboration Medical Editor Alodokter
Diterbitkan 13 Des 2023
553
Tanda bahaya kehamilan penting untuk Bunda ketahui agar lebih waspada dan selalu menjaga kehamilan tetap sehat. Tanda ini terkadang menyerupai keluhan yang umum terjadi saat hamil. Jadi, bila ada keluhan yang membuat Bunda khawatir, Bunda bisa segera memeriksakan keluhan tersebut ke dokter, ya.
Saat hamil, perubahan hormon akan membuat Bunda mengalami beberapa keluhan yang normal terjadi selama kehamilan. Hal ini sebenarnya tidak perlu Bunda terlalu cemaskan, ya. Namun, pada beberapa kasus, ada keluhan yang bisa menjadi tanda bahaya kehamilan dan perlu Bunda waspadai, seperti:
Perdarahan ringan dalam bentuk bercak merah atau kecokelatan kerap terjadi saat trimester pertama kehamilan. Bercak ini muncul karena sel telur yang telah dibuahi sperma sudah tertanam di dinding rahim dan umumnya tidak disertai nyeri. Jadi, Bunda jangan terlalu panik, ya.
Namun, Bunda tetap perlu waspada ya, apalagi bercak darah yang muncul cukup banyak, berwarna merah segar, dan disertai kram perut . Perdarahan vagina yang demikian bisa saja menjadi salah satu tanda bahaya kehamilan.
Selama hamil, tubuh Bunda akan mengalami perubahan hormon. Hal ini bisa menyebabkan Bunda jadi lebih sering mual dan muntah. Namun, bila keluhan tersebut terjadi terus-menerus dan tidak terkendali, bahkan hinga membuat Bunda tidak bisa makan dan minum dengan lancar, jangan anggap sepele ya, Bun. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda dari hiperemesis gravidarum .
Bila tidak segera ditangani, kondisi ini bisa membuat Bunda dan janin berisiko mengalami dehidrasi dan kekurangan gizi .
Selain mual dan muntah, ibu hamil juga sering mengeluhkan sakit kepala. Kondisi ini biasanya terjadi karena perubahan hormon, peningkatan tekanan darah, kekurangan asupan air putih, dan kurang istirahat.
Sakit kepala yang masih ringan bukanlah kondisi yang berbahaya bagi Bunda dan janin. Namun, sakit kepala yang parah, disertai pusing, pandangan buram, hingga pingsan, bisa menjadi tanda bahaya kehamilan. Tanda-tanda tersebut dikhawatirkan sebagai gejala preeklamsia dan perlu segera diberikan penanganan.
Seiring perkembangan dan pertumbuhan Si Kecil, wajar bila Bunda mengalami sakit perut karena rahim terus membesar dan menekan organ di dekatnya. Biasanya, keluhan sakit perut bisa hilang dengan sendirinya setelah Bunda istirahat.
Namun, keluhan yang perlu diwaspadai sebagai tanda bahaya kehamilan adalah ketika Bunda mengalami sakit perut yang parah, bahkan disertai nyeri saat buang air kecil, sakit kepala hebat, timbul bercak darah, dan nyeri tidak kunjung membaik meski telah beristirahat.
Demam merupakan respons alami tubuh saat terkena infeksi, seperti flu atau pilek. Namun, selama demam masih tergolong ringan, Bunda tidak perlu khawatir, ya. Bunda hanya perlu perbanyak istirahat dan minum air putih serta kompres bagian dahi dengan handuk hangat.
Namun, bila suhu tubuh mencapai lebih dari 38° dan disertai sakit perut, sesak napas, atau batuk-batuk parah, Bunda perlu segera ke dokter, ya. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya dan meresepkan obat yang aman untuk Bunda konsumsi.
Membengkaknya beberapa bagian tubuh, seperti kaki , pergelangan kaki, dan jari selama hamil sangat normal terjadi, Bun. Ini karena tubuh memproduksi lebih banyak darah dan cairan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi janin.
Nah, cairan berlebih ini bisa saja menumpuk di beberapa bagian tubuh sehingga memicu pembengkakan. Bengkak biasanya makin terlihat setelah beraktivitas, apalagi kalau Bunda lebih banyak berjalan atau berdiri terlalu lama.
Namun, bila pembengkakan terjadi di sekitar wajah, terutama area mata, dan muncul secara tiba-tiba atau cukup parah, Bunda dianjurkan segera periksakan diri ke dokter, karena bisa menjadi tanda dari preeklamsia.
Bila Bunda mengalami salah satu tanda bahaya kehamilan di atas, jangan panik dulu ya, Bun. Untuk memastikan kondisinya, Bunda bisa langsung berkonsultasi ke dokter agar mendapatkan penanganan sedini mungkin. Dengan begitu, kesehatan Bunda dan calon buah hati tetap terjaga.
Sumber:
American Pregnancy Association. Spotting During Pregnancy | What Does Spotting Look Like?
Australian Government Department of Health and Aged Care (2020). Pregnancy Birth & Baby. Swelling During Pregnancy.
Mount Sinai. Morning Sickness.
National Health Service UK (2021). Headaches in Pregnancy.
National Health Service UK (2021). Stomach Pain in Pregnancy.
National Health Service UK (2021). Swollen Ankles, Feet and Fingers in Pregnancy.
National Institute of Health (2023). MedlinePlus. Hyperemesis Gravidarum.
Miles, K. Baby Center (2021). Fever During Pregnancy.
Jablonski, N. Healthline (2020). When Pregnancy Swelling Becomes Concerning.
Walsh, H. G. Parents (2023). 11 Pregnancy Symptoms You Shouldn't Ignore.
Miller, K. The Bump (2023). How to Safely Treat a Fever During Pregnancy.
Weiss, R.E. Verywell Family (2022). Common Warning Signs to Be Aware of in Pregnancy.
WebMD (2023). Abdominal Pain and Pregnancy: What to Know.
Artikel Unggulan

Panduan agar Tetap Sehat Saat Hamil Muda
Saat Bunda positif hamil, apalagi bila ini adalah kehamilan yang pertama, akan banyak sekali hal yang Bunda perhatikan agar bisa menjalani kehamilan ini dengan ...

Ini Mengapa Bunda Perlu Konsumsi Suplemen Prenatal
Tumbuh kembang janin sangat ditentukan oleh asupan ibu selama mengandung. Oleh karena itu penting bagi ibu untuk memenuhi semua asupan nutrisi penting selama ha...

Ini Penyebab Libido Turun saat Hamil
Masalah yang satu ini kadang cukup membuat Bunda merasa gelisah saat dalam masa kehamilan: libido turun saat hamil. Padahal di berbagai tayangan, film, atau art...
Artikel Terkait

Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id
Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010