Plasenta Letak Rendah, Kenali Penyebab, Gejala, dan Penanganannya
Ditinjau oleh
dr. Gracia Fensynthia, Medical Editor Alodokter
Diterbitkan 14 Feb 2025
5
Plasenta letak rendah adalah kondisi ketika posisi plasenta berada di bagian bawah rahim. Hal ini berisiko menutupi seluruh jalan lahir, sehingga bisa menyebabkan perdarahan hebat selama kehamilan maupun saat persalinan. Jika tidak segera ditangani, plasenta letak rendah bisa berkembang menjadi plasenta previa.
Plasenta atau yang sering disebut dengan ari-ari merupakan organ yang berperan penting untuk menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin. Di awal kehamilan, plasenta memang berada di bagian bawah rahim. Seiring pertumbuhan janin, organ ini akan terus tumbuh dan bergeser ke bagian atas atau samping.
Namun, untuk beberapa kondisi, plasenta justru tumbuh dan berkembang di bagian bawah rahim, dengan jarak <2 cm dari lubang rahim bagian dalam. Nah, kondisi ini tentu berisiko menutupi jalan lahir, sehingga dapat menyulitkan proses persalinan.
Belum diketahui secara pasti apa penyebab plasenta letak rendah, Bun. Namun, ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini, yaitu:
Nah, salah satu gejala plasenta letak rendah adalah munculnya perdarahan dari vagina selama kehamilan, Bun. Biasanya, perdarahan akibat kondisi ini memiliki ciri tersendiri, yakni:
Jika perdarahan akibat plasenta letak rendah berat dan terjadi terus menerus, ibu hamil bisa mengalami kekurangan darah , lho. Oleh karena itu, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami kondisi tersebut ya, Bun.
Perlu diketahui, ibu hamil berisiko mengalami plasenta letak rendah saat kehamilan memasuki usia 18–21 minggu atau trimester kedua. Nah, posisi plasenta biasanya dapat diketahui melalui pemeriksaan USG oleh dokter, Bun.
Jika ibu hamil terdiagnosis plasenta letak rendah, dokter biasanya akan memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan ibu dan janin. Pada ibu hamil yang tidak mengalami perdarahan atau hanya mengalami perdarahan ringan, dokter akan menyarankan perawatan mandiri berupa:
Meski tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit, Bunda tetap harus waspada dan segera ke dokter jika perdarahan bertambah banyak dan tidak berhenti, ya. Pasalnya, plasenta letak rendah juga bisa berkembang menjadi plasenta previa .
Nah, jika Bunda mengalami plasenta previa, dokter biasanya akan memilih operasi caesar sebagai salah satunya cara melahirkan Si Kecil. Soalnya, letak plasenta tersebut berisiko membuat pembuluh darah yang menghubungkan plasenta dan rahim robek saat persalinan normal .
Hal ini bisa membahayakan keselamatan Bunda maupun Si Kecil serta meningkatkan risiko terjadinya komplikasi, seperti kelahiran prematur dan plasenta akreta .
Sumber:
National Health Service UK (2022). Low Lying Placenta, Placenta Praevia and Placenta Accreta After 32 Weeks.
National Health Service UK (2022). What Happens in Labour and Birth. What Complications Can Affect the Placenta.
Cleveland Clinic (2022). Placenta Previa.
Mayo Clinic (2022). Placenta Previa.
Baby Center (2023). Placenta Previa: Symptoms, Complications, and Treatment.
Baby Center UK (2025). Low–Lying Placenta and Placenta Praevia.
Healthline (2021). Placenta Previa.
HSE (2024). Placenta Praevia (Low–Lying Placenta).
Pregnancy Birth & Baby (2025). Placenta Praevia.
What To Expect (2021). Placenta Previa.
Artikel Unggulan
Panduan agar Tetap Sehat Saat Hamil Muda
Saat Bunda positif hamil, apalagi bila ini adalah kehamilan yang pertama, akan banyak sekali hal yang Bunda perhatikan agar bisa menjalani kehamilan ini dengan ...
Ini Mengapa Bunda Perlu Konsumsi Suplemen Prenatal
Tumbuh kembang janin sangat ditentukan oleh asupan ibu selama mengandung. Oleh karena itu penting bagi ibu untuk memenuhi semua asupan nutrisi penting selama ha...
Ini Penyebab Libido Turun saat Hamil
Masalah yang satu ini kadang cukup membuat Bunda merasa gelisah saat dalam masa kehamilan: libido turun saat hamil. Padahal di berbagai tayangan, film, atau art...
Artikel Terkait
Layanan Pengaduan Konsumen
PT Asa Bestari Citta
feedback@diarybunda.co.id
Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen Dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Whatsapp Ditjen PKTN: 0853-1111-1010